Review Movie Life Risking Romance

Tidak sesuai dengan ekspetasi ketika menonton film ini saya mengira akan disuguhkan drama thriller romantis dengan disuguhi adegan yang memacu adrenalin karena melihat dari judulnya Life Risking Romance tapi sebaliknya film ini menyodorkan genre komedi romantis dengan ditambah misteri pembunuhan. Je In (Ha Ji Won) seorang penulis yang belum pernah menulis satu novel pun dan baru menulis buku tentang pisikologi pembunuhan sejak kecil dia berteman dengan Rok Hwan (Chun Jung Myung) yang sekarang telah menjadi polisi patroli. Rok Hwan sedang berupaya mengungkapkan perasaannya pada Je In tapi tidak kunjung terlaksana lalu muncul Jason (Chen Bolin) seorang profiler FBI yang datang ke Korea untuk seminar dan kebetulan menyewa apartemen yang letaknya diatas apartemen Je In. 

Terjadi serangkaian pembunuhan yang menimpa beberapa wanita dimana mayat mereka disimpan didalam koper dalam keadaan telanjang di bangunan kosong. Je In dalam rangka mencari inspirasi untuk novelnya ikut menyelidiki pembunuhan tersebut dan memaksa Rok Hwan untuk membantunya dan kecurigaan mereka pun mengarah pada Jason. Pada awalnya Je In mendekati Jason untuk mencari petunjuk tapi pesona dan ketampanan Jason mulai memikatnya. Apakah Jason sang profiler FBI yang memesona adalah pelaku pembunuhan berantai ini ataukah ada pelaku lain yang tidak terduga sama sekali?? 

Misteri pembunuhan yg dikemas sederhana dan ringan tapi tetap menarik dan seru untuk ditonton itulah kesan sy ketika menonton film ini. Ha Ji Won memerankan Je In seorang penulis berkarakter konyol dan ceroboh tapi memiliki intuisi dan daya ingat yang baik sampai2 bisa mengingat poster buronan polisi dan selalu tanpa sengaja bertemu dengan buronan tersebut. Untuk dalam hal akting aktris senior yang satu ini sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Berbagai karakter bisa dia mainkan dan hidupkan dg sempurna. Di film ini Ha Ji Won memiliki banyak dialog berbahasa inggris yang dipakai ketika beradegan dengan Chen Bolin mungkin ini ada kaitannya dengan rumor yang beredar bahwa Ha Ji Won sedang berusaha menembus pasar Hollywood dan film ini sebagai ‘iklan’ untuk mempromosikannya di sineas internasional. 

Untuk dua aktor utama pria Chun Jung Myung dan Chen Bolin meskipun dirinya kalah ganteng dengan rivalnya, Chun Jung Myung aktor yang pernah menjadi lawan main Kim So Hyun di serial reset ini tampil cukup menghibur dengan gayanya yang kocak ketika menghadapi tingkah Je In. Sempat terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Je In tapi akhirnya Sher Rok Hwan berhasil mendapatkan pujaan hatinya. 

Chen Bolin tampil memesona dan memikat sebagai Jason dia terlihat tampan dan berkarisma. Berperan sebagai seorang profiler FBI yang misterius dengan gaya ‘James Bond’nya dia memikat banyak wanita tapi justru hal itulah yang membuat Je In mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan. Sempat beredar gosip terjadi cinta lokasi antara dirinya dan Ha Ji Won ketika syuting film ini tapi hal itu dibantah oleh keduanya. Berharap nantinya mereka akan bermain serial ataupun film bersama lagi tentunya dengan cerita yang lebih baik lagi karena saya suka melihat chemistry mereka baik itu serial Taiwan atau Korea saya berharap bisa melihat kerja sama mereka lagi. 

Advertisements

Review Serial General and I Episode 15-24

Sepanjang episode 15 sampai 24 serial ini terungkap identitas sebenarnya Chu Beijie yang sebenarnya adik seayah dari Sima Hong. Ketika raja kerajaan Jin sebelumnya wafat dia berwasiat agar mengubur juga selir kesayangannya yaitu ibu Beijie, untunglah permaisuri mengetahui dirinya sedang mengandung dan lalu memulangkannya kekeluarganya. Tapi keluarganya tidak menerimanya lagi lalu dengan Beijie kecil dia kembali keistana dan meminta permaisuri atau sekarang ibu suri untuk menerima putranya diistana. Ibu suri menyanggupi dengan syarat identitas Bijie sebagai putra raja dirahasiakan dan Bijie akan diangkat anak oleh ibu suri dan memakai marganya, untuk itu ibu Bijie mengorbankan nyawanya dengan membunuh diri agar identitas putranya tidak diketahui. 

Kembali kesaat ini, Chu Bijie yang dituduh ikut bersengkongkol meracuni kedua pangeran ditahan dipenjara. Ping Ting dengan bantuan Ze Yin, jendral kerajaan Liang dan anak buahnya membuat pesawat layang yang akan digunakan untuk memasuki istana kerajaan Jin dari jalan atas. Awalnya mereka hendak masuk dengan membawa pasukan tapi penolakan Mo Ran untuk bergabung membuat Ping Ting pergi seorang diri menerobos istana kerajaan Jin dengan pesawat layang dan melandas dengan sempurna didepan pintu gerbang balai kekaisaran. Setelah memarkir pesawat layangnya dia memasuki balai istana dibawah todongan puluhan senjata prajurit meskipun mengetahui He Xia dan raja Liang dalang dibalik kematian kedua pangeran, Ping Ting malah mengaku dialah pelakunya demi melindungi ‘mantan’ tuan mudanya. Ping Ting dengan pasrah menerima cambukan demi cambukan yang dilakukan oleh kasim dengan titah Sima Hong. Sampai datanglah Chu Bijie yang telah keluar dari penjara, raja memerintahkan padanya untuk membuktikan ketidakbersalahannya dengan membunuh Ping Ting.

Dengan ekspresi dingin Bijie mengarahkan pedang kearah Ping Ting seketika itu datang Ze Yin yang menangkis pedang Bijie dan mereka pun bertarung tapi Ze Yin bukan tandingan sang dewa perang ketika Bijie melancarkan serangan mematikan kearah Ze Yin, Ping Ting menjadikan tubuhnya tameng hidup dan pedang Bijie pun tepat menusuk dada gadis tersebut. Bijie memangku tubuh lemah gadis yang dicintainya itu, kasim datang dan melihat keadaan luka Ping Ting yang dalam memberitahu Sima Hong bahwa Ping Ting telah tewas. Dengan penuh kepuasan Sima Hong masuk kedalam istana, sementara Bijie mengerahkan tubuh Ping Ting kepada Ze Yin yang membawanya keluar istana lalu diserahkan pada seorang gadis didalam kereta kuda yang langsung bergegas pergi. Kabar kematian Ping Ting sampai pada Hexia yang menanggapinya dengan terdiam sementara Dong Zhuo yang sudah menanggap Ping Ting kakaknya sendiri menangis penuh kemarahan dan bernafsu untuk membunuh Chu Bijie. 

Zui Ju (Zou Yang) gadis yang membawa Ping Ting pergi adalah gadis ahli pengobatan yang mana gurunya dulu tabib Huo Hainan pernah mengobati Bijie. Walaupun nyawanya bisa diselamatkan tapi Ping Ting jatuh koma tapi dengan teknik pengobatan dari Zui Ju gadis itu bisa sadar dan kondisinya mulai pulih. Pada awalnya Bejie menjaga jarak dari Ping Ting tapi hatinya luruh dengan aksi yang dilakukan Ping Ting. Setelah menyiapkan hadiah ulang tahun untuk istri tercintanya Bijie kembali ke istana dan menghadap Sima Hong yang sedang mengadakan upacara kematian untuk kedua putra dan permaisurinya yang juga sudah meninggal karena dibunuh oleh selir Zhang yang bersama ayahnya menteri Zhang Yuan Sheng telah menguasai pemerintahan dan juga raja yang kondisinya makin lemah karena ketergantungan pada obat yang diberikan selir Zhang. Sima Hong mencopot gelar pangeran dari Chu Bijie dan menurunkannya menjadi jendral sedangkan komando militer dialihkan pada menteri Zhang yang lamgsung memerintah Bijie memimpin 10.000 pasukan untuk membantu negara Bai Lan menghadapi serangan 100.000 pasukan negara Liang. Bijie meminta tambahan pasukan lagi tapi tidak dihiraukan karena tidak bisa menolak Bijie pergi kemedan perang dan seperti yang sudah diduga ternyata perintah itu adalah jebakan yang diatur oleh Hexia yang sekarang telah menjadi pangeran Bai Lan karena menikahi Putri Yao Tian (Gan Ting Ting), penerus satu-satunya kerajaan Bai Lan yang telah berkomplot dengan menteri Zhang dan raja Liang untuk menghabisi Chu Bijie. 

Pasukan yang dipimpin Bijie telah sangat terdesak oleh serangan pasukan Liang, dia mengirim kurir untuk meminta pasukan bantuan. Hal yang aneh adalah tidak terlihat sama sekali pasukan negara Bai Lan itu membuat Bijie sadar bahwa pertempuran ini adalah jebakan untuk melenyapkannya. Sementara rumah persembunyian Ping Ting, Zui Ju dan Mo Ran mendapat serangan dari para pembunuh kiriman menteri Zhang meski diawal Mo Ran kesulitan menghadapi para penyerang seorang diri beruntung para prajurit yang setia pada Chu Bejie datang dan langsung membasmi penyerang mereka sampai menyisakan satu orang yang lalu dipaksa membeberkan siapa dalang penyerangan ini dan juga membocorkan kondisi Chu Bejie saat ini yang sedang dalam kondisi bahaya. Ping Ting pun memimpin Mo Ran beserta prajurit lainnya untuk menyelamatkan suaminya. Dengan siasat Ping Ting dia bisa memaksa mundur pasukan Liang sesegera mungkin dia menemui suaminya dan dengan sedih melihat keadaan Bijie yang penuh luka diseluruh badannya dan dengan haru mereka melepas kerinduan. 

Keesokan harinya datang undangan dari Bai Lan untuk Beijie yang sepertinya sudah diperkirakan keduanya. Diaula istana Bai Lan, Beijie menolak mentah-mentah pemberian Yao Tian dan membeberkan fakta tentang kelakuan dan sifat putri dan pangeran Bai Lan yang karena mereka ribuan prajurit Jin yang tidak bersalah menjadi korban dari pertempuran yang tidak berarti setelah itu dia pun pergi. Perkataan Beijie membuat para menteri Bai Lan membuat petisi agar putri Yao Tian menghukum Hexia karena telah membuat Bai Lan mendapatkan aib tapi Yao Tian tidak menghiraukannya dan tetap mendukung suaminya. 

Beijie dan Ping Ting berkuda berdua dalam perjalanan pulang mereka diserang oleh sekelompok pembunuh kiriman menteri Zhang yang dengan mudah diatasi Beijie. Melanjutkan perjalanan dengan jalur laut mereka menyiapkan jebakan untuk menghadapi serangan berikutnya dan seperti yang sudah diperkirakan ketika hari sudah malam kapal mereka kedatangan ‘tamu’ dan dengan rencana yang sudah disiapkan mereka bisa mengecoh dan meledakkan kapal beserta para penyerangnya juga Ping Ting dan Beijie telah menyiapkan dua tubuh pengganti untuk menyamarkan kematian keduanya. Berpindah ke sebuah gua Ping Ting sibuk mengubah penampilan Beijie dan itulah adegan terakhir dari episode 24.

Hexia semakin menunjukkan keculasan dan kelicikannya semua orang dianggapnya hanya sebagai pion saja yang hanya dimanfaatkan. Terbutakan oleh dendamnya pada Chu Beijie membuatnya tak segan untuk mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa orang yang tidak berdosa untuk memuaskan hasrat balas dendamnya. Demikian pula dengan cinta kasih yang dicurahkan putri Yao Tian yang terus disia-siakannya semoga Hexia tidak terlambat untuk menghargai cinta Yao Tian dan kepercayaannya. Dan apakah keinginan Chu Beijie dan Bai Ping Ting untuk hidup menyepi dan bebas dari segala intrik peperangan dapat terwujud?  

Review Serial Saimdang Light’s Diary Ep 1-8

Serial comeback nya Lee Young Ae setelah vakum selama 14 tahun dari dunia akting semenjak berperan sebagai dokter wanita pertama dinasti Joseon Dae Jang Geum di serial Jewel in the Palace. Serial yang sangat sukses tidak hanya di negeri asalnya Korea Selatan tapi juga di mancanegara lainnya. Kisahnya yang mengharukan tapi tidak terkesan cengeng disertai konflik-konflik baik politik, sosial maupun persamaan gender membuat serial Jewel in the Palace begitu dikenang dan membekas di hati para penontonnya. Dan tentu sebagai pemeran utamanya Lee Young Ae lah yang menjadi sorotan utama dan menjadikannya artis terpopuler saat itu maka tidak mengherankan jika serial Saimdang ini sangat dinantikan. 

Saimdang the light’s diary menampilkan dua kisah wanita dengan setting waktu masa kini dan masa lampau yaitu Seo Ji Yoon dan Shin Saimdang yang keduanya diperankan oleh Lee Young Ae. Seo Ji Yoon dengan keadaan finansial keluarganya yang sangat buruk karena bisnis suaminya, Jung Min-Seok (Lee Hae Young) mengalami kegagalan dengan kondisi dicari-cari oleh para penagih hutang dia berusaha menjaga ibu mertua dan anaknya hingga akhirnya mereka berakhir hidup mengontrak di daerah pinggiran Seoul. Keadaan semakin buruk ketika Ji Yoon dipecat dari pekerjaannya sebagai staf pengajar di universitas karena memiliki konflik dengan profesor pembimbingnya Min Jung Hak (Choi Jung Han). Konflik itu dimulai ketika Ji Yoon menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Han Sang Hyun (Yang Se Jong) mengenai keaslian lukisan Keumkangsando karya pelukis legendaris Ahnkyun dimana prof Min adalah pembicaranya. Tanpa disengaja Ji Yoon menungkapkan keraguannya mengenai keaslian lukisan tersebut. Hal itu membuat prof Min murka dan membuatnya dipecat sampai dirinya terlunta-lunta di Italia dan disanalah dia menemukan diary tua milik Saimdang yang didalamnya memuat kebenaran tentang lukisan Ankhyung. Dimulailah kisah Saimdang dengan gaya flashback ketika Ji Yoon bersama Sang Hyun dan sahabat Ji Yoon, Ko Hye Jung (Park Jun Myun) meneliti dan menerjemahkan diary Saimdang. 

Shin Saimdang adalah putri Shin Myung Hwa (Choi Il Hwa) seorang bangsawan yang dulunya bekerja di kerajaan pada masa Raja Joongjong tapi dirinya memilih mengundurkan diri dan menyepi di daerah pedesaan dan mendirikan sekolah untuk para gadis bangsawan. Saimdang muda (Park Hye Soo) memiliki bakat seni yang sangat potensial terutama dibidang melukis karena penasaran ingin melihat lukisan Keumkangsando dia memasuki rumah keluarga yang memilikinya hingga dia dipergoki oleh sang tuan muda keluarga tersebut yaitu Lee Gyeom (Yang Se Jong). Benih-benih cintapun tumbuh dikedua hati muda-mudi tersebut sampai mereka sepakat untuk menikah tapi tragedi pun terjadi ketika Raja Joongjong (Choi Jung Han) bersama ajudannya sedang berkeliling negara dengan pakaian sipil singgah dirumah keluarga Shin dan meninggalkan puisi untuk bangsawan Shin yang isinya mengenai pembantaian pemberontakan dimasa lalu. Tanpa disengaja Saimdang melihat puisi tersebut dan menuliskannya di lukisan karyanya yang menuangkan keprihatinan Saimdang atas kesengsaraan warga desa yang kelaparan sangat kontras dibanding kehidupan para bangsawan yang berpesta pora. 

Nyawa Saimdang pun dalam bahaya ketika dirinya menjadi saksi pembantaian warga desa tersebut atas perintah walikota Min Chi Yung (Choi Cheol Ho). Diketahuinya ada saksi yang menyaksikan pembantaian tersebut oleh Min Chi Yung ketika dia mendapat kiriman berupa pita rambut bercorak bunga dan buku berisi lukisan2 Saimdang yang menggambarkan kebobrokan tingkah laku para bangsawan. Dia pun memerintahkan untuk mencari dan membunuh saksi tersebut yaitu Saimdang. Disisi lain nyawa ayah Saimdang pun dalam bahaya ketika raja Joongjong memerintahkan untuk membunuh para bangsawan yang menerima puisinya. Ayah Saimdang pasrah dengan perintah raja tersebut tapi ibu Saimdang memohon pada pengawal raja yang akan membunuh suaminya untuk memberi mereka satu hari agar bisa menyelamatkan nyawa putrinya. Pengawal itu memberikan syarat jika ingin nyawa putri mereka dan Lee Gyeom yang adalah sepupu raja selamat maka rencana pernikahan Saimdang dan Lee Gyeom harus dibatalkan. Saimdang mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dan diapun merelakan dirinya menikah dengan orang lain demi keselamatan orang yang dicintainya walaupun pada akhirnya ayah Saimdang harus meregang nyawa dibawah pedang sang pengawal raja. 

Hidup Lee Gyeom menjadi tidak karu-karuan semenjak pernikahannya dengan Saimdang gagal. Lee Gyeom dewasa (Song Seung Hoon) hanya minum2 dan keluar masuk rumah bordir sampai dirinya mendengar tentang perpindahan Saimdang dan anak2nya ke kota lain lalu melihat kehidupan Saimdang yang sulit karena kebodohan suaminya. Lee Gyeom menemui Saimdang awalnya dia marah melihat kehidupan Saimdang berubah menjadi sengsara tapi Saimdang membalas perkataan Lee Gyeom dengan berkata bahwa pemuda yang dua puluh tahun lalu dia cintai sudah tidak ada lagi, pemuda dengan bakat seni luar biasa dan sangat bersemangat. Perkataan Saimdang menohok dan menyadarkan Lee Gyeom yang melihat Saimdang walaupun kehidupannya sangat sulit tapi dia terlihat bahagia bersama keempat anaknya. Bayangan masa lalu pun hadir kembali ketika Saimdang bertemu kembali dengan Min Chi Yung, pelaku pembantaian yang dia saksikan dulu selain itu Min Chi Yung juga adalah rival politik dari Lee Gyeom yang sudah kembali berkiprah dikerajaan. Babak baru dimulai ketika tragedi dan kenangan masa lalu kembali bangkit dan menampakkan terornya kembali. 

Ji Yoon dan kedua rekannya mulai menemukan petunjuk2 lain tentang keberadaan lukisan Ankhyung yang asli dari diary milik Saimdang dan ternyata penyebab kebangkrutan perusahaan Min Seok, suami Saimdang juga berhubungan dengan lukisan tersebut sehingga dia pun mulai menyelidiki hal yang sama. 

Dengan gaya flashback dan peran ganda yang dimainkan oleh beberapa pemeran meningatkan saya pada serial Legend of Blue Sea yang juga memiliki gaya yang sama tapi serial Saimdang ini lebih halus dan terasa lebih mengalir ketika berpindah dari masa kini ke masa lampau. Flashback yang ditampilkan kadang dimunculkan saat Ji Yoon dan Sang Yun menerjemahkan diary Saimdang tapi kadang pula ketika Ji Yoon mengalami penglihatan kehidupan Saimdang yang membuat saya menerka apakah nantinya akan dibuat jika Ji Yoon adalah renkarnasi Saimdang hingga dia bisa mengalami penglihatan tersebut. Lalu apakah nantinya Sang Hyun akan mengalami penglihatan yang sama karena dulunya dia adalah Lee Gyeom (muda) berarti apakah nanti akan menjurus ke kisah cinta ‘senior yang sudah menikah dan junior muda’ diantara keduanya? Lalu bagaimana ceritanya Lee Gyeom bisa berada di Italia dan menyembunyikan diary Saimdang dan lukisannya disana? Semuanya masih misteri dan membuat saya penasaran dengan serial ini walaupun di Korea sana katanya ratingnya turun tapi menurut saya serial ini lumayan menarik untuk diikuti. Mungkin beberapa mengharapkan serial ini menjadi Jewel in the palace ‘kedua’ tapi pihak SBS memutuskan menampilkan sesuatu yang lain.

Review Serial General and I Ep 1-14

​Serial yang diadaptasi dari novel karya Feng Nong, A Lonesome Fragrance Waiting to be Appreciated dengan latar waktu saat Tiongkok masih terpecah dengan beberapa kerajaan yang berdiri masing-masing diantaranya kerajaan Jin, Yan, Liang dan Bai Lan. Jenderal besar kerajaan Jin, Chu Beijie (Wallace Chung) dikarenakan kekalahan yang diterimanya saat menggempur benteng kerajaan Yan mengancam raja Yan Murong Su untuk menghabisi keluarga Pangeran Jing’an dengan tujuan menghentikan peperangan diantara dua negara. Keluarga pangeran Jing’an yang selamat hanya He Xia (Sun Yizhou) putra pangeran Jing’an, Dong Zhuo (Hu Wentao) dan Bai Pingting (Angelababy) keduanya teman masa kecil He Xia dan juga pelayannya. 

Saat dikejar prajurit kerajaan Bai Pingting memisahkan diri dari Hexia dan Dong Zhou untuk mengalihkan perhatian sampai dirinya terkena panah dan terjatuh ke sungai. Tak disangka Ping Ting ditolong oleh Chu Bijie yang langsung bersikap posesif terhadapnya. Bijie berkata pada Ping Ting karena dia yang menyelamatkan nyawanya maka Ping Ting adalah miliknya. Ping Ting melarikan diri dari penjagaan Chu Moran (Wei Binghua) letnan kepercayaan dari Chu Bijie tapi selanjutnya dia menampakkan dirinya sendiri dihadapan Chu Bijie. Tujuannya untuk memaksa Jendral Yan itu berjanji agar tidak lagi memburu He Xia. Tiba-tiba He Xia muncul entah darimana dan bertarung dengan Chu Bijie tapi akhirnya dia kalah dan entah kenapa Bijie menuruti perkataan Ping Ting untuk melepaskan He Xia. 

Diselimuti dengan intrik antar kerajaan hubungan Bai Ping Ting dan Chu Bijie yang menjadi fokus serial ini. Chu Bijie begitu melihat tusuk rambut milik Bai Ping Ting langsung mengenali kalau gadis yang berada dipelukannya adalah gadis kecil yang dulu menolong ibu dan dirinya. Ketika itu ibu Chu Bijie terkena wabah penyakit, Bijie kecil memohon pertolongan pada orang2 disekitarnya tapi tidak ada yang peduli sampai dia bertemu dengan Bai Ping Ting kecil dan ayahnya yang menolong mereka. Tapi naas amukan orang2 yang menyalahkan ibu Bijie sebagai pembawa wabah penyakit menyerang dan membakar tenda mereka dan akhirnya membuat ayah Ping Ting meninggal dunia. Sebelum berpisah ibu Bijie memberikan tusuk rambut miliknya kepada Ping Ting dan karena itulah Bijie bisa mengenali Ping Ting sebagai gadis yang selama 20 tahun ini selalu dia kenang dan cintai. 

Sebelum meninggal dunia ayah Ping Ting menyuruh putrinya menghafal buku siasat perang yang merupakan warisan turun temurun keluarga mereka, setelah Ping Ting benar2 menghafalnya dia membakar buku tersebut. Dengan nafas terakhirnya ayahnya meminta Ping Ting menjaga dirinya baik2 dan menyuruhnya pergi ke kediaman Putri Murong Heren yang adalah ibu He Xia. Ping Ting kecil pun tinggal di kediaman sang Putri dan menjadi pelayan pribadi He Xia, meskipun berstatus pelayan tapi Ping Ting diperlakukan sangat baik. 

Ping Ting sangat peduli pada tuan mudanya tapi perubahan sikap dan tindakan He Xia membuatnya tidak lagi bisa mendampingi tuan mudanya tersebut. Dirinya pun membuka hatinya untuk Chu Bijie yang memiliki pemikiran yang sama dengannya yaitu menghentikan peperangan antar kerajaan. Tapi dipenghujung episode 14 Ping Ting dengan rencananya untuk menghentikan serangan kerajaan Jin kepada kerajaan Liang telah mengirim racun untuk digunakan pada raja kerajaan Jin agar jatuh koma tapi racun itu malah digunakan pada kedua pangeran kecil hingga mereka tewas dan kerajaan Jin pun tidak punya pewarisnya. Dan ternyata orang yang mengubah rencananya adalah He Xia, Ping Ting pun memutuskan segala hubungannya dengan He Xia dan bergegas pergi ke kerajaan Jin untuk menyelamatkan Chu Bijie. 

Entah sudah berapa kali Chu Bijie terpojok dalam situasi sulit karena tindakan Ping Ting tapi rasa cintanya pada Ping Ting tidak tergoyahkan. Meski beberapa kali nyawanya dalam bahaya karena Ping Ting tapi dia selalu berusaha melindungi gadis tersebut. 

Cerita romance nya yang kental kadang membuat saya risih melihat seringnya adegan kissing diserial ini. Tapi ceritanya sampai episode 14 cukup menarik diikuti dengan adegan laga dan pertempurannya yang cukup terlihat heroik. 

First Impression-LOCH 2017

Serial yang sudah dinantikan oleh para penggemar karya Jin Yong ini termasuk juga saya akhirnya tayang dan sudah memasuki episode ke 24 di negeri asalnya bila ada yang ingin menonton bisa dilihat di youtube walaupun belum ada subtitle nya tapi jika yang sudah nonton adaptasi sebelumnya dan baca novelnya pasti sudah hafal jalan ceritanya jadi bisa menebak-nebak adegannya. Saya sendiri belum menonton serial ini dari awal hanya beberapa episode saja dan saya lumayan menikmati alur ceritanya yang hampir sesuai dengan alur novelnya. 

Sinematografinya pun juga bagus terutama setting pulau Tho Hoa Tho atau pulau bunga persik dengan latar bunga persik yang indah sangat memanjakan mata. Berbicara tentang pulau Tho hoa tho tentu tidak lepas dari sang empunya datuk dunia persilatan yang berjuluk ‘Sesat Timur’, Huang Yaoshi dan juga putrinya Huang Rong. 

Pemeran Huang Yaoshi kali ini bisa dibilang spesial karena diperankan oleh bintang TVB tahun 80 dan 90an, pemeran Yang Kang paling memorable di Loch 1983 Michael Miu. Seperti yang diharapkan dari aktor senior om Miu, panggilan saya untuk sang aktor, mampu menampilkan sosok Huang Yaoshi dengan gayanya sendiri sangat berbeda dengan sosok Huang Yaoshi yang ditampilkan seniornya Kenneth Tsang di Loch 83. Jika Kenneth Tsang menampilkan sosok Huang Yaoshi yang galak, bertemperamen tinggi dan keras berbeda dengan om Miu dia menampilkan sosok Huang Yaoshi yang elegan, terpelajar dan agak misterius. 

Sisi elegannya terlihat ketika Huang Yaoshi melangkah diatas dedaunan bunga persik, aura pendekar yang berilmu tinggi begitu terasa. Lalu posenya memegang seruling memperlihatkan sisi terpelajarnya dimana tidak hanya memiliki ilmu silat yang tinggi tapi juga menguasai ilmu sastra dan musik. 

Sorot mata dan mimik wajahnya menyiratkan keangkuhan khas Huang Yaoshi apalagi ketika melihat Guo Jing, calon pilihan putrinya. Pandangannya begitu acuh dan menanggap remeh kepada sang calon mantu tapi berbanding terbalik ketika berhadapan dengan putri kesayangannya. Sorot matanya begitu sarat dengan kasih sayang dan juga ketika berbicara pun menjadi lembut. Saya suka sekali melihat interaksi ayah dan anaknya ini, Huang Rong pun terlihat begitu nyaman bermanja-manjaan dengan sang ayah. Jadi bisa dikata chemistry antara ayah dan putrinya ini sudah bagus. 

Sekarang berbicara tentang putri Majikan pulau persik, Huang Rong. Jika berbicara tentang Huang Rong maka yang terbayang adalah seorang gadis remaja cantik, manja dan cerdas tapi memiliki adat yang keras dan semaunya sendiri. Tampilan Li Yitong memang cantik dengan kostumnya yang indah tapi juga ringkas dipakai.

Ketika bermanja-manjaan dengan ayahnya pun dapat chemistry nya lalu kecerdasannya pun terlihat dari alur cerita yang menunjukkan bagaimana Huang Rong mengelabui lawannya. Tapi dari mimik wajah dan bahasa tubuhnya tidak nampak kecerdasan dan keceriaan Huang Rong dari ekspresinya pun biasa saja ketika adegan Rong’er mengelabui seseorang. Tidak ada raut wajah liciknya seorang gadis yang banyak akal bulusnya maupun sorot mata cerdasnya. 

Ditambah adegan tangis2an Huang Rong yang tidak sesuai dengan adatnya yang keras mungkin disesuaikan dengan raut wajah Li Yitong yang terlihat sendu dan mudah menangis hingga diubahlah karakter Huang Rong yang kuat jadi mudah menangis dan jadilah Huang Rong digambarkan lebih feminim dan lembut. 

Lalu bagaimana dengan Guo Jing, William Yang Xuwen yang menjadi sang tokoh utama diserial ini memiliki tampilan yang bisa dibilang ala-ala ‘boyband’ dengan poni selempang dan rambut pendek dikucir, Guo Jing memiliki tampilan ala anak muda masa kini. Yang Xuwen terlihat cukup tampan dengan tampilan seperti itu tapi aura kependekaran ala Guo Jing kurang terlihat dengan tampilannya yang seperti ini. 

Memang Guo Jing itu digambarkan sebagai remaja yang telat mikir, lamban dan polos tapi dia memiliki jiwa kependekaran yang tinggi dan hal itu kurang nampak pada Yang Xuwen. Untunglah menjelang akhir episode nanti tampilan Guo Jing diubah menjadi lebih dewasa dengan rambut diikat kebelakang. 

Mungkin untuk menunjukkan chemistry antara Huang Rong dan Guo Jing sering sekali adegan mereka berpelukan. Tapi ketika melihatnya kurang terasa chemistrynya layaknya hanya melihat dua orang teman saja. Tatapan Yang Xuwen ketika menatap Huang Rong rasanya datar saja bila dibandingkan dengan pasangan Guo Jing dan Huang Rong sebelumnya di Loch 2008 yaitu Hu Ge dan Ariel Lin. Chemistrynya bisa terlihat dari cara mereka saling memandang maupun interaksi diantara mereka berdua dan hal itu belum dimiliki oleh Yang Xuwen dan Li Yitong. 

Dengan keberadaan Michael Miu yang pernah tampil cemerlang sebagai Yang Kang di Loch 83 tentu menjadi cambuk tersendiri bagi Chen Xingxu untuk menunjukkan kualitas aktingnya sebagai Yang Kang. Yang Kang ditampilkan dengan menarik oleh Cheng Xinxu, sang antagonis yang bermuka dua disatu sisi Yang Kang yang culas dan licik disisi lain ada Yang Kang yang benar-benar mencintai ibu dan kekasihnya Mu Nianci.

Sorot mata Yang Kang ketika berbicara dengan Mu Nian Chi terasa penuh cinta meski diselimuti dengan kebohongan berbanding terbalik saat adegan antagonis raut mukanya licik dan culas juga memiliki wibawanya sendiri ketika menghadapi anak buahnya. Dari keempat tokoh utama hanya Cheng Xinxu saja yang menampilkan akting cukup memuaskan. 

Tidak disangka saya akan menyukai karakter Ouyang Ke tapi Liu Zhiyang bisa membuat saya menyukainya. Karakter Ouyang Ke digambarkan sebagai pria playboy yang senang mempermainkan wanita. Tampil dengan gaya lain daripada para pendahulunya Ouyang Ke memiliki tampilan yang agak necis dan lebih bergaya. 

Gayanya ketika menggoda wanita disertai senyum khasnya terlihat begitu menarik. Tapi disisi lain dia juga bisa menampilkan sisi Ouyang Ke yang cerdas dan licik. Adegan adu silat antara Ouyang Ke dan Huang Rong diatas bejana oke sekali. 

Mu Nian Chi yang sangat cantik diperankan oleh Meng Zi Yi. Raut wajahnya yang tegas jauh dari istilah sendu yang biasanya dimiliki para pendahulunya. Jadilah disini karakter Mu Nian Chi terasa lebih kuat dan tegar dibanding karakter Huang Rong yang jadi terasa cengeng. 

Didukung oleh para aktor senior sebagai peran pendukung macam Michael Miu dan Ray Lui tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keempat tokoh utamanya yang merupakan aktor dan aktris pendatang baru untuk lebih menunjukkan kemajuan kualitas akting mereka. Semoga disisa episode selanjutnya mereka lebih menunjukkan performa lebih baik lagi. Karena baik adegan laga maupun suara dubber nya sudah oke sekali. 

Review Serial Novel In Death-J.D. Robb

Novel dengan genre suspense-romance dengan tokoh utamanya adalah Letnan Eve Dallas, polisi kota New York bagian pembunuhan dan suaminya Roarke, seorang businessman dengan kekayaan luar biasa. Mengambil setting waktu masa depan tahun 2058 dimana manusia sudah biasa melakukan perjalanan luar angkasa. Selain kedua tokoh utama masih ada tokoh2 pendukung lainnya, seperti partner Eve, Delia Peabody dan pacarnya polisi cyber crime, Ian Mcnab. Profile polisi dr. Charlotte Mira, kapten Ryan Feeney dan tidak ketinggalan Sumerseet pengurus rumah Roarke dan juga ‘musuh’ Eve yang tiap bertemu selalu beradu mulut. 

Setiap seri novelnya membahas penyelidikan Eve ketika menungkap kasus pembunuhan. Dituturkan dengan sangat menarik oleh sang pengarang dengan nama pena J. D Robb atau dikalangan pecinta novel romance dikenal dengan nama Nora Robert. Serial novel ini sudah memiliki puluhan series, saya sendiri baru mengoleksi beberapa serial terjemahannya terbitan Gramedia.

Eve Dallas, polisi berpangkat letnan dan merupakan ‘bos’ di bagian pembunuhan kepolisian New York. Memiliki masa lalu yang sangat kelam, setiap seriesnya mengungkapkan sedikit demi sedikit masa lalu Eve. Ayah biologisnya adalah seorang penjahat kelas teri, dirinya menyiksa baik secara fisik, mental dan seksual. Sampai akhirnya ketika Eve berumur 8 tahun karena tidak kuat menahan siksaan dari ayahnya, Eve tanpa sadar menusuk ayahnya berulang kali sampai tewas. Dengan kondisi luka parah dan berlumuran darah, Eve menyelamatkan diri sampai pingsan disebuah gang. Ketika sadar dia sudah berada dirumah sakit dan diawasi oleh polisi, ketika polisi mengajukan pertanyaan Eve kecil tidak bisa menjawab apapun. Eve pun dibawa ke panti asuhan dan ketika usianya sudah cukup dia masuk ke akademi kepolisian. 

Demikian pula dengan suaminya, Roarke juga memiliki masa lalu yang tidak kalah kelam. Pria kelahiran Irlandia sama seperti sang istri dirinya pun mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya, Patrick Roarke. Oleh ayahnya Roarke dipaksa untuk mencopet dan tanpa alasan apapun Roarke dihajar oleh ayahnya sampai suatu ketika Roarke dipukuli sampai hampir mati. Beruntung dirinya ditolong oleh Summerseet, seorang pensiunan tentara yang merawatnya seperti anak sendiri. Dengan Summerseet lah Roarke membangun kembali kehidupannya, dengan kecerdasan dan kemampuannya Roarke berhasil membangun kerajaan bisnisnya dan menjadikannya salah seorang pria terkaya dibumi maupun luar angkasa. 

I want to see you again.” He stopped, took her face in his hands. “I need to see you again.”

Her pulse jumped, as if it had nothing to do with the rest of her. “Roarke, what’s going on here?”

“Lieutenant.” He leaned forward, touched his lips to hers. “indications are we’re having a romance.

J.D. Robb, Naked in Death (In Death, #1)

Naked in death adalah series pertama novel ini, disinilah Roarke dan Eve bertemu. Awal pertemuan mereka adalah ketika Eve menyelidiki kematian Sharon Deblass dan Roarke masuk kedalam daftar tersangka. Eve dengan sifatnya yang dingin dan dedikasinya yang tinggi pada pekerjaannya membuat Roarke benar-benar jatuh hati dan berusaha mendekati sang polisi. Awalnya Eve menolak hubungan ini bahkan ketika Roarke memberinya hadiah berupa kalung berlian hal itu malah membuatnya tersinggung karena berpikir Roarke hendak ‘membelinya’ dengan uang. Tapi tanpa Eve sadari perasaannya pada Roarke sudah tumbuh dan pertengkarannya dengan Roarke membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Dengan emosional Eve datang ke kantor Roarke dan menungkapkan perasaannya sampai mereka pun akhirnya menikah. 

A cop? You married a bloody cop?”

“I married a bloody criminal,” Eve muttered, “but nobody ever thinks of that.

J.D. Robb, Vengeance in Death (In Death, #6)

Salah satu daya tarik serial novel ini adalah chemistry yang dihadirkan oleh pasangan Eve dan Roarke, yang satu adalah polisi yang memegang teguh hukum dan prinsip keadilannya dan yang satu lagi adalah ‘mantan’ penjahat yang memiliki prinsipnya sendiri dalam hal keadilan dan tidak terlalu menghormati hukum. Perbedaan inilah yang kadang membuat keduanya bertengkar bahkan disalah satu novel Divided in death sampai membuat mereka terpisah dan saling menghindar. Tapi pertengkaran mereka selalu dapat mereka selesaikan dan membuat hubungan Eve dan Roarke semakin romantis. 

But Eve had already scented it, already—despite herself—begun to smile. “It’s coffee,” she murmured, unaware of the way her voice softened as she reached for the simple brown bag Mavis held. “Coffee.” Illusions shattered, Mavis stared. “The man’s got more money than God, and he sends you a bag of coffee?”

“Real coffee.” 

“Oh, well then.” In disgust, Mavis waved a hand. “I don’t care what the damn stuff costs a pound, Dallas. A woman wants glitter.” 

Eve brought the bag to her face and sniffed deep. “Not this woman. The son of a bitch knew just how to get to me.” She sighed. “In more ways than one.

J.D. Robb, Naked in Death (In Death, #1)

Eve sangat menyukai kopi hitam dan hal itulah yang dimanfaatkan oleh Roarke untuk mendekatinya. Bukan perhiasan ataupun bunga yang dihadiahkan pertama kali oleh Roarke tapi sekantung kopi dengan kualitas terbaik. Bahkan Mavis, sahabat Eve merasa heran tapi Eve tersentuh dengan hadiah yang diberikan Roarke. 

I once stood in a field in Ireland, alone, a little lost, and wishing for you more than I wished for my next breath. And you came, though I never asked you, you came because you knew I needed you. We don’t always do what’s right, what’s good. Not even for each other. But when it counts, down to the core of it, I believe we do exactly that. What’s right and good for each other. There’s no rule to that. It’s just love.”

Just love, she thought when he stepped out. She may have been going into her own personal hell to face a killer, but right at that moment she considered herself the luckiest woman in the world.

J.D. Robb, New York to Dallas (In Death, #33)

You are who you are. I know you. You believe that?

“Yea but–“

“You’re Eve Dallas. You’re the love of my life. My heart and Soul. You’re a cop, mind and bone. You’re a woman of strength and resilience. Stubborn, hardheaded, occassionally mean as a badger, and more generous that you’ll admit.

J.D. Robb, Possession in Death (In Death, #31.5)

For once, he slept first. She lay in the dark, listening to him breathe, stealing a little of his warmth as her own body cooled. Since he was asleep, she stroked his hair.

“I love you,” she murmured. “I love you so much, I’m stupid about it.”

With a sigh, she settled down, closed her eyes, and willed her mind to empty.

Beside her, Roarke smiled into the dark.

He never slept first.

J.D. Robb, Ceremony in Death (In Death, #5)

Review Romantic Doctor Teacher Kim

Serial ini berkisah tentang seorang dokter ahli bedah bernama dr. Boo Yong Joo yang memiliki keterampilan luar biasa dalam ilmu bedah membuat dirinya dijuluki “Tangan Tuhan”. Karena suatu insiden yang membuat seorang pasien yang sangat berarti bagi dirinya meninggal dunia membuatnya mengundurkan diri dari rumah sakit Geodae. Bekerja kembali di sebuah rumah sakit tua di pelosok desa dia mengganti nama menjadi Kim Sabu atau Guru Kim. 

Han Suk Kyu sebagai Boo Yong Joo/Kim Sabu

Seorang dokter muda ahli bedah, Kang Dong Joo dimutasi ke rumah sakit Doldam yang terpencil karena gagal ketika melakukan operasi pada seorang pasien VIP. Sewaktu dirinya masih remaja ayahnya meninggal karena terlambat mendapatkan penanganan medis. Dong Joo pun mengamuk dirumah sakit ketika itu datang seorang dokter yang menghentikan amukannya. Sambil mengobati luka Dong Joo dokter itu menasehatinya dan perkataan dokter itulah yang menginspirasinya untuk menjadi seorang dokter. Tak disangka dia bertemu kembali dengan sang dokter itu di rumah sakit Doldam. 


Yoo Yun Suk sebagai Kang Dong Joo

Yoon Seo Jung dokter spesialis penanganan darurat, setelah dirinya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tunangannya tewas, dalam keadaan luka-luka Seo Jung mendaki gunung seorang diri sampai dia terjatuh dan membuat pergelangan tangannya terluka parah. Ketika tidak sadarkan diri di hutan Seo Jung ditolong oleh Kim Sabu dan membawanya ke rumah sakit Doldam. Dengan pergelangan tangan yang tidak bisa bergerak dengan baik membuatnya tidak bisa bekerja sebaik dulu. Tetapi hal tersebut tidak membuatnya menyerah dan berusaha memperbaiki kekurangannya. 

Seo Hyun Jin sebagai Yoon Seo Jung

Konflik sederhana dengan drama yang tidak berlebihan itulah yang ditampilkan serial ini. Tertipu dengan judulnya ‘Romantic Doctor’ saya kira serial ini akan menceritakan kehidupan asmara para dokter tapi justru yang lebih banyak diceritakan adalah ‘pertempuran’ para dokter dan perawat diruang operasi dan unit gawat darurat. 

Memang ada cerita romansa antara Dong Joo dan Seo Jung tapi bisa dibilang hanya bumbu pemanis. Konflik yang sebenarnya terjadi antara Kim Sabu dengan direktur rumah sakit Geodae, dokter Do Yoon Wan rivalnya sejak dulu. 

Choi Jin Ho sebagai Do Yoon Wan

Berawal dari Presdir Shin yang meminta pada Kim sabu untuk melakukan operasi penggantian batere jantung buatan miliknya. Kim sabu pun menyanggupinya dengan salah satu syarat Presdir Shin menyediakan alat-alat medis untuk rumah sakit Doldam. Direktur Do tidak ingin Presdir Shin dioperasi oleh rivalnya Kim sabu dengan berbagai cara dia berusaha menghentikan operasi itu salah satunya dengan mengirimkan para staf Geodae ke Doldam dan diantara para staf itu adapula dr Do In Boem, putra direktur Do yang juga spesialis bedah umum seperti Kang Dong Joo. Bisa ditebak jika nantinya Dong Joo dan In Boem akan menjadi saingan bahkan nantinya In Boem pun menyukai Seo Jung. Jika anda mengharapkan adanya kisah cinta segitiga antara mereka siap-siaplah untuk kecewa karena sang penulis naskah tidak menitikberatkan pada kisah cinta. Lagipula sampai akhir episode In Boem tidak pernah mengungkapkan rasa sukanya pada Seo Jung bahkan diawal In Boem malah mengira jika Seo Jung adalah saudara seayah hasil hubungan gelap ayahnya karena selama ini Seo Jung dibiayai oleh direktur Do. 

Yang Se Jong sebagai Do In Boem

Lebih banyak menampilkan adegan sayat mengayat diruang operasi ada beberapa adegan yang membuat saya merinding dibuatnya sampai tidak kuat melihatnya salah satunya ketika Kim sabu mengoperasi pergelangan tangan Seo Jung yang tanpa sadar menyayat pergelangan tangannya sendiri. Adegannya dibuat nyata sekali dan saya pun terpaksa mengskipnya karena tidak kuat melihatnya. Setiap episode nya ditampilkan dengan menarik, emosi dan adrenalin para staf rumah sakit ketika berusaha menyelamatkan pasien ditambah dengan konflik antar pemain dan bayangan masa lalu yang terus menghantui. Biar kita lari kemanapun ataupun mengganti nama mereka akan tetap ada bila kita tidak berani menghadapinya maka mereka tidak akan berhenti. 

Pertarungan antara orang yang memegang idealisnya dengan orang yang membuang idealisnya demi kekuasaan dan uang itulah inti serial ini. Patut dipuji para pemerannya mereka mampu memeragakan adegan operasi dengan gerakan yang terlihat nyata disertai pengucapan istilah2 medis yang sulit.

 

Review Karakter-Huang Rong Part 3

Setelah sedikit mereview kisah Huang Rong muda sekarang saya mau mengenalkan beberapa aktris yang pernah memerankan karakter legendaris ini. 

Barbara Yung-1983

Aktris yang memperkenalkan karakter Huang Rong muda pertama kali di layar kaca Indonesia. Barbara Yung berhasil menghidupkan karakter Huang Rong yang jahil, cerdik, manja dan semaunya sendiri. Lawan mainnya Guo Jing yang diperankan Felix Wong juga tampil dengan cukup baik. 

Huang Rong dengan penampilan terbaik baik kostum maupun tatanan rambut benar-benar menggambarkan sosok gadis dengan kecantikan klasik. Jujur saja saya lebih menyukai penampilan aktris2 Wuxia jaman 80an dibanding sekarang. Ada keindahan tersendiri dengan kostum2 klasik yang mereka kenakan. 

Guo Jing harus benar-benar menahan kesabaran atas semua ulah yang dilakukan gadis yang sulit diatur ini. Salah satu scene yang menunjukkan sisi kejam Huang Rong ini adalah ketika dia membius Hong Qigong lalu mengikatnya dikayu dia membuat setengah badan Hong Qigong terendam air laut. 

Chemistry yang ditunjukkan oleh ayah anak ini begitu terasa. Huang Yaoshi yang diperankan Kenneth Tsang dibalik sikapnya yang dingin dan ‘sesat’ tapi dia sangat menyayangi putrinya. 

Hubungan ‘Tom and Jerry’ yang ditampilkan oleh bocah tua nakal dengan Huang Rong menjadi hiburan tersendiri. Salah satunya ketika Huang Rong yang saat itu sedang terluka Guo Jing meminta tolong pada Bocah tua nakal untuk mengobati Huang Rong tapi Bocah tua nakal malah berkata kalau dia punya kenalan yang menjual peti mati dan akan mendapatkan harga diskon untuk mereka. 

Sayang kita tidak bisa melihat kiprah Barbara Yung di dunia perfilman lagi karena aktris ini sudah meninggal. 

Athena Chu-1994

Jika saat itu TVB tidak memilih Athena Chu dan Julian Cheun sebagai pemain utama entah bagaimana nasib serial ini. Dengan kostum yang sangat sederhana dan latar setting yang seadanya pasangan Guo Jing dan Huang Rong ini mampu menampilkan akting yang memikat dan membuat kita betah menonton serial ini. 

Wajahnya yang manis dan cantik, Athena Chu menampilkan Huang Rong yang manis, cerdas dan halus. Jika Barbara menampilkan Huang Rong yang licik dan semau gue, maka Athena membuat kita melihat Huang Rong yang mudah disukai. 

Dibandingkan kostum Barbara yang cantik dan elegan, kostum Athena sangat sederhana beruntung dia memiliki wajah yang manis dan enak dipandang jadi dipakekan baju apapun tetap keliatan cantik. 

Ariel Lin-2008

Ada yang berkomentar Ariel Lin tidak pantas berperan sebagai Huang Rong karena terlalu chubby dan tidak punya skill beladiri sehingga membuatnya kaku ketika memeragakan adegan laga. Tapi Ariel mampu menghadirkan sosok Huang Rong dengan gaya nya sendiri. 

Diawal kita dikenalkan pada sosok Huang Rong yang jahil, lucu dan kekanak-kanakan. Ariel bisa menampilkan sosok remaja centil yang cerdas dan senang menjahili orang lain. 

Chemistry yang ditampilkan Ariel dan Hu Ge benar2 terasa baik melalui pandangan mata dan bahasa tubuh mereka. Mungkin karena di serial Seven of Sky mereka sudah pernah bermain sebagai pasangan karena itu mereka sudah memiliki chemistry yang kuat. 

Trio guru-murid yang kompak, Bryan Leung bisa dibilang aktor terbaik pemeran pengemis sakti Hong Qigong. 

Adanya pengembangan karakter diserial ini bila diawal ditampilkan Huang Rong yang kekanak-kanakan. Maka menjelang akhir Ariel menampilkan sosok Huang Rong yang dewasa dan berpikiran luas. Sayang diserial ini tidak ada bagian penyelamatan benteng Xiangyang.

Zhou Xun-2003

Yang bisa dikatakan untuk Zhou Xun dan Li Yi Peng mereka terlalu tua untuk memerankan karakter pendekar remaja Huang Rong dan Guo Jing. Seperti melihat tante-tante dan om-om yang mencoba berpenampilan muda. 

Jika menyangkut masalah akting baik Zhou Xun maupun Li Yi Peng sudah memiliki jam terbang cukup lumayan sehingga mereka bisa membawakan kedua karakter ini dengan gaya mereka. Tapi baik kostum maupun gaya rambut tidak membantu sama sekali untuk membuat mereka terlihat muda. Jikalau mereka berperan sebagai Huang Rong dan Guo Jing di Return of Condor Heroes maka akan lain cerita. 

Ketika sutradara Zhang Jizhong memproduksi serial ini dia juga sedang menggarap serial Demi Gods and Semi Devils yang juga karya Chin Yung. Jika dibandingkan kedua serial tersebut maka akan terlihat perbedaan jauh antara kualitas wardrobenya. Di serial DGSD kostum-kostum yang dikenakan oleh para pemainnya begitu bagus dan sesuai dengan karakternya. Bandingkan kostum Huang Rong nya Zhou Xun dengan kostum Wang Yuyan nya Liu Yi Fei begitu sangat berbeda kualitasnya. Mungkin inilah salah satu penyebabnya sang sutradara menganaktirikan serial LOCH. 

Idy Chan-1988

Satu lagi tante-tante yang dipaksakan memerankan gadis muda. Tak bisa dipungkiri bila Idy Chan tampil memukau sebagai Xiao Long Nu bersama Andy Lau sebagai Yang Guo. Wajahnya yang sendu dan melonkalis sama sekali tidak cocok berperan sebagai gadis ceria seperti Huang Rong.

Li Yi Tong-2017

Aktris pendatang baru yang langsung didaulat untuk memerankan karakter legendaris Huang Rong. Tak ayal banyak yang meragukan apakah Li Yi Tong bisa membawakan karakter ini sebaik pendahulunya. 

Dipasangkan dengan William Yang Xuwen sebagai Guo Jing. 

Saya belum bisa memberi pendapat tentang Huang Rong nya Li Yi Tong ini karena belum menonton serialnya. Serial ini masih tayang di Mainland sana. 

Karakter Huang Rong lah yang membawa saya menyukai serial-serial Wuxia khususnya karya-karya Chin Yung. Karakternya yang cerdas, jahil dan manja membuat betah mengikuti kisah ini baik membaca novelnya ataupun menonton serialnya. 

Review Karakter-Huang Rong Part 2

Kutipan novel :
“Saudara-saudara, dengarlah!” Huang Rong berteriak pula. “Tongkat Kay Pang ada di tanganku, akulah pangcu dari Kay Pang kamu!”

Semua pengemis itu melengak, tindakan kaki mereka berhenti sendirinya. Memang belum pernah mereka mengalami peristiwa tongkat suci mereka kena dirampas orang.

Kutipan diatas diambil saat Huang Rong merampas tongkat pemukul anjing dari tangan Yang Kang yang mengaku sebagai ketua Kaypang. Untuk membuktikan dirinya ketua yang tulen Huang Rong bertarung dengan Yang Kang dan dua tetua Kaypang dengan menggunakan 36 jurus memukul anjing. Jurus itu hanya diturunkan turun temurun kepada ketua Kaypang walaupun semua anggota kaypang sudah mengakui Huang Rong sebagai ketua mereka, masih ada seorang tetua yang berusaha menghipnotisnya untuk diperalat beruntung Huang Rong sudah mempelajari ilmu tersebut dari kitab 9 yin yang dihafal Guo Jing. Diapun membalikkan hipnotis kembali pada pengirimnnya sehingga membuat tetua itu tertawa tiada henti. 

Huang Rong terluka sangat parah akibat pukulan Tapak besi saat mencari buku siasat perang. Atas petunjuk yang diberikan oleh seorang wanita misterius bernama Yinggu. Guo Jing membawa kekasihnya berobat ke biksu Yideng, tapi sebelum itu mereka harus melewati keempat murid biksu tersebut yang tidak ingin guru mereka mengobati Huang Rong tapi diakhir Huang Rong bisa diobati oleh sang biksu. 

Tragedi lain pun terjadi dan meretakan hubungan Guo Jing dan Huang Rong. Seketiba dipulau persik mereka menemukan mayat kelima guru Guo Jing didalam makam ibunda Huang Rong. Guo Jing yakin jika ayah Huang Rong lah yang membunuh mereka, Guo Jing memutuskan hubungan mereka. Dia meninggalkan Huang Rong sendirian dan pergi untuk membalas dendam pada Huang Yaoshi. 

Huang Rong kembali kedalam makam ibunya disana dia menemukan bukti yang menunjukkan siapa pembunuh sebenarnya. Kembali bertemu dengan Guo Jing, Huang Rong mencoba menjelaskan padanya kebenarannya tapi Guo Jing sama sekali tidak mau mendengarkan dan terus mencoba menyerang ayahnya. Serangan yang dilancarkan oleh pasukan yang dipimpin Wanyen Honglieh dan Auwyang Hong membuatnya terpisah dari ayahnya. Ketika melihat guru pertama Guo Jing dalam bahaya Huang Rong menolongnya dan membawanya ke kuil jenderal Yue Fei dan merawat lukanya. Ketika malam hari ditengah mereka beristirahat tak terduga datang rombongan Yang Kang, Auwyang Hong, Wanyan Honglieh beserta prajurit Jin lainnya. 

Huang Rong menyuruh guru pertama Guo Jing bersembunyi dibalik patung sementara dia menghadapi Auwyang Hong. Dia menungkapkan pelaku sebenarnya yang ternyata Auwyang Hong dan Yang Kang dengan bukti yang dimilikinya yaitu sepatu giok milik Yang Kang dan kesaksian dari Shagu. Huang Rong membeberkan kejadian yang sebenarnya disaat itu Yang Kang yang tidak mau kejahatannya dibeberkan yaitu dialah juga yang membunuh Auwyang Ke keponakan Auwyang Hong, menyerang Huang Rong dengan jurus cakar putih tapi naas telapak tangannya terluka dan dia terkena racun hingga tewas. 

Tinggal mereka berdua Auwyang Hong memaksa Huang Rong menjelaskan isi kitab 9 yin dengan tipuannya dia mengecoh racun tua itu tapi ternyata Auwyang Hong sudah mengetahui kalau ada yang bersembunyi dibalik patung yaitu guru pertama Guo Jing. Dengan menjadikan Ke Zhen’e sebagai sandera dia membuat Huang Rong menyerah dan terpaksa pergi dengannya. 

Guo Jing mengetahui kebenaran dari gurunya langsung berusaha mencari keberadaan Huang Rong tapi tidak berhasil. Hampir setahun dia berusaha mencari sampai tidak sadar sudah sampai ke Mongolia. Disana dia bergabung dengan pasukan Mongol untuk memerangi pasukan bangsa Jin. Dengan berbekalkan kitab perang milik Jendral Yue Fei, Guo Jing berusaha memimpin pasukannya. Tapi dasarnya memang Guo Jing bebal dalam hal belajar dia kesulitan memahami kitab itu. Ditengah kesulitannya Guo Jing kedatangan rombongan Kaypang yang datang ke Mongolia. Guo Jing langsung menanyakan keberadaan Huang Rong yang adalah ketua Kaypang tapi mereka mengaku tidak mengetahuinya.

Hal yang membuat Guo Jing curiga jika Huang Rong berada dirombongan Kaypang adalah tetua Lou yang bisa menjelaskan isi kitab perang Yue Fei tapi sebelum memberikan jawaban atas pertanyaannya tetua Lou pergi lalu setelah beberapa saat dia kembali dan memberikan jawabannya. Itu berarti tetua Lou menanyakan dulu jawabannya pada seseorang dan Guo Jing merasa yakin kalau orang itu adalah Huang Rong. 

Kemunculan Auwyang Hong yang mencari-cari Huang Rong di Mongolia semakin memperkuat dugaannya. Akhirnya Guo Jing mengancam tetua Lou kalau dia tidak dipertemukan dengan Huang Rong, maka dia akan memenggal kepala tetua Lou. Guo Jing bisa bertemu dengan Huang Rong tapi dia terlebih dahulu harus memanjat tebing terjal. Ketika sampai diatas dia bertemu dengan sang kekasih yang dirindukannya, Guo Jing meminta maaf pada Huang Rong karena tidak mempercayainya.

Peperangan telah usai dengan akal cerdik Huang Rong, Guo Jing mampu menaklukan benteng milik bangsa Jin dan mengeksekusi Wanyan Honglieh orang yang telah membunuh ayahnya. Melihat Guo Jing telah berjasa besar, Huang Rong menyuruh Guo Jing untuk berbicara pada Genghis Khan agar membatalkan pertunangannya dengan putrinya Huazheng. Tapi ketika hendak menemui sang Khan, Guo Jing melihat rakyat bangsa Jin yang sedang ditindas oleh tentara Mongolia. Karena itu Guo Jing pun mengubah permintaannya untuk membebaskan rakyat bangsa Jin dari penjajahan bangsa Mongol. 
Huang Rong sudah menanti kabar gembira tapi sekembalinya Guo Jing, dia mengatakan kalau dia tidak jadi memutuskan pertunangannya. Ketika Guo Jing hendak mengatakan alasannya datang Huazheng, kesalahpahaman terjadi Huang Rong mengira Guo Jing tidak jadi membatalkan pertunangannya karena dia berat meninggalkan Huazheng. Tanpa menunggu penjelasan lagi Huang Rong pergi, Guo Jing mengejarnya tapi yang dia temukan hanyalah baju bulu yang dia hadiahkan dulu. Dia menemukan Auwyang Hong yang badannya terendam sebagian di lumpur hisap, dia memberi tahu kalau Huang Rong telah tenggelam di lumpur hisap. 

Setelah ibunya meninggal secara tragis, Guo Jing berjalan tanpa tujuan. Beruntung dia bertemu dengan pendeta Qiu Chuji yang memberinya pelajaran tentang bagaimana seharusnya seorang pendekar. Setelah berpisah dengan pendeta Qiu, Guo Jing pergi menuju gunung Hoashan guna mencari bocah tua nakal Zhou bothong untuk menanyakan bagaimana cara menghilangkan ilmu silat yang dimilikinya. Tapi tak disangka dia bertemu Auwyang Hong yang sedang memaksa Huang Rong untuk mengajarinya isi kitab 9 yin. Setelah mengusir pergi si racun tua Guo Jing menghampiri kekasihnya tapi Huang Rong yang masih sakit hati menghindari Guo Jing. Ketika sampai disisi jurang Huang Rong mengeluarkan semua hal yang membuatnya menderita. Tapi akhirnya mereka pun berbaikan, setelah itu cerita berlanjut ke pertandingan Hoasan dan pertempuran di benteng Xiangyang melawan tentara Mongolia pimpinan Genghis Khan tapi diakhiri dengan wafatnya sang Khan. Guo Jing dan Huang Rong dengan berkuda bersama pulang menuju pulau persik tempat dimana mereka akan membangun kehidupan yang bahagia. 

Tamat

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑