Review Love Me If You Dare

Bo Jin Yan/Simon seorang profiler kriminal bergelar profesor yg telah banyak bekerja sama dg pihak FBI untuk menangkap penjahat paling keji dan brutal. Meskipun memiliki kecerdasan intelektual yg sangat tinggi tp kecerdasan emosionalnya sangat rendah sehingga membuat Jin Yan tidak senang bergaul dan cenderung introvert dan juga gaya bicaranya yg sarkastik . Untungnya Jin Yan memiliki sahabat setia bernama Fu Ziyu yg bisa memahami sifat uniknya dan senantiasa membantunya baik didalam bidang pekerjaan maupun pribadi.

Sepulangnya dari USA Jin Yan kembali ke vilanya di kota Tong, Tiongkok untuk beristirahat setelah menyelesaikan kasus berat yg bahkan dirinya pun hampir menjadi korban. Disanalah dia bertemu Jian Yao seorang lulusan fakultas bahasa yg bekerja sebagai asisten sementaranya. Ketika itu tengah terjadi kasus hilangnya remaja laki2 berusia 15-16 tahun dan kebetulan salah satu korbannya adalah kenalan Jian Yao yg hilang sewaktu mengantarkan ikan ke villa Jin Yan. Dan hal itulah yg sempat membuatnya dicurigai sbg pelaku penculikan. Tp kepala kepolisian setempat mengenalinya dan bahkan meminta bantuan Jin Yan dlm kasus ini.

Jin Yan bersama dg Jian Yao serta seorang detektif polisi bernama Li Xunran yg juga sahabat masa kecil Jian Yao berhasil menangkap pelaku dan menyelamatkan korban terakhir selain itu mereka menemukan lokasi dimana pelaku mengubur mayat korban2nya. Tp satu keanehan ditemukan di TKP yaitu deretan angka2 misterius yg bila disusun kembali kedalam bentuk huruf menjadi “Hai Simon”. Jin Yan pun curiga bahwa kasus ini berkaitan dg kasus bunga kanibal yg pernah dia tangani.

Merasa cocok bekerja bersama Jian Yao membuat Jin Yan menawarinya bekerja sebagai asisten permanennya dan dg tegasnya Jian Yao menolak tawaran tersebut. Memulai pekerjaannya di sebuah perusahaan ekspor impor Jian Yao dikejutkan ketika Jin Yan datang ke tempat kerjanya dan diperkenalkan sbg direktur pemasaran. Ternyata CEO perusahaan tersebut adalah kakak perempuan Jin Yan, Yin Zi Xi yg meminta bantuan adiknya untuk menyelidiki kasus meninggalnya seorang karyawati yg diduga bunuh diri. Jin Yan menerima permintaan kakaknya dg syarat Jian Yao harus menjadi asistennya. Ketika kasus kedua ini selesai terungkap pelaku yg selama ini menguntit Jin Yan tp sayangnya dia terbunuh dalam ledakan.

Jin Yan masih berusaha merayu Jian Yao agar mau menjadi asisten permanennya dan hasilnya pun tidak sia2. Kasus ketigapun terjadi dikampus almamater Jian Yao dan berhasil diselesaikan. Sementara kasus keempat adalah kasus bunuh diri dimana para pelakunya membakar dirinya sendiri. Di kasus inilah Li Xunran sempat disangka tewas ketika mencoba menggagalkan aksi pembakaran diri tapi ternyata dia diculik dan disiksa oleh Xie Han, seorang psikopat gila yg terobsesi pada Bo Jin Yan dan memiliki hubungan dg Tommy, tersangka kasus bunga kanibal. Bekerja sama dg kepolisian Hongkong, Jin Yan menyelamatkan Li Xunran dan juga korban2 penculikan Xie Han yg lain dan demi perawatan Xunran mereka membawanya ke Amerika.

Sekali lagi Jin Yan harus menghadapi mimpi buruk dan masa lalunya. Bekerja sama dg FBI Jin Yan berusaha menangkap si psikopat gila Xie Han. Tapi apa benarkah Xie Han dalang utama dari semua kasus berdarah ini ataukah orang yg tidak disangka-sangka? Lalu siapakah Allen sosok yg selama ini dicari Xie Han?Berhasilkah Jin Yan dan rekan2nya menyibak kabut misteri ini?

Bisa dikata dari segi cerita serial ini sangat komplit krn baik misteri, thriller, romance dan humor pun ada dan terjalin dg sangat baik dan tersusun rapi. Ada beberapa twist yg benar2 mengejutkan dan tidak terduga. Ditambah suasana kelam dan mencekam yg didukung backsound yg mantap berhasil membuat saya yg menonton menjadi tegang. Sedangkan untuk pemeran utama Wallace Huo saya berikan standing applause karena berhasil menampilkan beragam karakter Bo Jin Yan yg berbeda.

Ketika menyelidiki sebuah kasus Bo Jin Yan seakan masuk dan menempatkan dirinya diposisi pelaku dg begitu dia bisa memahami pikiran dan emosi yg ingin dicapai pelaku. Dan ketika melakoni adegan itu baik ekspresi maupun gestur tubuh dan terutama sorot matanya benar2 memperlihatkan sosok psikopat..

Two thumbs for Wallace Huo…

Lain lagi ketika bersama sahabatnya Fu Ziyu.. Bromance diantara Jin Yan dan Ziyu benar2 oke.. Ziyu yg karakternya humoris dan santai bisa mengimbangi karakter Jin Yan yg sarkastik dan terkadang terlalu cuek. Sebelum bertemu Jian Yao hampir semua kebutuhan Jin Yan diurus oleh Ziyu.. Oh iya Ziyu ini jenius juga tp dalam bidang teknologi,, dia bahkan membuatkan mobil untuk Jin Yan yg keren sekali yg diberi nama Andy. Ziyu punya kisah lama sama kakaknya Jin Yan tp putus krn Yin Zixi dijodohkan. Fu Ziyu diperankan oleh aktor pendatang baru Yin Zheng yg mendapat penghargaan aktor pendatang baru di Huading Awards ke 19.. Wallace Huo juga dapat penghargaan aktor terbaik untuk perannya sbg Bo Jin Yan..

Ketika Jin Yan menyatakan cinta pada Jian Yao saya yg nonton jd ingin ketawa.. Mau tau knp tonton aja.. 

Tentu tidak ada gading yg tak retak.. Saat menonton serial ini ada satu kejanggalan yg sampai akhir cerita ada.. Yaitu ketimpangan bahasa yg maksudnya ketika baik Jin Yan, Jian Yao ataupun Fu Ziyu ketika mereka berdialog dg orang asing yg satu berbahasa Cina sedangkan yg satu lagi berbahasa Inggris tp secara ajaib mereka bisa mengerti satu sama lain.. Entah krn para pemerannya kurang lancar bahasa Inggrisnya atau alasan lain.. 

Terkecuali untuk Yin Zixi,, kakaknya Bo Jin Yan.. Ketika dia berbicara dg dr. Barness dia menjawab dg bahasa Inggris yg lancar..

Selain hal itu serial ini sangat recommend untuk ditonton.. Salah satu alasannya dibawah sini,, hehe..

Advertisements

Border Town Prodigal

​Sinopsis dari My Dramalist

The leader of the Divine Knife sect, Bai Tian Yu, was mysteriously ambushed and killed in the border town Plum Nunnery. Twenty years later, Fu Hong Xue, leaves the western regions and returned to the central plains (China) in order to investigate his adopted father’s death. At the same time, Bai Tian Yu and Hua Bai Feng’s biological son, Ye Kai, also left for the border town. The two find that it was Bai Tian Yu’s sworn brother, Ma Kong Qun, who organized the assassination. As luck would have it, Ma Kong Qun’s beautiful daughter, Ma Fang Ling falls for Fu Hong Xue, while Ye Kai falls for her…together, they will face Ma Kong Qun.

Adaptasi dari seri kedua novel Pisau Terbang karya Gu Long ini memasangkan Zhu Yi Long dan Viann Zhang sebagai Fu Hong Xue dan Ma Fang Ling. Tapi yang menarik perhatian saya adalah Cui Nong yang diperankan Chai Bi Yun. Dibandingkan dengan karakter Ma Fang Ling yang kesannya kekanak-kanakan dan sok berkuasa Cui Nong memiliki sikap yang dewasa dan mandiri. Dia bisa menghadapi segala situasi dengan tenang dan berkepala dingin. 

Dengan total 50 episode membuat serial ini jadi terkesan memanjang-manjangkan cerita dengan berkutat pada misi balas dendam dan kesalahpahaman diantara Ma Fang Ling dan Fu Hong Xue. Tapi anehnya kesalahpahaman diantara mereka tidak pernah diselesaikan dan dibiarkan berlalu saja. Dan juga alur serial ini terkesan tidak adil bagi Cui Nong dia sudah banyak berkorban untuk orang-orang yang disayanginya. Tapi yang didapatnya hanya kesalahpahaman dan penolakan juga ditambah akhir hidupnya yang tragis. 

Tidak seperti Ma Fang Ling yang menyukai Fu Hong Xue karena sumpahnya, perasaan Cui Nong pada Fu Hong Xue lebih karena merasa memiliki kesamaan dan juga hanya Fu Hong Xue lah yang pernah bersikap tulus padanya. Jujur saya lebih memilih Fu Hong Xue bersama dengan Cui Nong dan diakhir cerita mereka memiliki happy ending.  

Terlepas dari kisah tragis Cui Nong, serial ini cukup layak untuk ditonton baik dari segi kostum, casting, fighting dan sinematografinya. 

Review Serial Princess Jieyou Episode 1-12

Jieyou, seorang gadis yatim piatu yang mengembara bersama kelompok penghibur jalanan. Ketika usianya dua tahun Jieyou ditemukan oleh ketua kelompok penghibur itu dengan sebuah giok terkalung dilehernya. Suatu hari Jieyou menolong seorang pemuda yang tertusuk dan hampir sekarat. Pemuda itu mengenalkan diri dengan nama Wenggui seorang yatim piatu yang sedang mencari sanak saudaranya. 

Setiap saat mereka berdua selalu bertengkar tapi hal itulah yang membuat Jieyou dan Wenggui semakin dekat. Suatu ketika Jieyou dan kelompoknya terjebak dalam badai pasir beruntung ada Wenggui yang menuntun mereka ketempat aman. Persediaan air yang habis membuat Jieyou nekat keluar untuk mencari sumber mata air tapi dia malah tersesat dan akhirnya jatuh pingsan untunglah Wenggui menemukannya. Dengan mengandalkan insting kuda mereka berhasil menemukan mata air. 

Wenggui mengucapkan salam perpisahan pada Jieyou karena dia hendak menyelesaikan urusannya. Tapi baru sebentar Wenggui kembali dengan diikuti pasukan Xiong Nu yang memaksanya menunjukkan mata air. Dengan akal dan trik mereka, Jieyou dan Wenggui berhasil meloloskan diri tetapi giok milik Jieyou hilang. Wenggui meninggalkan pisau miliknya pada Jieyou dan berjanji untuk menemukan giok tersebut. 

Ketika memasuki kota kelompok Jieyou ditangkap pihak berwajib karena memiliki pisau milik Wenggui. Rupanya komandan pasukan Xiong Nu memalsukan laporan yang menyebutkan bahwa orang yang membawa pisau tersebut adalah mata-mata Xiong Nu. Demi menyelamatkan kelompoknya Jieyou rela menerima hukuman mati ketika hari eksekusi tiba Wenggui tau-tau sudah berada disisi Jieyou. Ketika Jieyou ketakutan karena takut dipenggal Wenggui sempat-sempatnya berkelakar kalau hantu yang belum menikah nantinya akan dibully oleh hantu lainnya karena itu Wenggui mengajak Jieyou untuk menikah dan menyuruhnya memanggil Wenggui ‘suamiku’. Jieyou menolak habis-habisan tetapi ketika algojo mengayunkan goloknya Jieyou berteriak “suamiku aku takut” saat itulah Wenggui melancarkan aksinya dengan melumpuhkan algojo. 

Ternyata Wenggui mengenal jendral Li yang bertugas disana karena identitas Wenggui sebenarnya adalah utusan dari negara Wusun. Dan tidak disangka jendral Li mengenali giok milik Jieyou demi mengetahui asal usulnya atas petunjuk jendral Li, Jieyou pergi ke ibukota untuk menemui jendral Huai. Wenggui memberikan pisau miliknya pada Jieyou sebelum pergi dia berkata pada Jieyou selama dia menyimpan pisau ini maka Wenggui akan selalu bisa menemukan Jieyou. Wenggui pergi untuk menemui raja Han untuk meminta dikirimnya seorang putri Heqin agar dinikahkan dengan raja Wusun sebagai simbol persekutuan antara Han dan Wusun. Raja pun menyetujuinya dan memilih putri mana yang pantas untuk menjadi putri Heqin. 

Sementara itu Jieyou kini mengetahui bahwa dirinya ternyata keturunan bangsawan dan kedua orang tuanya tidak membuangnya tapi meninggal karena wabah penyakit dan dia masih memiliki paman, nenek dan adik sepupu. Adik sepupu Jieyou tidak menyukainya ketika mendengar kabar bahwa raja sedang memilih seorang putri Heqin dia mencoba menjebak Jieyou agar Jieyou lah yang dipilih. Sampai-sampai dia berpura-pura bunuh diri agar Jieyou simpati dan mau menggantikannya menjalani seleksi raja tapi Jieyou sama sekali tidak tertipu dan menolak mentah-mentah. 

Suratan takdir memang tidak bisa diubah karena biarpun Jieyou lolos dari rencana adik sepupunya tapi bagaimana dia bisa melawan perintah raja yang langsung memilihnya sebagai putri Heqin. Sempat berusaha melarikan diri dan menolak akhirnya Jieyou setuju setelah raja mengancam untuk menghukum mati pamannya. Tanpa mengetahui bahwa Wenggui sedang mencari-cari dirinya. Dengan dikawal oleh Huai Tian Sha dan ditemani pelayan pribadinya Ah Cai beserta pasukan pelindung, Jieyou pergi ke kerajaan Wusun.

Ditengah perjalanan rombongan Jieyou bertemu dengan Feng Liao seorang gadis pedagang yang menjual kuda pada mereka dan turut serta dalam rombongan sebagai penunjuk jalan. Ketika rombongan Jieyou diserang oleh pasukan Xiong Nu, Wenggui tiba-tiba muncul dan turut membantu. Wenggui berlutut didepan tenda dan meminta untuk bertemu dengan putri heqin dan betapa terkejutnya dirinya ketika Jieyou yang menunjukkan diri. Awalnya Wenggui menyangka Jieyou sukarela menjadi putri heqin karena tergiur harga dan kehormatan tapi akhirnya dia mengetahui bahwa Jieyou dipaksa. Ketika mereka berdua diserang oleh pasukan Xiong Nu Wenggui terluka dan tidak sadarkan diri. Jieyou memeluk tubuh Wenggui untuk menghangatkannya. 

Setelah sadar Wenggui mengajak Jieyou untuk pergi bersamanya kesebuah desa dan mereka menetap disana selama beberapa hari sampai suatu malam desa itu diserang pasukan Xuan nu dan para penduduknya dibantai. Jieyou menyalahkan dirinya atas kejadian tersebut. Feng Liu membawa kembali Jieyou yang tidak sadarkan diri kembali ke perkemahan sementara Huai Tian Sha menantang duel Wenggui. Huai mengalahkan Wenggui dan membuang tubuhnya kesungai dan Jieyou pun dengan sedih menerima kabar kematian Wenggui dari brother Huai. 

Sampai di Wusun Jieyou malah harus menghadiri upacara pernikahan antara raja Wusun Kunmi dengan Hu Gu, putri heqin yang dikirim kerajaan Xuan Nu yang telah sampai lebih dulu. Merasa dirinya dihina Jieyou menolak masuk kedalam istana dan tetap berada didalam kereta selama Kunmi belum menikahinya secara resmi. Ketika Jieyou berada didalam kereta seorang diri ada seseorang yang membawa kabur dirinya kesebuah padang rumput. Ketika Jieyou keluar dari kereta dia melihat Wenggui sedang berjalan menuju dirinya. Jieyou berlari menyongsongnya dan lalu memukul dada Wenggui sambil berkaca-kaca kedua matanya.

Kebersamaan itu tidak berlangsung lama karena Huai datang untuk membawa kembali Jieyou. Kedua jendral itu sudah mengeluarkan pedang masing-masing dan siap bertarung jika Jieyou tidak menghentikan mereka. Jieyou meminta pada Wenggui untuk bangun dari mimpinya dan melupakan kebersamaan mereka karena sekarang Jieyou telah memutuskan untuk menerima takdirnya.

Babak baru kehidupan Jieyou pun dimulai dirinya yang telah menikah dengan Kunmi mulai menghadapi intrik-intrik istana. Saingannya Hu Gu adalah seorang wanita yang selain cerdas dan penuh tipu daya juga memiliki kemampuan bela diri. Akankah kisah Jieyou berakhir bahagia? Takdir macam apakah yang menantinya? Sudah berakhirkah hubungan Wenggui dan Jieyou? 

Diawal-awal episode serial ini menyuguhkan cerita yang segar dan ringan juga interaksi antara Jieyou dan Wenggui memberi hiburan tersendiri. Karakter Jieyou yang diperankan Zhang Xinyi tampil menarik karakternya yang cerdas, ceria dan berkepribadian kuat membuatnya tidak mudah ditindas dan selalu melawan balik jika diserang. Jieyou juga tidak mudah terbawa perasaan biarpun dia sangat mencintai Wenggui tapi tidak membuatnya lupa pada tanggung jawabnya. Tidak seperti Hu Gu yang berusaha merayu Kunmi Jieyou tetap menjaga harga dirinya dan bersikap terhormat.

Wenggui diperankan Yuan Hong memiliki karakter yang independen, berjiwa bebas dan mengikuti kata hatinya. Meskipun perasaannya terluka karena pilihan Jieyou tapi perasaannya tidak merubah dan selalu mendukung dan melindungi Jieyou. 

Serial ini menjanjikan cerita menarik kedepannya tapi biarpun di youtube tersedia videonya sampai episode terakhir tapi untuk subtitlenya di subscene hanya sampai episode 12 sehingga saya pun tidak bisa menonton kelanjutannya. 

Three Lives Three Worlds, Ten Miles of Peach Blossoms OST

Duoxie Pangchu Adrianus,, copas dari Kaypang Gallery 

Opening Song Three Lives Three Worlds, Ten Miles of Peach Blossoms 2017 (Eternal Love)
“Three Lives, Three Worlds” 

三生三世 (Sānshēng Sānshì)

Sung by: Jason Zhang
握不緊那段過往

冥滅了結魄光芒

那一滴離別的淚

灼燒著我的胸膛
Wò bù jǐn nà duàn guòwǎng

míng miè liǎojié pò guāngmáng

nà yīdī líbié de lèi

zhuó shāozhe wǒ de xiōngtáng
Unable to tightly grasp that segment of the past

Profoundly destroyed that cluster of light

That drop of departing tear

Burning my chest
愛在天地中流轉

一顆心為誰奔忙

四海八荒 身在何方

歲月該如何安放
ài zài tiāndì zhōng liúzhuàn

yī kē xīn wèi shuí bēnmáng

sìhǎi bā huāng shēn zài héfāng

suìyuè gāi rúhé ānfàng
Love is circulating through the Heaven and Earth

For whom is the heart bustling?

Everywhere in the world, where [am I] located?

Where to securely store the fleeting years
聽風聲在沙沙作響

敲打著誰的愁腸

思念在一瞬間生長

才忘了夜多漫長
tīng fēngshēng zài shāshā zuò xiǎng

qiāodǎzhe shuí de chóucháng

sīniàn zài yī shùnjiān shēngzhǎng

cái wàngle yè duō màncháng
Listening to the sounds of the rustling wind

Knocking against whose melancholy

The yearning feeling is growing at an instant

Forgetting how long the night
掌心的淚握到滾燙

只願為你三生癡狂

落花滿天 又聞琴香

與你天地間徜徉
zhǎngxīn de lèi wò dào gǔntàng

zhǐ yuàn wéi nǐ sān shēng chīkuáng

luòhuā mǎn tiān yòu wén qín xiāng

yǔ nǐ tiāndì jiān chángyáng
The tear holding in [my] palm is burning hot

Only willing to be crazy for you in three lifetimes

Fallen flowers through the sky, and hearing the piano sounds again

Wandering through Heaven and Earth with you
如果愛太荒涼 我陪你夢一場

贖回你所有淚光

這一路有多遠 這三世有多長

執手到地老天荒
rúguǒ ài tài huāngliáng wǒ péi nǐ mèng yīchǎng

shú huí nǐ suǒyǒu lèi guāng

zhè yīlù yǒu duō yuǎn zhè sānshì yǒu duō zhǎng

zhí shǒu dào dìlǎotiānhuāng
If love is too desolate, I will dream with you

To redeem all your tears

How far is this road? How long are these three lives?

Holding hands till the end of life 
風淒淒霧茫茫 雨滾滾雪漫漫

一步步都陪你同往

牽著手 別驚慌 管明天會怎樣

哪怕注定流浪 哪怕海角天涯
fēng qī qī wù mángmáng yǔ gǔngǔn xuě mànmàn

yībù bù dōu péi nǐ tóng wǎng

qiān zhuóshǒu bié jīnghuāng guǎn míngtiān huì zěnyàng

nǎpà zhùdìng liúlàng nǎpà hǎi jiǎo tiānyá
The desolate wind, the infinite fog, rain is falling, snow is dwindling

Step by step accompanying you

Holding hands, do not be afraid, not caring about tomorrow

Who is afraid of the wandering destiny? Who is afraid of the ends of the Earth?
聽風聲在沙沙作響

敲打著誰的愁腸

思念在一瞬間生長

才忘了夜多漫長
tīng fēngshēng zài shāshā zuò xiǎng

qiāodǎzhe shuí de chóucháng

sīniàn zài yī shùnjiān shēngzhǎng

cái wàngle yè duō màncháng
Listening to the sounds of the rustling wind

Knocking against whose melancholy

The yearning feeling is growing at an instant

Forgetting how long the night
掌心的淚握到滾燙

只願為你三生癡狂

落花滿天 又聞琴香

與你天地間徜徉
zhǎngxīn de lèi wò dào gǔntàng

zhǐ yuàn wéi nǐ sān shēng chīkuáng

luòhuā mǎn tiān yòu wén qín xiāng

yǔ nǐ tiāndì jiān chángyáng
The tear holding in [my] palm is burning hot

Only willing to be crazy for you in three lifetimes

Fallen flowers through the sky, and hearing the piano sounds again

Wandering through Heaven and Earth with you
如果愛太荒涼 我陪你夢一場

贖回你所有淚光

這一路有多遠 這三世有多長

執手到地老天荒
rúguǒ ài tài huāngliáng wǒ péi nǐ mèng yīchǎng

shú huí nǐ suǒyǒu lèi guāng

zhè yīlù yǒu duō yuǎn zhè sānshì yǒu duō zhǎng

zhí shǒu dào dìlǎotiānhuāng
If love is too desolate, I will dream with you

To redeem all your tears

How far is this road? How long are these three lives?

Holding hands till the end of life 
風淒淒霧茫茫 雨滾滾雪漫漫

一步步都陪你同往

牽著手 別驚慌 管明天會怎樣

哪怕注定流浪
fēng qī qī wù mángmáng yǔ gǔngǔn xuě mànmàn

yībù bù dōu péi nǐ tóng wǎng

qiān zhuóshǒu bié jīnghuāng guǎn míngtiān huì zěnyàng

nǎpà zhùdìng liúlàng nǎpà hǎi jiǎo tiānyá
The desolate wind, the infinite fog, rain is falling, snow is dwindling

Step by step accompanying you

Holding hands, do not be afraid, not caring about tomorrow

Who is afraid of the wandering destiny?
手牢牢不放 愛念念不忘

人生何須多輝煌

浮華的終成空 執著的都隨風

情路何須多跌宕
shǒu láo láo bù fàng ài niàn niàn bù wàng

rénshēng héxū duō huīhuáng

fúhuá de zhōng chéng kōng zhízhuó de dōu suí fēng

qíng lù héxū duō diēdàng
Holding hands and not letting go, to love and to never forget

How majestic does life need to be?

Vanity always ends with nothing; those that are persistent will follow the wind

How many ups and downs do the road of love need?
要遇多少風浪 心不再搖晃

一起細數這過往

陪你等 風停了 霧散了 雨住了 雪化了

再見絕美月光 還有我在你身旁
yào yù duōshǎo fēnglàng xīn bù zài yáohuàng

yīqǐ xì shù zhè guòwǎng

péi nǐ děng fēng tíngle wùsànle yǔ zhùle xuě huàle

zàijiàn jué měi yuèguāng hái yǒu wǒ zài nǐ shēn páng
How many rocky waves to make the heart stop swaying

Together reminiscing the past

Waiting with you. The wind stopped, the fog dissipated. The rain still, the snow melted.

Goodbye the perfectly beautiful moonlight, I am still by your side

Ending Song Three Lives Three Worlds, Ten Miles of Peach Blossoms 2017 (Eternal Love)
Liang Liang 凉凉 (Coolness)

Sung by: Aska Yang & Zhang Bichen
入夜漸微涼 繁花落地成霜

你在遠方眺望 耗盡所有暮光

不思量 自難相忘
rùyè jiàn wēi liáng fánhuā luòdì chéng shuāng

nǐ zài yuǎnfāng tiàowàng hào jìn suǒyǒu mù guāng

bù sīliang zì nàn xiāng wàng
Gradually becomes cooler as night falls, the fallen flowers have turned into frost

You are gazing from afar, exhausted the entire twilight

Not considering, difficult to forget
夭夭桃花涼 前世你怎捨下

這一海心茫茫 還故作不痛不癢不牽強

都是假象
yāo yāo táohuā liáng qiánshì nǐ zěn shě xià

zhè yī hǎi xīn mángmáng hái gù zuò bù tòng bù yǎng bù qiānqiǎng

dōu shì jiǎxiàng
Cool full blossoming peach blossom, how could you let go of the previous life?

This vast ocean, still pretending to be not aching, not longing, and not far-fetching

All is an illusion
涼涼夜色 為你思念成河

化作春泥 呵護著我

淺淺歲月 拂滿愛人袖

片片芳菲 入水流
liáng liáng yèsè wèi nǐ sīniàn chénghé

huà zuò chūnní hēhùzhe wǒ

qiǎn qiǎn suìyuè fú mǎn àirén xiù

piàn piàn fāngfēi rù shuǐliú
The cool evening colors, yearning for you like a river

Transformed into spring soil, nurturing me

The shallow fleeting years, filling up the lover’s sleeve

Pieces and pieces of fragrant, entering the river stream
涼涼天意 瀲灩一身花色

落入凡塵 傷情著我

生劫易渡 情劫難了

折舊的心 還有幾分前生的恨
liáng liáng tiānyì liàn yàn yīshēn huāsè

luò rù fánchén shāng qíngzhe wǒ

shēng jié yì dù qíng jiénànle

zhéjiù de xīn hái yǒu jǐ fēn qián shēng de hèn
The cool will of the Gods, shimmering body of flowers

Falling into the mortal world, I am confounded with heartbreak

Easy to overcome life and calamity, the difficulties the tragic love

The depreciating heart, still have much hatred from the previous life
也曾鬢微霜 也曾因你迴光

悠悠歲月漫長 怎能浪費時光

去流浪 去換成長
yě céng bìn wēi shuāng yě céng yīn nǐ huí guāng

yōuyōu suìyuè màncháng zěn néng làngfèi shíguāng

qù liúlàng qù huàn chéngzhǎng
Thin frost used to be on [my] temple, still used to reflect light for you

The lingering fleeting years, how could one waste time

Gone wandering, gone exchanging for growth
灼灼桃花涼 今生愈漸滾燙

一朵已放心上 足夠三生三世背影成雙

在水一方
zhuózhuó táohuā liáng jīnshēng yù jiàn gǔntàng

yī duo yǐ fàngxīn shàng zúgòu sān shēng sānshì bèiyǐng chéng shuāng

zài shuǐ yīfāng
Cool full blossoming peach blossom, slowly burning this life

One cherry blossom has been placed on the heart, enough to pair as a shadow for eternity

By the river bank
涼涼夜色 為你思念成河

化作春泥 呵護著我

淺淺歲月 拂滿愛人袖

片片芳菲 入水流
liáng liáng yèsè wèi nǐ sīniàn chénghé

huà zuò chūnní hēhùzhe wǒ

qiǎn qiǎn suìyuè fú mǎn àirén xiù

piàn piàn fāngfēi rù shuǐliú
The cool evening colors, yearning for you like a river

Transformed into spring soil, nurturing me

The shallow fleeting years, filling up the lover’s sleeve

Pieces and pieces of fragrant, entering the river stream
涼涼天意 瀲灩一身花色

落入凡塵 傷情著我

生劫易渡 情劫難了

折舊的心 還有幾分前生的恨
liáng liáng tiānyì liàn yàn yīshēn huāsè

luò rù fánchén shāng qíngzhe wǒ

shēng jié yì dù qíng jiénànle

zhéjiù de xīn hái yǒu jǐ fēn qián shēng de hèn
The cool will of the Gods, shimmering body of flowers

Falling into the mortal world, I am confounded with heartbreak

Easy to overcome life and calamity, the difficulties the tragic love

The depreciating heart, still have much hatred from the previous life
涼涼三生三世 恍然如夢

須臾的年 風幹淚痕

若是回憶不能再相認

就讓情分 落九塵
liáng liáng sān shēng sānshì huǎngrán rú mèng

xūyú de nián fēng gàn lèihén

ruòshì huíyì bùnéng zài xiāng rèn

jiù ràng qíng fèn luò jiǔ chén
The cool eternity, suddenly like a dream

The instant year, the dry wind and traces of tears

If memories cannot be recognized

Then let the mutual affection fall into the earth
涼涼十里 何時還會春盛

又見樹下 一盞風存

落花有意 流水無情

別讓恩怨愛恨 涼透那花的純

吾生願 牽塵
liáng liáng shílǐ héshí hái huì chūn shèng

yòu jiàn shùxià yī zhǎn fēng cún

luòhuā yǒuyì liúshuǐ wúqíng

bié ràng ēnyuàn ài hèn liáng tòu nà huā de chún

wúshēng yuàn qiān chén
The cool ten miles, when will spring blossom

Seeing underneath the tree, a gust of wind existing

The meaning of fallen flowers, the heartlessness of the flowing water

Not letting kindness, loathing, love, and hatred cool down the pureness of that flower

Wishing my life turn into dust
Lyrics translation by Vanilla Cupcake ❤ at http://www.onehallyu.com

Review Movie You Are My Sunshine

​You are my sunshine, my only sunshine

You make me happy when skies are gray

You’ll never know dear, how much I love you

Please don’t take my sunshine away

Sepenggal lirik lagu yang pernah dibawakan oleh Jhonny Cash seorang musisi tahun 50an inilah yang menjadi backsong dari film ini. Menceritakan tentang Zhao Mosheng seorang fotografer majalah yang baru kembali dari Amerika setelah tujuh tahun menetap disana. Pertemuannya kembali dengan He Yichen mantan kekasihnya ketika di universitas dulu yang sekarang telah menjadi seorang pengacara sukses membawa kembali kenangan-kenangan lama mereka. 

Kala itu Zhao Mosheng masih seorang mahasiswi yang memiliki hobi fotografi dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama pada He Yichen seorang mahasiswa tingkat dua jurusan hukum. Tanpa mengenal kata menyerah Mosheng terus mencari perhatian Yichen yang bersikap acuh padanya sampai akhirnya hati Yichen luluh dan membalas cinta Mosheng. Dimulailah kisah cinta yang manis dan indah diantara mereka sampai suatu hari Yichen mengetahui bahwa orang tua Mosheng lah yang menjadi penyebab bunuh diri ayah Yichen. 

Yichen pun bersikap dingin pada Mosheng dan bahkan berkata bahwa dia menyesal telah bertemu dengannya. Mosheng terluka mendengar kata-kata Yichen dan mengira Yichen tidak lagi mencintainya. Suatu keadaan memaksa Mosheng untuk pergi ke luar negeri dan setelah tujuh tahun diapun kembali ke kota asalnya Shanghai. Akankah kisah cinta pertama ini terjalin kembali? Apakah Yichen lebih memilih dendamnya atau cintanya pada Mosheng? 


Dibintangi oleh Yang Mi dan Huang Xiao Ming film ini menyuguhkan kisah cinta yang manis dan sedikit melodrama. Film ini diadaptasi dari novel populer karya Gu Man dengan judul Silent Separation. Selain filmnya novel ini juga telah memiliki serial adaptasinya yang dibintangi Wallace Chung dan Tang Yan. 

Review Ten Miles Peach Blossom (Eternal Love)

Dikisahkan dimana para dewa, dewi dan makhluk mitos lainnya juga mendiami dunia ini. Diantara para dewa ada tiga klan kuno dan paling disegani yaitu klan naga, rubah berekor sembilan dan phoenix. Bai Qian adalah putri kelima dari raja rubah karena terlalu nakal dan sering berbuat onar dengan persetujuan orang tuanya Zhe Yan seorang dewa tertinggi dari klan Pheonix membawa Bai Qian ke gunung Kunlun untuk berguru pada Mo Yuan sang dewa perang dan juga putra raja langit sebelumnya. Karena Mo Yuan hanya menerima murid laki-laki Zhe Yan merubah penampilan Bai Qian menjadi laki-laki dan menyuruhnya memakai nama Si Yin seorang rubah liar yang dipungut olehnya. Dengan sekali pandang Mo Yuan mengetahui identitas sebenarnya Si Yin tapi dia tetap menerimanya sebagai murid ke tujuh belasnya dan bahkan memberikan kipas pusakanya. 

20.000 tahun berlalu semenjak Si Yin berguru di gunung Kunlun. Klan hantu yang hendak memberontak pada klan naga sehingga menyebabkan pertempuran yang masing-masing dipimpin oleh Mo Yuan dan Qing Cang. Hasil akhir dari pertempuran ini Mo Yuan mengorbankan jiwanya untuk menyegel Qing Cang, Si Yin yang percaya perkataan terakhir gurunya bahwa dia akan kembali membawa kabur tubuh Mo Yuan dan membawanya ke Qing Qiu. Untuk menjaga tubuh gurunya tetap terjaga Si Yin memberikan darah dari dadanya sampai membuat kondisinya kritis beruntung Zhe Yan dan keluarganya menemukannya dan menyelamatkan nyawanya. 

70.000 telah berlalu Si Yin pun kembali pada identitas awalnya yaitu Bai Qian yang kini telah menjadi ratu Qing Qiu dan untuk menghormatinya Bai Qian dipanggil ‘bibi’ oleh para dewa. Hanya Bai Qian yang mengetahui bahwa segel Qing Cang akan melemah setiap 70.000 tahun dan hanya dia yang mengetahui teknik penyegelannya. Bai Qian pun menyegel kembali Qing Cang tapi karena serangan Qing Cang kekuatan dan ingatannya tersegel dan membuat Bai Qian menjadi manusia biasa. Tanpa ingat siapa dirinya Bai Qian hidup seorang diri di gunung Junji disanalah dia bertemu Ye Hua yang sebenarnya adalah tunangannya tapi keduanya tidak pernah bertemu sehingga Ye Hua tidak tahu bahwa gadis yang dia beri nama Su Su adalah tunangannya sendiri. Keduanya pun jatuh cinta dan menikah karena identitas Ye Hua yang adalah putra mahkota dari klan naga membuat Ye Hua menyembunyikan hubungannya dari keluarganya yang pasti tidak akan menerima Su Su yang hanya manusia biasa. 

Ketika pertempuran melawan klan duyung Ye Hua merencanakan kematian palsu untuk mengelabui keluarga dan seluruh klannya tapi Su Su yang panik mencari Ye Hua keluar dari lapisan pelindung dan membuatnya ditangkap dan dibawa ke langit kesembilan. Karena kehamilannya Su Su terhindar dari hukuman dan dibiarkan tinggal di istana dan mendapat perlakuan buruk. Setelah Ye Hua kembali ke istana dia membawa Su Su ke istana Xiwu, kediaman putra mahkota dan memberikannya pelayan pribadi bernama Nai Nai. Demi menjaga keselamatan Su Su, Ye Hua bersikap dingin dan menjaga jarak dari Su Su. Tapi kecemburuan Su Jin yang sejak dulu mencintai Ye Hua tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Ye Hua dengan liciknya memfitnah Su Su telah mendorongnya ke lubang Zhuxian dan membuat mata Su Jin menjadi buta. Demi menghindarkan Su Su dari hukuman mati Ye Hua mengambil penglihatan Su Su untuk mengganti mata Su Jin sedangkan Ye Hua sendiri menggantikan Su Su menerima hukuman sambaran petir. 

Setelah Ye Hua mengambil penglihatannya Su Su memakai kain putih untuk menutupi matanya yang buta sementara Ye Hua mengajukan dirinya menjalani ritual ‘disambar petir’ demi mendapat segel putra mahkota agar dia bisa menikahi Su Su. Disaat Ye Hua menjalani ritual tersebut Su Su melahirkan putranya. Setelah semua kejadian pahit dan kebohongan2 yang dikatakan Su Jin tanpa mengetahui pengorbanan yang dilakukan Ye Hua demi dirinya Su Su menjaga jarak dari Ye Hua dan bahkan ketika Ye Hua berkata akan menikahinya Su Su beranggapan bahwa Ye Hua hanya mengasihaninya. Setelah termakan ucapan Su Jin, Su Su pun memutuskan hubungannya dengan Ye Hua dan putranya setelah sempat menyucapkan kata-kata terakhirnya pada Ye Hua diapun meloncat ke dalam lubang Zhuxian sesaat sebelum Ye Hua sempat mencegahnya dan Ye Hua pun ikut meloncat. 

Tidak disangka kekuatan lubang Zhuxian membuka ingatan dan kekuatan Su Su sebagai Bai Qian, dirinya pun terdampar di taman bunga persik milik Zhe Yan dalam keadaan luka-luka. Kondisi Ye Hua sangat kritis beruntung dia dapat ditolong oleh Zhe Yan meskipun belum pulih kesadarannya. Lalu datanglah Donghua Dijun yang menyarankan untuk memakai lampu pengumpul jiwa yang dapat membuat jiwa Ye Hua sadar dan lampu itu ternyata berada di makam ibu Su Jin. Su Jin yang tidak melewatkan kesempatan ini untuk menukar lampu tersebut dengan syarat dirinya menjadi istri Ye Hua. Ye Hua pun sadar tapi sama sekali tidak memiliki semangat hidup, ibunya meminta Ye Hua meminum ramuan penghilang ingatan agar bisa melupakan kenangannya tentang Su Su tapi Ye Hua tidak mau dan memilih tetap mengingat wanita yang dicintainya itu. 

Su Su yang telah kembali menjadi Bai Qian meminta pada Zhe Yan ramuan penghilang ingatan meski Zhe Yan menanyakan alasannya Bai Qian hanya menjawab bahwa dia ingin melupakan trial yang dijalaninya untuk menjadi dewi tertinggi setelah trialnya selesai untuk apalagi dia meningatnya. Setelah meminum ramuan penghilang ingatan Bai Qian pun menghapus kenangannya ketika menjalani kehidupan sebagai Su Su. Bai Qian pun tertidur dikelilingi keluarganya dan Zhe Yan yang sepakat mengarang cerita untuk membantu Bai Qian melupakan kenangan pahitnya. 

300 tahun pun berlalu takdir kembali mempertemukan dua insan tersebut Ye Hua langsung mengenali Bai Qian sebagai Su Su yang selalu dicintainya sedangkan Bai Qian telah melupakannya. Akankah Ye Hua bisa memenangkan hati Bai Qian kembali ataukah kenangan masa lalu akan kembali dan menghancurkan hubungan mereka.

Serial sepanjang 58 episode ini menyuguhkan kisah romansa yang menghanyutkan dan disusun dengan apik ketika menonton terkadang saya dibuat terharu dan sedih dan kadang pula dibuat tersenyum dengan humor-humor ringan yang disajikan. Didukung dengan soundtracknya yang bagus disertai dengan sinematografi yang memanjakan mata serial ini sungguh sayang untuk dilewatkan. 

Yang Mi dan Mark Chao masing-masing dari mereka memperlihatkan akting yang memikat dan ketika berperan sebagai pasangan keduanya menghasilkan chemistry yang begitu terasa. Dan jangan lupakan si kecil Hummer Zhang sebagai A Li, putra Bai Qian dan Ye Hua yang tampil begitu lucu dan menggemaskan. 

Selain kisah Bai Qian dan Ye Hua ada juga kisah antara Bai Feng Jiu, keponakan Bai Qian yang pantang menyerah mengejar cintanya Donghua Dijun juga ada Zilan dan Yangzhi. 

Setelah sukses dengan serialnya kabarnya akan dibuat versi movienya yang akan diperankan oleh Liu Yifei, Yang Yang dan Yan Kuan. Tentu film ini sangat ditunggu oleh para penggemar serial ini yang mengharapkan kualitas sama bagusnya atau lebih dari dramanya.

Casting:

Yang Mi as Bai Qian/ Si Yin / Su Su, Mark Chao as Ye Hua / Mo Yuan / Liu Ying, Dilraba Dilmurat as Feng Jiu, Ken Chang as Zhe Yan, Alan Yu as Bai Zhen, Zhang You Hao as Mi Gu, Li En Sheng as Bi Fang, Gao Wei Guang as Dong Hua, Wang Xiao as Si Ming, Vengo Gao as Emperor Dijun, James Li as Lian Song, Wang Ting as Cheng Yu, Maggie Huang as Su Jin, Wayne Liu as Zi Lan, Lion Lai Yi as Die Feng, Ryan Zhang He as Ling Yu, Joshua Song as Mo Yuan’s 2nd disciple, Nili Telong as Mo Yuan’s 10th disciple, Zhang Bin Bin as Li Jing, Zhu Xu Dan as Xuan Nv, Lian Yi Ming as Qing Cang, Dai Si as Princess Yan Zhi, Du Jun Ze as Li Yuan, Huang Tian Qi as Fire Phoenix, Hummer Zhang as Ah Li, Yang An Qi as Nai Nai, Guo Meng as Liu Ying’s father and An Yue Xi as Shao Xin.

Review Serial General and I Episode 15-24

Sepanjang episode 15 sampai 24 serial ini terungkap identitas sebenarnya Chu Beijie yang sebenarnya adik seayah dari Sima Hong. Ketika raja kerajaan Jin sebelumnya wafat dia berwasiat agar mengubur juga selir kesayangannya yaitu ibu Beijie, untunglah permaisuri mengetahui dirinya sedang mengandung dan lalu memulangkannya kekeluarganya. Tapi keluarganya tidak menerimanya lagi lalu dengan Beijie kecil dia kembali keistana dan meminta permaisuri atau sekarang ibu suri untuk menerima putranya diistana. Ibu suri menyanggupi dengan syarat identitas Bijie sebagai putra raja dirahasiakan dan Bijie akan diangkat anak oleh ibu suri dan memakai marganya, untuk itu ibu Bijie mengorbankan nyawanya dengan membunuh diri agar identitas putranya tidak diketahui. 

Kembali kesaat ini, Chu Bijie yang dituduh ikut bersengkongkol meracuni kedua pangeran ditahan dipenjara. Ping Ting dengan bantuan Ze Yin, jendral kerajaan Liang dan anak buahnya membuat pesawat layang yang akan digunakan untuk memasuki istana kerajaan Jin dari jalan atas. Awalnya mereka hendak masuk dengan membawa pasukan tapi penolakan Mo Ran untuk bergabung membuat Ping Ting pergi seorang diri menerobos istana kerajaan Jin dengan pesawat layang dan melandas dengan sempurna didepan pintu gerbang balai kekaisaran. Setelah memarkir pesawat layangnya dia memasuki balai istana dibawah todongan puluhan senjata prajurit meskipun mengetahui He Xia dan raja Liang dalang dibalik kematian kedua pangeran, Ping Ting malah mengaku dialah pelakunya demi melindungi ‘mantan’ tuan mudanya. Ping Ting dengan pasrah menerima cambukan demi cambukan yang dilakukan oleh kasim dengan titah Sima Hong. Sampai datanglah Chu Bijie yang telah keluar dari penjara, raja memerintahkan padanya untuk membuktikan ketidakbersalahannya dengan membunuh Ping Ting.

Dengan ekspresi dingin Bijie mengarahkan pedang kearah Ping Ting seketika itu datang Ze Yin yang menangkis pedang Bijie dan mereka pun bertarung tapi Ze Yin bukan tandingan sang dewa perang ketika Bijie melancarkan serangan mematikan kearah Ze Yin, Ping Ting menjadikan tubuhnya tameng hidup dan pedang Bijie pun tepat menusuk dada gadis tersebut. Bijie memangku tubuh lemah gadis yang dicintainya itu, kasim datang dan melihat keadaan luka Ping Ting yang dalam memberitahu Sima Hong bahwa Ping Ting telah tewas. Dengan penuh kepuasan Sima Hong masuk kedalam istana, sementara Bijie mengerahkan tubuh Ping Ting kepada Ze Yin yang membawanya keluar istana lalu diserahkan pada seorang gadis didalam kereta kuda yang langsung bergegas pergi. Kabar kematian Ping Ting sampai pada Hexia yang menanggapinya dengan terdiam sementara Dong Zhuo yang sudah menanggap Ping Ting kakaknya sendiri menangis penuh kemarahan dan bernafsu untuk membunuh Chu Bijie. 

Zui Ju (Zou Yang) gadis yang membawa Ping Ting pergi adalah gadis ahli pengobatan yang mana gurunya dulu tabib Huo Hainan pernah mengobati Bijie. Walaupun nyawanya bisa diselamatkan tapi Ping Ting jatuh koma tapi dengan teknik pengobatan dari Zui Ju gadis itu bisa sadar dan kondisinya mulai pulih. Pada awalnya Bejie menjaga jarak dari Ping Ting tapi hatinya luruh dengan aksi yang dilakukan Ping Ting. Setelah menyiapkan hadiah ulang tahun untuk istri tercintanya Bijie kembali ke istana dan menghadap Sima Hong yang sedang mengadakan upacara kematian untuk kedua putra dan permaisurinya yang juga sudah meninggal karena dibunuh oleh selir Zhang yang bersama ayahnya menteri Zhang Yuan Sheng telah menguasai pemerintahan dan juga raja yang kondisinya makin lemah karena ketergantungan pada obat yang diberikan selir Zhang. Sima Hong mencopot gelar pangeran dari Chu Bijie dan menurunkannya menjadi jendral sedangkan komando militer dialihkan pada menteri Zhang yang lamgsung memerintah Bijie memimpin 10.000 pasukan untuk membantu negara Bai Lan menghadapi serangan 100.000 pasukan negara Liang. Bijie meminta tambahan pasukan lagi tapi tidak dihiraukan karena tidak bisa menolak Bijie pergi kemedan perang dan seperti yang sudah diduga ternyata perintah itu adalah jebakan yang diatur oleh Hexia yang sekarang telah menjadi pangeran Bai Lan karena menikahi Putri Yao Tian (Gan Ting Ting), penerus satu-satunya kerajaan Bai Lan yang telah berkomplot dengan menteri Zhang dan raja Liang untuk menghabisi Chu Bijie. 

Pasukan yang dipimpin Bijie telah sangat terdesak oleh serangan pasukan Liang, dia mengirim kurir untuk meminta pasukan bantuan. Hal yang aneh adalah tidak terlihat sama sekali pasukan negara Bai Lan itu membuat Bijie sadar bahwa pertempuran ini adalah jebakan untuk melenyapkannya. Sementara rumah persembunyian Ping Ting, Zui Ju dan Mo Ran mendapat serangan dari para pembunuh kiriman menteri Zhang meski diawal Mo Ran kesulitan menghadapi para penyerang seorang diri beruntung para prajurit yang setia pada Chu Bejie datang dan langsung membasmi penyerang mereka sampai menyisakan satu orang yang lalu dipaksa membeberkan siapa dalang penyerangan ini dan juga membocorkan kondisi Chu Bejie saat ini yang sedang dalam kondisi bahaya. Ping Ting pun memimpin Mo Ran beserta prajurit lainnya untuk menyelamatkan suaminya. Dengan siasat Ping Ting dia bisa memaksa mundur pasukan Liang sesegera mungkin dia menemui suaminya dan dengan sedih melihat keadaan Bijie yang penuh luka diseluruh badannya dan dengan haru mereka melepas kerinduan. 

Keesokan harinya datang undangan dari Bai Lan untuk Beijie yang sepertinya sudah diperkirakan keduanya. Diaula istana Bai Lan, Beijie menolak mentah-mentah pemberian Yao Tian dan membeberkan fakta tentang kelakuan dan sifat putri dan pangeran Bai Lan yang karena mereka ribuan prajurit Jin yang tidak bersalah menjadi korban dari pertempuran yang tidak berarti setelah itu dia pun pergi. Perkataan Beijie membuat para menteri Bai Lan membuat petisi agar putri Yao Tian menghukum Hexia karena telah membuat Bai Lan mendapatkan aib tapi Yao Tian tidak menghiraukannya dan tetap mendukung suaminya. 

Beijie dan Ping Ting berkuda berdua dalam perjalanan pulang mereka diserang oleh sekelompok pembunuh kiriman menteri Zhang yang dengan mudah diatasi Beijie. Melanjutkan perjalanan dengan jalur laut mereka menyiapkan jebakan untuk menghadapi serangan berikutnya dan seperti yang sudah diperkirakan ketika hari sudah malam kapal mereka kedatangan ‘tamu’ dan dengan rencana yang sudah disiapkan mereka bisa mengecoh dan meledakkan kapal beserta para penyerangnya juga Ping Ting dan Beijie telah menyiapkan dua tubuh pengganti untuk menyamarkan kematian keduanya. Berpindah ke sebuah gua Ping Ting sibuk mengubah penampilan Beijie dan itulah adegan terakhir dari episode 24.

Hexia semakin menunjukkan keculasan dan kelicikannya semua orang dianggapnya hanya sebagai pion saja yang hanya dimanfaatkan. Terbutakan oleh dendamnya pada Chu Beijie membuatnya tak segan untuk mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa orang yang tidak berdosa untuk memuaskan hasrat balas dendamnya. Demikian pula dengan cinta kasih yang dicurahkan putri Yao Tian yang terus disia-siakannya semoga Hexia tidak terlambat untuk menghargai cinta Yao Tian dan kepercayaannya. Dan apakah keinginan Chu Beijie dan Bai Ping Ting untuk hidup menyepi dan bebas dari segala intrik peperangan dapat terwujud?  

Review Serial General and I Ep 1-14

​Serial yang diadaptasi dari novel karya Feng Nong, A Lonesome Fragrance Waiting to be Appreciated dengan latar waktu saat Tiongkok masih terpecah dengan beberapa kerajaan yang berdiri masing-masing diantaranya kerajaan Jin, Yan, Liang dan Bai Lan. Jenderal besar kerajaan Jin, Chu Beijie (Wallace Chung) dikarenakan kekalahan yang diterimanya saat menggempur benteng kerajaan Yan mengancam raja Yan Murong Su untuk menghabisi keluarga Pangeran Jing’an dengan tujuan menghentikan peperangan diantara dua negara. Keluarga pangeran Jing’an yang selamat hanya He Xia (Sun Yizhou) putra pangeran Jing’an, Dong Zhuo (Hu Wentao) dan Bai Pingting (Angelababy) keduanya teman masa kecil He Xia dan juga pelayannya. 

Saat dikejar prajurit kerajaan Bai Pingting memisahkan diri dari Hexia dan Dong Zhou untuk mengalihkan perhatian sampai dirinya terkena panah dan terjatuh ke sungai. Tak disangka Ping Ting ditolong oleh Chu Bijie yang langsung bersikap posesif terhadapnya. Bijie berkata pada Ping Ting karena dia yang menyelamatkan nyawanya maka Ping Ting adalah miliknya. Ping Ting melarikan diri dari penjagaan Chu Moran (Wei Binghua) letnan kepercayaan dari Chu Bijie tapi selanjutnya dia menampakkan dirinya sendiri dihadapan Chu Bijie. Tujuannya untuk memaksa Jendral Yan itu berjanji agar tidak lagi memburu He Xia. Tiba-tiba He Xia muncul entah darimana dan bertarung dengan Chu Bijie tapi akhirnya dia kalah dan entah kenapa Bijie menuruti perkataan Ping Ting untuk melepaskan He Xia. 

Diselimuti dengan intrik antar kerajaan hubungan Bai Ping Ting dan Chu Bijie yang menjadi fokus serial ini. Chu Bijie begitu melihat tusuk rambut milik Bai Ping Ting langsung mengenali kalau gadis yang berada dipelukannya adalah gadis kecil yang dulu menolong ibu dan dirinya. Ketika itu ibu Chu Bijie terkena wabah penyakit, Bijie kecil memohon pertolongan pada orang2 disekitarnya tapi tidak ada yang peduli sampai dia bertemu dengan Bai Ping Ting kecil dan ayahnya yang menolong mereka. Tapi naas amukan orang2 yang menyalahkan ibu Bijie sebagai pembawa wabah penyakit menyerang dan membakar tenda mereka dan akhirnya membuat ayah Ping Ting meninggal dunia. Sebelum berpisah ibu Bijie memberikan tusuk rambut miliknya kepada Ping Ting dan karena itulah Bijie bisa mengenali Ping Ting sebagai gadis yang selama 20 tahun ini selalu dia kenang dan cintai. 

Sebelum meninggal dunia ayah Ping Ting menyuruh putrinya menghafal buku siasat perang yang merupakan warisan turun temurun keluarga mereka, setelah Ping Ting benar2 menghafalnya dia membakar buku tersebut. Dengan nafas terakhirnya ayahnya meminta Ping Ting menjaga dirinya baik2 dan menyuruhnya pergi ke kediaman Putri Murong Heren yang adalah ibu He Xia. Ping Ting kecil pun tinggal di kediaman sang Putri dan menjadi pelayan pribadi He Xia, meskipun berstatus pelayan tapi Ping Ting diperlakukan sangat baik. 

Ping Ting sangat peduli pada tuan mudanya tapi perubahan sikap dan tindakan He Xia membuatnya tidak lagi bisa mendampingi tuan mudanya tersebut. Dirinya pun membuka hatinya untuk Chu Bijie yang memiliki pemikiran yang sama dengannya yaitu menghentikan peperangan antar kerajaan. Tapi dipenghujung episode 14 Ping Ting dengan rencananya untuk menghentikan serangan kerajaan Jin kepada kerajaan Liang telah mengirim racun untuk digunakan pada raja kerajaan Jin agar jatuh koma tapi racun itu malah digunakan pada kedua pangeran kecil hingga mereka tewas dan kerajaan Jin pun tidak punya pewarisnya. Dan ternyata orang yang mengubah rencananya adalah He Xia, Ping Ting pun memutuskan segala hubungannya dengan He Xia dan bergegas pergi ke kerajaan Jin untuk menyelamatkan Chu Bijie. 

Entah sudah berapa kali Chu Bijie terpojok dalam situasi sulit karena tindakan Ping Ting tapi rasa cintanya pada Ping Ting tidak tergoyahkan. Meski beberapa kali nyawanya dalam bahaya karena Ping Ting tapi dia selalu berusaha melindungi gadis tersebut. 

Cerita romance nya yang kental kadang membuat saya risih melihat seringnya adegan kissing diserial ini. Tapi ceritanya sampai episode 14 cukup menarik diikuti dengan adegan laga dan pertempurannya yang cukup terlihat heroik. 

First Impression-LOCH 2017

Serial yang sudah dinantikan oleh para penggemar karya Jin Yong ini termasuk juga saya akhirnya tayang dan sudah memasuki episode ke 24 di negeri asalnya bila ada yang ingin menonton bisa dilihat di youtube walaupun belum ada subtitle nya tapi jika yang sudah nonton adaptasi sebelumnya dan baca novelnya pasti sudah hafal jalan ceritanya jadi bisa menebak-nebak adegannya. Saya sendiri belum menonton serial ini dari awal hanya beberapa episode saja dan saya lumayan menikmati alur ceritanya yang hampir sesuai dengan alur novelnya. 

Sinematografinya pun juga bagus terutama setting pulau Tho Hoa Tho atau pulau bunga persik dengan latar bunga persik yang indah sangat memanjakan mata. Berbicara tentang pulau Tho hoa tho tentu tidak lepas dari sang empunya datuk dunia persilatan yang berjuluk ‘Sesat Timur’, Huang Yaoshi dan juga putrinya Huang Rong. 

Pemeran Huang Yaoshi kali ini bisa dibilang spesial karena diperankan oleh bintang TVB tahun 80 dan 90an, pemeran Yang Kang paling memorable di Loch 1983 Michael Miu. Seperti yang diharapkan dari aktor senior om Miu, panggilan saya untuk sang aktor, mampu menampilkan sosok Huang Yaoshi dengan gayanya sendiri sangat berbeda dengan sosok Huang Yaoshi yang ditampilkan seniornya Kenneth Tsang di Loch 83. Jika Kenneth Tsang menampilkan sosok Huang Yaoshi yang galak, bertemperamen tinggi dan keras berbeda dengan om Miu dia menampilkan sosok Huang Yaoshi yang elegan, terpelajar dan agak misterius. 

Sisi elegannya terlihat ketika Huang Yaoshi melangkah diatas dedaunan bunga persik, aura pendekar yang berilmu tinggi begitu terasa. Lalu posenya memegang seruling memperlihatkan sisi terpelajarnya dimana tidak hanya memiliki ilmu silat yang tinggi tapi juga menguasai ilmu sastra dan musik. 

Sorot mata dan mimik wajahnya menyiratkan keangkuhan khas Huang Yaoshi apalagi ketika melihat Guo Jing, calon pilihan putrinya. Pandangannya begitu acuh dan menanggap remeh kepada sang calon mantu tapi berbanding terbalik ketika berhadapan dengan putri kesayangannya. Sorot matanya begitu sarat dengan kasih sayang dan juga ketika berbicara pun menjadi lembut. Saya suka sekali melihat interaksi ayah dan anaknya ini, Huang Rong pun terlihat begitu nyaman bermanja-manjaan dengan sang ayah. Jadi bisa dikata chemistry antara ayah dan putrinya ini sudah bagus. 

Sekarang berbicara tentang putri Majikan pulau persik, Huang Rong. Jika berbicara tentang Huang Rong maka yang terbayang adalah seorang gadis remaja cantik, manja dan cerdas tapi memiliki adat yang keras dan semaunya sendiri. Tampilan Li Yitong memang cantik dengan kostumnya yang indah tapi juga ringkas dipakai.

Ketika bermanja-manjaan dengan ayahnya pun dapat chemistry nya lalu kecerdasannya pun terlihat dari alur cerita yang menunjukkan bagaimana Huang Rong mengelabui lawannya. Tapi dari mimik wajah dan bahasa tubuhnya tidak nampak kecerdasan dan keceriaan Huang Rong dari ekspresinya pun biasa saja ketika adegan Rong’er mengelabui seseorang. Tidak ada raut wajah liciknya seorang gadis yang banyak akal bulusnya maupun sorot mata cerdasnya. 

Ditambah adegan tangis2an Huang Rong yang tidak sesuai dengan adatnya yang keras mungkin disesuaikan dengan raut wajah Li Yitong yang terlihat sendu dan mudah menangis hingga diubahlah karakter Huang Rong yang kuat jadi mudah menangis dan jadilah Huang Rong digambarkan lebih feminim dan lembut. 

Lalu bagaimana dengan Guo Jing, William Yang Xuwen yang menjadi sang tokoh utama diserial ini memiliki tampilan yang bisa dibilang ala-ala ‘boyband’ dengan poni selempang dan rambut pendek dikucir, Guo Jing memiliki tampilan ala anak muda masa kini. Yang Xuwen terlihat cukup tampan dengan tampilan seperti itu tapi aura kependekaran ala Guo Jing kurang terlihat dengan tampilannya yang seperti ini. 

Memang Guo Jing itu digambarkan sebagai remaja yang telat mikir, lamban dan polos tapi dia memiliki jiwa kependekaran yang tinggi dan hal itu kurang nampak pada Yang Xuwen. Untunglah menjelang akhir episode nanti tampilan Guo Jing diubah menjadi lebih dewasa dengan rambut diikat kebelakang. 

Mungkin untuk menunjukkan chemistry antara Huang Rong dan Guo Jing sering sekali adegan mereka berpelukan. Tapi ketika melihatnya kurang terasa chemistrynya layaknya hanya melihat dua orang teman saja. Tatapan Yang Xuwen ketika menatap Huang Rong rasanya datar saja bila dibandingkan dengan pasangan Guo Jing dan Huang Rong sebelumnya di Loch 2008 yaitu Hu Ge dan Ariel Lin. Chemistrynya bisa terlihat dari cara mereka saling memandang maupun interaksi diantara mereka berdua dan hal itu belum dimiliki oleh Yang Xuwen dan Li Yitong. 

Dengan keberadaan Michael Miu yang pernah tampil cemerlang sebagai Yang Kang di Loch 83 tentu menjadi cambuk tersendiri bagi Chen Xingxu untuk menunjukkan kualitas aktingnya sebagai Yang Kang. Yang Kang ditampilkan dengan menarik oleh Cheng Xinxu, sang antagonis yang bermuka dua disatu sisi Yang Kang yang culas dan licik disisi lain ada Yang Kang yang benar-benar mencintai ibu dan kekasihnya Mu Nianci.

Sorot mata Yang Kang ketika berbicara dengan Mu Nian Chi terasa penuh cinta meski diselimuti dengan kebohongan berbanding terbalik saat adegan antagonis raut mukanya licik dan culas juga memiliki wibawanya sendiri ketika menghadapi anak buahnya. Dari keempat tokoh utama hanya Cheng Xinxu saja yang menampilkan akting cukup memuaskan. 

Tidak disangka saya akan menyukai karakter Ouyang Ke tapi Liu Zhiyang bisa membuat saya menyukainya. Karakter Ouyang Ke digambarkan sebagai pria playboy yang senang mempermainkan wanita. Tampil dengan gaya lain daripada para pendahulunya Ouyang Ke memiliki tampilan yang agak necis dan lebih bergaya. 

Gayanya ketika menggoda wanita disertai senyum khasnya terlihat begitu menarik. Tapi disisi lain dia juga bisa menampilkan sisi Ouyang Ke yang cerdas dan licik. Adegan adu silat antara Ouyang Ke dan Huang Rong diatas bejana oke sekali. 

Mu Nian Chi yang sangat cantik diperankan oleh Meng Zi Yi. Raut wajahnya yang tegas jauh dari istilah sendu yang biasanya dimiliki para pendahulunya. Jadilah disini karakter Mu Nian Chi terasa lebih kuat dan tegar dibanding karakter Huang Rong yang jadi terasa cengeng. 

Didukung oleh para aktor senior sebagai peran pendukung macam Michael Miu dan Ray Lui tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keempat tokoh utamanya yang merupakan aktor dan aktris pendatang baru untuk lebih menunjukkan kemajuan kualitas akting mereka. Semoga disisa episode selanjutnya mereka lebih menunjukkan performa lebih baik lagi. Karena baik adegan laga maupun suara dubber nya sudah oke sekali. 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑