Review Serial Hwang Jini

Serial ini bisa dibilang menceritakan tiga fase kehidupan Hwang Jini sebelum dirinya menjadi seorang seniman besar yg namanya tercatat dalam sejarah dan cerita2 rakyat. Hwang Jini hidup pada jaman dinasti Joseon pada masa pemerintahan raja Jungjong. Dia terkenal dg kecantikannya yg luar biasa bahkan sampai diibaratkan secantik bulan purnama. Hwang Jini menggunakan nama panggung Myeongwol yg artinya cahaya bulan. Selain itu dia dikenal dg pemikirannya yg cerdas serta bakat seninya yg luar biasa baik dalam seni sastra, musik, tari dan melukis. 

Hwang Jini kecil dikirim oleh ibunya tinggal di kuil agar dia tidak mengikuti jejaknya sbg gisaeng. Akan tetapi bakat seninya memanggilnya ketika Jini kecil melihat sekelompok gisaeng menari. Baekmo pimpinan gisaeng tersebut melihat potensi yg dimiliki Jini dan membawanya masuk dalam grupnya. Meski ibu Jini, Hyonggeum tidak setuju karena dia tidak ingin putrinya menjalani kehidupan gisaeng sepertinya tapi akhirnya menyerah menghadapi sikap keras kepala putrinya. 

Beberapa tahun berlalu Jini tumbuh menjadi gadis remaja cantik dan berbakat. Dibawah bimbingan gurunya Baekmo, Jini dilatih keras bersama calon2 gisaeng lainnya. Dimulailah fase pertama dalam hidup Jini ketika takdir mempertemukannya dg Kim Eunho putra seorang bangsawan. Tentu saja hubungan mereka ditentang oleh banyak pihak krn perbedaan status. Sampai akhirnya kisah cinta ini berakhir tragis dg kematian Eunho. 

 Kematian cinta pertamanya yg tragis mengubah kepribadian Jini menjadi dingin dan penuh dendam. Jini pun menjelma menjadi sosok Myeongwol, seorang gisaeng yg terkenal dg bakat seninya yg luar biasa tapi memiliki kepribadian yg angkuh dan semaunya sendiri. Di fase kedua ini Jini dipertemukan dg tiga pria yg jatuh cinta padanya yaitu Kim Junghan, Byuk Kyeso dan Lee Saeng. 

Bisa dikatakan fase inilah yg paling berat dalam hidup Jini dimana dia mengalami dan sekaligus kehilangan banyak hal. Kematian gurunya, perpisahan dg kekasihnya, keguguran dan terakhir meninggalnya ibu Jini. Peristiwa yg bertubi-tubi menimpanya membuat Jini mendapatkan pandangan hidup yg baru. Perkataan seorang sarjana bernama Seok Geok-dyeok menyadarkannya bahwa selama ini dia belum menjadi seniman yg sesungguhnya. Pencarian jati diripun dimulai Jini menjelajahi negeri dan berbaur dg rakyat biasa untuk mempelajari arti seni yg sesungguhnya. Dan sampai akhirnya Jini mendapat pencerahan dan mengabdikan dirinya untuk seni. 

Sy menonton serial ini ketika ditayangkan di Indosiar dulu dan waktu itu kurang begitu tertarik dan hanya menontonnya sekilas saja. Tapi ketika baru-baru ini menonton ulang serial Hwang Jini lagi sy dibuat kagum dg ceritanya yg apik, akting yg memukau, kostum2nya yg cantik serta keindahan tarian2 tradisional Joseon yg juga ditampilkan diserial ini. Tidak mengherankan karena ketika sy melihat behind the scene yg menceritakan proses pembuatan serial ini dibuat takjub dg kerja keras para aktris, aktor beserta para kru nya. 

Salah satunya sang pemeran utamanya Ha Ji Won yg memerankan Hwang Jini dg sangat apik. Perubahan karakter dari Jini yg awalnya polos dan ceria berubah menjadi Myeongwol yg ambisius dan pendendam terlihat sekali bahkan dari sorot matanya yg berubah. Serta karisma, kecerdasan serta keangkuhan Hwang Jini bisa dimainkan dg sempurna oleh Ha Ji Won.

Berjalan diatas tali, menarikan berbagai jenis tarian seperti tarian kipas, tarian pedang dan tarian bangau yg legendaris semuanya membuat karakter Hwang Jini terasa hidup dan nyata. Tidak heran Ha Ji Won banyak mendapatkan penghargaan untuk perannya ini salah satunya penghargaan Daesang.

Advertisements

Ruler : Master of Mask

Menceritakan usaha Putra Mahkota (Seja) Lee Sun untuk meruntuhkan kekuasaan kelompok Pyunsoo yg selama ini menguasai kerajaan Joseon. Diawal serial Seja yg diperankan Yoo Seung Hoo digambarkan sbg pangeran yg naif dan tidak tahu apa2 dan hidup dg mengenakan topeng yg menutupi wajahnya. Demi mengetahui alasannya harus memakai topeng Seja mencari Woo Bo (Park Chul Min) mantan pengajar di Sungkyunkwan. Ketika itulah dia bertemu dg Han Kyu Ho (Jeon No Min) seorang pejabat dari Kejaksaan dan putrinya Han Ga Eun (Kim So Hyun) dan seorang pemuda yg memiliki nama yg sama dengannya Lee Sun (Kim Myung Soo). 

Saat berada diluar istana Seja menerima laporan dari seorang petugas pengadilan bernama Park Moo Ha (Bae Yoo Ram) yg memberi tahunya ttg sepak terjang kelompok Pyunsoo yg telah menyengsarakan rakyat yg salah satunya memanipulasi dan menjual persediaan air dg harga mahal. Seja memberikan perintah pada Han Kyu Ho dan petugas Park untuk menyelidiki kelompok Pyunsoo dan hal ini diketahui oleh Kim Daemok (Heo Jun Hoo) ketua kelompok Pyunsoo sehingga menyebabkan kematian Han Kyu Ho yg dipenggal didepan putrinya sendiri. 

Raja yg sudah berang dg segala kejahatan kelompok Pyunsoo berusaha membunuh Daemok tapi rencananya gagal dan malah dirinya yg dibunuh oleh Daemok. Sedangkan Seja yg terjatuh ke jurang terluka parah dia diselamatkan oleh Kim Hwa Gun (Yoon Soo Hee) yg memberinya ramuan yg bisa menghentikan detak jantung selama sesaat yg berhasil mengecoh Daemok yg mengira Seja telah tewas. Setelah membunuh Raja dan Seja, Daemok membuat Lee Sun yg memiliki nama yg sama dg Seja menjadi raja palsu dg memakaikannya topeng dan untuk mengendalikan Lee Sun, Daemok membuatnya kecanduan opium dimana setiap 15 hari sekali dia harus memakan penawar dan jika tidak maka dia akan mati. Dan opium inilah yg membuat Daemok bisa menguasai Joseon. 

Semua tragedi yg terjadi membuat Seja bertekad menghancurkan kelompok Pyunsoo. Dengan arahan dari Woo Bo dan ditemani pengawal setianya Lee Chung Woon (Shin Hyun Soo) mereka berjuang untuk melepaskan Joseon dari cengkraman Daemok.

Sang Putera Mahkota yg harus menjalani hidupnya dg memakai topeng membuat saya teringat dg film Three Musketeer dimana ada tokoh yg diperankan oleh Leonardo DiCaprio dipaksa hidup memakai topeng dan dipenjara tanpa mengetahui kesalahan apa yg telah diperbuatnya hingga harus mengalami semua ini. Tentu banyak perbedaan antara kedua tokoh itu hanya kesamaan mereka yg harus hidup dg memakai topeng. 

Kedua pemeran utama serial ini, Yoo Seung Hoo dan Kim So Hyun memulai karier mereka dari kecil. Dulu itu mereka biasa bermain sebagai karakter muda dari tokoh utama. Tidak heran kemampuan akting mereka sudah terasah dan tidak diragukan lagi. Setiap saya menonton sebuah serial ataupun film hal yg pertama yg dilihat adalah siapa pemainnya jika ada aktor/aktris yg saya sukai ikut bermain pasti ditonton. Dan alasan saya menonton serial ini adalah Kim So Hyun yg memerankan karakter Han Ga Eun. Ketika membaca komentar2 di forum yg mengikuti serial ini banyak yg tidak suka dg karakter Han Ga Eun yg ketika memasuki pertengahan episode digambarkan lemah dan banyak beradegan berurai air mata. Sehingga ada beberapa netter yg lebih mendukung jika Seja lbh cocok dg Hwa Gun karakter second female diserial ini. 

Kalau saya sendiri tetap mendukung hubungan Seja dengan Ga Eun memang sih Hwa Gun lebih banyak berperan dalam membantu usaha Seja tapi ketika melihat chemistry antara Kim So Hyun dan Yoo Seung Hoo saya tetap pada kubu ShyShy couple. Mereka berdua biarpun tidak melakukan adegan romantis yg eksplisit tp terasa sekali chemistry nya baik ketika bertatapan mata, berbicara satu sama lain ataupun hanya berpegangan tangan. Terasa sekali getaran cintanya.. Cieeee..

Sampai ada istilah ekspresi copy paste yg ditunjukin YSH & KSH.. Berharap sekali mereka bermain sbg couple lagi di serial tau film selanjutnya.. Tapi jarang di Korsel bila sudah jd couple di satu serial terus main lagi sbg couple diserial lain lagi.. Seperti ketika saya mengharapkan Ha Ji Won main lagi dg Jo In Sung,, sampai skrg belum terlaksana tuh.. 

Kim Hwa Gun second female diperankan oleh Yoon Soo Hee yg secara tidak terduga lebih disukai dibanding LF nya. Awalnya saya mengira karakter Hwa Gun ini akan menjadi karakter menyebalkan yg akan menganggu hubungan Seja dan Ga Eun. Tapi seiring cerita Hwa Gun malah membuat penonton termasuk saya menjadi kagum atas pengorbanan dan ketulusan cintanya. Dari awal sampai akhir serial ini karakter terpenting yg sangat mempengaruhi alur cerita sebenarnya Hwa Gun. Setiap tindakan Hwa Gun pasti berdampak besar pada ceritanya contohnya yg paling fatal ketika nyawa Seja sedang diujung tanduk maka yg muncul menyelamatkan sering kali bukan Ga Eun ataupun pengawalnya Chung Woon tapi Hwa Gun dan selalu dia. Bahkan ketika akhir cerita (sedikit spoiler) karena Hwa Gun lah Seja bisa mengalahkan Daemok. 

Hwa Gun ini mempunyai pengawal bernama Gon yg diperankan Kim Seo Kyung yg baru2 ini baru liburan di Bali bahkan ada fans Indonesia sempat foto sama dia.. Jadi ingin pindah ke Bali biar bisa ketemu aktor tau aktris yg lagi liburan kesana.. Kembali ke Gon,, Gon ini karakternya agak misterius dan tidak diceritakan asal-usulnya sama sekali. Sangat setia dan patuh pada Hwa Gun dan juga menyimpan perasaan pada Nonanya ini. Ahli pedang terhebat diserial ini yg tidak terkalahkan. 

Ketika awal2 melihat Hwa Gun kok agak familiar dg wajahnya ternyata Yoon Soo Hee ini pemeran karakter masa remajanya Eun Dong di serial My Love Eun Dong nya Joo Jin Moo dan Kim Sarang.. 

Korban keadaan dan karakter yg paling patut dikasihani,, Lee Sun sang raja palsu diperankan dengan baik oleh L Kim Myung Soo. Pertama melihat akting L di serial Time We Were Not In Love nya Ha Ji Won tidak ada spesial dg aktingnya mungkin karena kemunculannya yg sebentar juga karakter yg dibawakannya juga biasa makanya ketika melihat penampilannya di Ruler sempat takjub dg perkembangan kemampuan aktingnya. Diawal cerita Lee Sun digambarkan sbg pemuda dusun yg kikuk dan selalu merendah. Selama ini dia hidup melarat bersama kedua orang tuanya bahkan sebelum bertemu Ga Eun dia tidak mempunyai nama. Ga Eun lah yg memberinya nama Lee Sun yg memiliki arti mempunyai impian besar.

Ketika Lee Sun dipaksa memakai topeng dan hidup sebagai raja boneka dibawah tekanan Daemok membuatnya sikap dan sifatnya berubah menjadi ambisius, kejam dan serakah. Obsesinya untuk memiliki Ga Eun yg dianggapnya sebagai satu2nya kebahagiaannya membutakan matanya sampai tega berusaha membunuh Seja. Tapi meskipun begitu dari awal sampai akhir saya merasa kasihan pada Lee Sun karena sebenarnya dia hanyalah korban yg terjebak diantara perselisihan antara pihak yg berkuasa. 

Kim Myung Soo ini pernah harus dirawat karena kelenjar matanya pecah ketika adegan disiram air dingin. Semoga tidak berdampak buruk dan kedepannya karirnya bisa lebih baik dan moga bisa dapat peran LM. Kim Myung Soo ini salah satu member boyband Infinite tapi meskipun berlatar belakang idol dia tidak hanya mengandalkan popularitas dan wajah tampan tapi juga kemampuan aktingnya yg baik. 

Serial ini sangat recommend untuk ditonton.. Baik dari segi akting, cerita yg apik dan soundtrack yg enak didengar.. Kim So Hyun dan L Infinite juga ikut mengisi soundtrack.. Jadi jangan lewatkan serial ini.. 

Review Movie Life Risking Romance

Tidak sesuai dengan ekspetasi ketika menonton film ini saya mengira akan disuguhkan drama thriller romantis dengan disuguhi adegan yang memacu adrenalin karena melihat dari judulnya Life Risking Romance tapi sebaliknya film ini menyodorkan genre komedi romantis dengan ditambah misteri pembunuhan. Je In (Ha Ji Won) seorang penulis yang belum pernah menulis satu novel pun dan baru menulis buku tentang pisikologi pembunuhan sejak kecil dia berteman dengan Rok Hwan (Chun Jung Myung) yang sekarang telah menjadi polisi patroli. Rok Hwan sedang berupaya mengungkapkan perasaannya pada Je In tapi tidak kunjung terlaksana lalu muncul Jason (Chen Bolin) seorang profiler FBI yang datang ke Korea untuk seminar dan kebetulan menyewa apartemen yang letaknya diatas apartemen Je In. 

Terjadi serangkaian pembunuhan yang menimpa beberapa wanita dimana mayat mereka disimpan didalam koper dalam keadaan telanjang di bangunan kosong. Je In dalam rangka mencari inspirasi untuk novelnya ikut menyelidiki pembunuhan tersebut dan memaksa Rok Hwan untuk membantunya dan kecurigaan mereka pun mengarah pada Jason. Pada awalnya Je In mendekati Jason untuk mencari petunjuk tapi pesona dan ketampanan Jason mulai memikatnya. Apakah Jason sang profiler FBI yang memesona adalah pelaku pembunuhan berantai ini ataukah ada pelaku lain yang tidak terduga sama sekali?? 

Misteri pembunuhan yg dikemas sederhana dan ringan tapi tetap menarik dan seru untuk ditonton itulah kesan sy ketika menonton film ini. Ha Ji Won memerankan Je In seorang penulis berkarakter konyol dan ceroboh tapi memiliki intuisi dan daya ingat yang baik sampai2 bisa mengingat poster buronan polisi dan selalu tanpa sengaja bertemu dengan buronan tersebut. Untuk dalam hal akting aktris senior yang satu ini sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Berbagai karakter bisa dia mainkan dan hidupkan dg sempurna. Di film ini Ha Ji Won memiliki banyak dialog berbahasa inggris yang dipakai ketika beradegan dengan Chen Bolin mungkin ini ada kaitannya dengan rumor yang beredar bahwa Ha Ji Won sedang berusaha menembus pasar Hollywood dan film ini sebagai ‘iklan’ untuk mempromosikannya di sineas internasional. 

Untuk dua aktor utama pria Chun Jung Myung dan Chen Bolin meskipun dirinya kalah ganteng dengan rivalnya, Chun Jung Myung aktor yang pernah menjadi lawan main Kim So Hyun di serial reset ini tampil cukup menghibur dengan gayanya yang kocak ketika menghadapi tingkah Je In. Sempat terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Je In tapi akhirnya Sher Rok Hwan berhasil mendapatkan pujaan hatinya. 

Chen Bolin tampil memesona dan memikat sebagai Jason dia terlihat tampan dan berkarisma. Berperan sebagai seorang profiler FBI yang misterius dengan gaya ‘James Bond’nya dia memikat banyak wanita tapi justru hal itulah yang membuat Je In mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan. Sempat beredar gosip terjadi cinta lokasi antara dirinya dan Ha Ji Won ketika syuting film ini tapi hal itu dibantah oleh keduanya. Berharap nantinya mereka akan bermain serial ataupun film bersama lagi tentunya dengan cerita yang lebih baik lagi karena saya suka melihat chemistry mereka baik itu serial Taiwan atau Korea saya berharap bisa melihat kerja sama mereka lagi. 

Review Serial Saimdang Light’s Diary Ep 1-8

Serial comeback nya Lee Young Ae setelah vakum selama 14 tahun dari dunia akting semenjak berperan sebagai dokter wanita pertama dinasti Joseon Dae Jang Geum di serial Jewel in the Palace. Serial yang sangat sukses tidak hanya di negeri asalnya Korea Selatan tapi juga di mancanegara lainnya. Kisahnya yang mengharukan tapi tidak terkesan cengeng disertai konflik-konflik baik politik, sosial maupun persamaan gender membuat serial Jewel in the Palace begitu dikenang dan membekas di hati para penontonnya. Dan tentu sebagai pemeran utamanya Lee Young Ae lah yang menjadi sorotan utama dan menjadikannya artis terpopuler saat itu maka tidak mengherankan jika serial Saimdang ini sangat dinantikan. 

Saimdang the light’s diary menampilkan dua kisah wanita dengan setting waktu masa kini dan masa lampau yaitu Seo Ji Yoon dan Shin Saimdang yang keduanya diperankan oleh Lee Young Ae. Seo Ji Yoon dengan keadaan finansial keluarganya yang sangat buruk karena bisnis suaminya, Jung Min-Seok (Lee Hae Young) mengalami kegagalan dengan kondisi dicari-cari oleh para penagih hutang dia berusaha menjaga ibu mertua dan anaknya hingga akhirnya mereka berakhir hidup mengontrak di daerah pinggiran Seoul. Keadaan semakin buruk ketika Ji Yoon dipecat dari pekerjaannya sebagai staf pengajar di universitas karena memiliki konflik dengan profesor pembimbingnya Min Jung Hak (Choi Jung Han). Konflik itu dimulai ketika Ji Yoon menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Han Sang Hyun (Yang Se Jong) mengenai keaslian lukisan Keumkangsando karya pelukis legendaris Ahnkyun dimana prof Min adalah pembicaranya. Tanpa disengaja Ji Yoon menungkapkan keraguannya mengenai keaslian lukisan tersebut. Hal itu membuat prof Min murka dan membuatnya dipecat sampai dirinya terlunta-lunta di Italia dan disanalah dia menemukan diary tua milik Saimdang yang didalamnya memuat kebenaran tentang lukisan Ankhyung. Dimulailah kisah Saimdang dengan gaya flashback ketika Ji Yoon bersama Sang Hyun dan sahabat Ji Yoon, Ko Hye Jung (Park Jun Myun) meneliti dan menerjemahkan diary Saimdang. 

Shin Saimdang adalah putri Shin Myung Hwa (Choi Il Hwa) seorang bangsawan yang dulunya bekerja di kerajaan pada masa Raja Joongjong tapi dirinya memilih mengundurkan diri dan menyepi di daerah pedesaan dan mendirikan sekolah untuk para gadis bangsawan. Saimdang muda (Park Hye Soo) memiliki bakat seni yang sangat potensial terutama dibidang melukis karena penasaran ingin melihat lukisan Keumkangsando dia memasuki rumah keluarga yang memilikinya hingga dia dipergoki oleh sang tuan muda keluarga tersebut yaitu Lee Gyeom (Yang Se Jong). Benih-benih cintapun tumbuh dikedua hati muda-mudi tersebut sampai mereka sepakat untuk menikah tapi tragedi pun terjadi ketika Raja Joongjong (Choi Jung Han) bersama ajudannya sedang berkeliling negara dengan pakaian sipil singgah dirumah keluarga Shin dan meninggalkan puisi untuk bangsawan Shin yang isinya mengenai pembantaian pemberontakan dimasa lalu. Tanpa disengaja Saimdang melihat puisi tersebut dan menuliskannya di lukisan karyanya yang menuangkan keprihatinan Saimdang atas kesengsaraan warga desa yang kelaparan sangat kontras dibanding kehidupan para bangsawan yang berpesta pora. 

Nyawa Saimdang pun dalam bahaya ketika dirinya menjadi saksi pembantaian warga desa tersebut atas perintah walikota Min Chi Yung (Choi Cheol Ho). Diketahuinya ada saksi yang menyaksikan pembantaian tersebut oleh Min Chi Yung ketika dia mendapat kiriman berupa pita rambut bercorak bunga dan buku berisi lukisan2 Saimdang yang menggambarkan kebobrokan tingkah laku para bangsawan. Dia pun memerintahkan untuk mencari dan membunuh saksi tersebut yaitu Saimdang. Disisi lain nyawa ayah Saimdang pun dalam bahaya ketika raja Joongjong memerintahkan untuk membunuh para bangsawan yang menerima puisinya. Ayah Saimdang pasrah dengan perintah raja tersebut tapi ibu Saimdang memohon pada pengawal raja yang akan membunuh suaminya untuk memberi mereka satu hari agar bisa menyelamatkan nyawa putrinya. Pengawal itu memberikan syarat jika ingin nyawa putri mereka dan Lee Gyeom yang adalah sepupu raja selamat maka rencana pernikahan Saimdang dan Lee Gyeom harus dibatalkan. Saimdang mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dan diapun merelakan dirinya menikah dengan orang lain demi keselamatan orang yang dicintainya walaupun pada akhirnya ayah Saimdang harus meregang nyawa dibawah pedang sang pengawal raja. 

Hidup Lee Gyeom menjadi tidak karu-karuan semenjak pernikahannya dengan Saimdang gagal. Lee Gyeom dewasa (Song Seung Hoon) hanya minum2 dan keluar masuk rumah bordir sampai dirinya mendengar tentang perpindahan Saimdang dan anak2nya ke kota lain lalu melihat kehidupan Saimdang yang sulit karena kebodohan suaminya. Lee Gyeom menemui Saimdang awalnya dia marah melihat kehidupan Saimdang berubah menjadi sengsara tapi Saimdang membalas perkataan Lee Gyeom dengan berkata bahwa pemuda yang dua puluh tahun lalu dia cintai sudah tidak ada lagi, pemuda dengan bakat seni luar biasa dan sangat bersemangat. Perkataan Saimdang menohok dan menyadarkan Lee Gyeom yang melihat Saimdang walaupun kehidupannya sangat sulit tapi dia terlihat bahagia bersama keempat anaknya. Bayangan masa lalu pun hadir kembali ketika Saimdang bertemu kembali dengan Min Chi Yung, pelaku pembantaian yang dia saksikan dulu selain itu Min Chi Yung juga adalah rival politik dari Lee Gyeom yang sudah kembali berkiprah dikerajaan. Babak baru dimulai ketika tragedi dan kenangan masa lalu kembali bangkit dan menampakkan terornya kembali. 

Ji Yoon dan kedua rekannya mulai menemukan petunjuk2 lain tentang keberadaan lukisan Ankhyung yang asli dari diary milik Saimdang dan ternyata penyebab kebangkrutan perusahaan Min Seok, suami Saimdang juga berhubungan dengan lukisan tersebut sehingga dia pun mulai menyelidiki hal yang sama. 

Dengan gaya flashback dan peran ganda yang dimainkan oleh beberapa pemeran meningatkan saya pada serial Legend of Blue Sea yang juga memiliki gaya yang sama tapi serial Saimdang ini lebih halus dan terasa lebih mengalir ketika berpindah dari masa kini ke masa lampau. Flashback yang ditampilkan kadang dimunculkan saat Ji Yoon dan Sang Yun menerjemahkan diary Saimdang tapi kadang pula ketika Ji Yoon mengalami penglihatan kehidupan Saimdang yang membuat saya menerka apakah nantinya akan dibuat jika Ji Yoon adalah renkarnasi Saimdang hingga dia bisa mengalami penglihatan tersebut. Lalu apakah nantinya Sang Hyun akan mengalami penglihatan yang sama karena dulunya dia adalah Lee Gyeom (muda) berarti apakah nanti akan menjurus ke kisah cinta ‘senior yang sudah menikah dan junior muda’ diantara keduanya? Lalu bagaimana ceritanya Lee Gyeom bisa berada di Italia dan menyembunyikan diary Saimdang dan lukisannya disana? Semuanya masih misteri dan membuat saya penasaran dengan serial ini walaupun di Korea sana katanya ratingnya turun tapi menurut saya serial ini lumayan menarik untuk diikuti. Mungkin beberapa mengharapkan serial ini menjadi Jewel in the palace ‘kedua’ tapi pihak SBS memutuskan menampilkan sesuatu yang lain.

Review Romantic Doctor Teacher Kim

Serial ini berkisah tentang seorang dokter ahli bedah bernama dr. Boo Yong Joo yang memiliki keterampilan luar biasa dalam ilmu bedah membuat dirinya dijuluki “Tangan Tuhan”. Karena suatu insiden yang membuat seorang pasien yang sangat berarti bagi dirinya meninggal dunia membuatnya mengundurkan diri dari rumah sakit Geodae. Bekerja kembali di sebuah rumah sakit tua di pelosok desa dia mengganti nama menjadi Kim Sabu atau Guru Kim. 

Han Suk Kyu sebagai Boo Yong Joo/Kim Sabu

Seorang dokter muda ahli bedah, Kang Dong Joo dimutasi ke rumah sakit Doldam yang terpencil karena gagal ketika melakukan operasi pada seorang pasien VIP. Sewaktu dirinya masih remaja ayahnya meninggal karena terlambat mendapatkan penanganan medis. Dong Joo pun mengamuk dirumah sakit ketika itu datang seorang dokter yang menghentikan amukannya. Sambil mengobati luka Dong Joo dokter itu menasehatinya dan perkataan dokter itulah yang menginspirasinya untuk menjadi seorang dokter. Tak disangka dia bertemu kembali dengan sang dokter itu di rumah sakit Doldam. 


Yoo Yun Suk sebagai Kang Dong Joo

Yoon Seo Jung dokter spesialis penanganan darurat, setelah dirinya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tunangannya tewas, dalam keadaan luka-luka Seo Jung mendaki gunung seorang diri sampai dia terjatuh dan membuat pergelangan tangannya terluka parah. Ketika tidak sadarkan diri di hutan Seo Jung ditolong oleh Kim Sabu dan membawanya ke rumah sakit Doldam. Dengan pergelangan tangan yang tidak bisa bergerak dengan baik membuatnya tidak bisa bekerja sebaik dulu. Tetapi hal tersebut tidak membuatnya menyerah dan berusaha memperbaiki kekurangannya. 

Seo Hyun Jin sebagai Yoon Seo Jung

Konflik sederhana dengan drama yang tidak berlebihan itulah yang ditampilkan serial ini. Tertipu dengan judulnya ‘Romantic Doctor’ saya kira serial ini akan menceritakan kehidupan asmara para dokter tapi justru yang lebih banyak diceritakan adalah ‘pertempuran’ para dokter dan perawat diruang operasi dan unit gawat darurat. 

Memang ada cerita romansa antara Dong Joo dan Seo Jung tapi bisa dibilang hanya bumbu pemanis. Konflik yang sebenarnya terjadi antara Kim Sabu dengan direktur rumah sakit Geodae, dokter Do Yoon Wan rivalnya sejak dulu. 

Choi Jin Ho sebagai Do Yoon Wan

Berawal dari Presdir Shin yang meminta pada Kim sabu untuk melakukan operasi penggantian batere jantung buatan miliknya. Kim sabu pun menyanggupinya dengan salah satu syarat Presdir Shin menyediakan alat-alat medis untuk rumah sakit Doldam. Direktur Do tidak ingin Presdir Shin dioperasi oleh rivalnya Kim sabu dengan berbagai cara dia berusaha menghentikan operasi itu salah satunya dengan mengirimkan para staf Geodae ke Doldam dan diantara para staf itu adapula dr Do In Boem, putra direktur Do yang juga spesialis bedah umum seperti Kang Dong Joo. Bisa ditebak jika nantinya Dong Joo dan In Boem akan menjadi saingan bahkan nantinya In Boem pun menyukai Seo Jung. Jika anda mengharapkan adanya kisah cinta segitiga antara mereka siap-siaplah untuk kecewa karena sang penulis naskah tidak menitikberatkan pada kisah cinta. Lagipula sampai akhir episode In Boem tidak pernah mengungkapkan rasa sukanya pada Seo Jung bahkan diawal In Boem malah mengira jika Seo Jung adalah saudara seayah hasil hubungan gelap ayahnya karena selama ini Seo Jung dibiayai oleh direktur Do. 

Yang Se Jong sebagai Do In Boem

Lebih banyak menampilkan adegan sayat mengayat diruang operasi ada beberapa adegan yang membuat saya merinding dibuatnya sampai tidak kuat melihatnya salah satunya ketika Kim sabu mengoperasi pergelangan tangan Seo Jung yang tanpa sadar menyayat pergelangan tangannya sendiri. Adegannya dibuat nyata sekali dan saya pun terpaksa mengskipnya karena tidak kuat melihatnya. Setiap episode nya ditampilkan dengan menarik, emosi dan adrenalin para staf rumah sakit ketika berusaha menyelamatkan pasien ditambah dengan konflik antar pemain dan bayangan masa lalu yang terus menghantui. Biar kita lari kemanapun ataupun mengganti nama mereka akan tetap ada bila kita tidak berani menghadapinya maka mereka tidak akan berhenti. 

Pertarungan antara orang yang memegang idealisnya dengan orang yang membuang idealisnya demi kekuasaan dan uang itulah inti serial ini. Patut dipuji para pemerannya mereka mampu memeragakan adegan operasi dengan gerakan yang terlihat nyata disertai pengucapan istilah2 medis yang sulit.

 

Review Empress Ki

Mengambil latar belakang pada era dinasti Yuan dan kerajaan Goryeo, serial ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang wanita yang diambil dari sejarah nyata. Tentu saja diserial ini banyak cerita yang diubah demi kepentingan skenario. Salah satunya adalah karakter Wang Yu yang merupakan tokoh fiktif. Bisa dibilang drama ini adalah drama sejarah yang tidak mengikuti sejarah. 

Seung Nyang atau nantinya menjadi Empress Ki diperankan dengan baik oleh Ha Ji Won. Jujur saja ketika memilih serial yang ingin saya tonton, yang dilihat adalah nama pemainnya. Dan alasan saya menonton serial ini karena aktris Ha Ji Won menjadi pemeran utamanya. 

Karakter Seung Nyang yang diawal cerita memiliki sifat patriot dan rela berkorban bertranformasi menjadi Selir Ki yang ambisius, dingin dan kejam. Mampu melakukan apapun untuk mencapai kekuasaan tapi tidak melupakan kesejahteraan rakyatnya.

Kisah cintanya yang berakhir tragis, tiga pria yang dikasihinya mati meninggalkannya. Kenapa saya bilang tiga pria, karena menurut saya Tal Tal pria yang dianggap guru oleh Seung Nyang juga memiliki kisah romansa tersendiri dengan Seung Nyang. 

Diakhir cerita Seung Nyang mengatakan cintanya pada Tahwan disaat-saat terakhirnya. Tapi sebenarnya siapakah yang dicintai Seung Nyang, menurut saya Seung Nyang mencintai mereka bertiga tapi dengan cinta yang memiliki arti yang berbeda. 

Hubungannya dengan Wang Yu didasari dengan rasa patriot mereka yang ingin memerdekakan Goryeo dari penjajahan Yuan. Bisa dibilang Wang Yu lah orang yang paling dipercayai Seung Nyang, bahkan meskipun Seung Nyang sudah menjadi selir hubungan kerja sama mereka tidak terputus. 

Byul adalah buah cinta antara Seung Nyang dan Wang Yu, tapi takdir berkata lain mereka tidak bisa berkumpul sebagai keluarga yang bahagia. 

Kematian Wang Yu yang dibunuh oleh Tahwan begitu menghancurkan hatinya. Sambil memeluk tubuh Wang Yu yang sudah dingin, Seung Nyang berkata jika dikehidupan selanjutnya dia ingin Wang Yu melupakannya sedangkan dia sendiri akan terus mengingat dosanya pada Wang Yu dan akan membalas semua kebaikan Wang Yu padanya. 

Kalau ditanya siapa yang paling mencintai Seung Nyang, maka menurutku adalah Wang Yu. Cintanya walaupun sudah dikhianati tapi tetap bertahan, dirinya rela berkorban apa saja demi Seung Nyang. Bahkan disaat terakhir pun Wang Yu hanya memikirkan Seung Nyang. 

 

Berlanjut pada Tal Tal, sang ahli militer yang dianggap guru oleh Seung Nyang. Hubungan mereka tidak ada romantisnya lebih pada hubungan guru murid dan dua orang yang memiliki pemikiran yang sama. Tapi chemistry yang dibangun mereka berdua begitu terasa. Kadang mereka menjadi saingan ketika masing-masing dari mereka mencari harta karun milik Yeon Chul. Lalu ketika diakhir Tal Tal dengan terpaksa harus membunuh pamannya sendiri, Bayan, karena sudah terbutakan oleh kekuasaan. Dirinya memilih untuk berpihak pada Seung Nyang. 

Tahwan, sang Kaisar Huizhong dari tiga pria tersebut Tahwan lah yang paling membutuhkan Seung Nyang. Ketika pertama kali bertemu dengan Seung Nyang dia sudah bergantung padanya. Pangeran penakut yang tidak bisa berbuat apapun lalu menjadi kaisar boneka dibawah kekusaan Yeon Chul. 

Bagi Tahwan, Seung Nyang adalah hidupnya. Tanpanya dia tidak bisa berbuat apapun, Seung Nyang mengubahnya dari kaisar yang lemah menjadi kaisar yang bisa memegang kekuasaannya. 

Tapi Tahwan pun rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi Seung Nyang. 

Perlahan dia mampu menumbuhkan cinta dihati Seung Nyang. 

Menjadikan Seung Nyang sebagai permaisurinya. 

Mereka hidup bahagia bersama dengan putra mereka, Ayu. 

Diakhir hayatnya Tahwan berada dipangkuan istrinya. 

Link download Empress Ki ep 1-51 :

http://www.hunstulovers.net/empress-ki-2013-subtitle-indonesia-episode-01-51-end-mp4.xhtml

Empress Ki-Part 2

Seung Nyang tidak terjatuh kejurang tapi ke sisi batu, dia ditolong oleh mantan kasim yang dia bebaskan dari penjara. Ternyata panah yang ditembakkan prajurit itu terhalang cermin yang tersembunyi dibalik baju Seung Nyang. Setelah siuman dari pingsannya Seung Nyang mencari anaknya di sungai, dia hanya menemukan selendang gendongan putranya saja. Tidak ada tanda-tanda keberadaan putranya, Seung Nyang menangis sejadi-jadinya sembari memanggil-manggil nama putranya. 

Saat berjalan tanpa arah sembari memeluk selendang, tiba-tiba muncul sekelompok orang yang menculik Seung Nyang. Ternyata mereka adalah penjual budak, ketika berada di penampungan budak Seung Nyang menyadari ada secarik kertas yang menyembul dari dalam cermin yang retak miliknya. Ketika dibuka ternyata itulah surat berdarah milik kaisar terdahulu. 

Seung Nyang dilelang dipasar budak, beruntung saat itu ada Bayan yang menebusnya. Saat itu diistana sedang diadakan pemilihan selir untuk Kaisar Huizhong, Seung Nyang meminta pada Bayan untuk menjadikannya perwakilan calon selir dari provinsi milik Bayan. Dengan bimbingan Tal Tal, keponakan Bayan, Seung Nyang  mempelajari hal-hal yang diperlukannya untuk menjadi selir. 

Hari pemilihan selir pun tiba, Seung Nyang pun datang terakhir. Tahwan seperti terbangun dari mimpi ketika melihat Seung Nyang yang disangkanya telah meninggal. Tahwan menemui Seung Nyang disebuah ruangan, Seung Nyang berkata pada Tahwan bahwa dia kemari bukan untuk berada dipelukan Tahwan tapi untuk membalas dendam. Tahwan begitu kecewa mendengar jawaban Seung Nyang biarpun begitu Tahwan tetap memilihnya beserta empat selir yang lain. 

Hari-hari berlalu dengan Seung Nyang mengajari Tahwan pelajaran yang diperlukannya untuk menumbangkan kekuasaan Yeon Chul. Pada awalnya Tahwan tidak terlalu antusias dengan pelajarannya tapi suatu kejadian yaitu Seung Nyang yang selalu berselisih dengan Tanashiri dihukum untuk menyalin buku sebanyak 100 kali. Tahwan tidak bisa menolong Seung Nyang karena dirinya lemah dan tak punya kekuasaan akhirnya terpacu untuk benar-benar belajar dan merebut kuasanya sebagai kaisar. 

Seung Nyang mengakhiri hubungannya dengan Wang Yu, dia meminta maaf pada Wang Yu karena mengkhianatinya. Wang Yu meminta Seung Nyang untuk melupakannya dan melanjutkan jalan yang dipilihnya. Biarpun berkata begitu namun Wang Yu tetap membantu Seung Nyang, karena tujuan mereka sama yaitu menumbangkan kekuasaan Yeon Chul. Dengan begitu tahta Wang Yu sebagai raja Goryeo bisa dipulihkan. 

Setelah mengumpulkan kekuatan dan dukungan, mereka memulai pertempuran untuk menumbangkan Yeon Chul. Kemenangan pun diraih Tahwan berhasil memegang kekuasaannya sebagai kaisar. Diapun menghukum mati seluruh keluarga Yeon Chul termasuk istrinya Tanashiri. Terkecuali Dangkise putra Yeon Chul yang berhasil melarikan diri. 

Pada awalnya Seung Nyang atau Selir Ki akan dinobatkan sebagai permaisuri, tapi ditentang oleh Bayan yang sudah diangkat sebagai perdana menteri. Dia malah menyodorkan keponakannya Bayan Khutugh untuk menjadi permaisuri. Setelah dibujuk oleh Seung Nyang untuk menerima usulan Bayan agar tidak berselisih dengan dengan perdana menteri. 

Terjadi konflik silih berganti yang dihadapi Seung Nyang awalnya dengan Bayan yang berniat menghabisinya dan putranya karena dianggap tidak layak untuk memimpin Yuan karena memiliki darah Goryeo. Seung Nyang pun menghabisi Bayan dengan bantuan Tal Tal, karena tidak tahan melihat pamannya berubah menjadi serakah. Yang akibatnya membuat Tahwan murka pada Seung Nyang dan mengirimnya ke kuil untuk merenungi dosanya. Tapi Tahwan yang tidak bisa melupakan Seung Nyang akhirnya menjemputnya kembali keistana. 

Lalu berlanjut dengan konfliknya dengan ibu suri dan kasim Tahwan, Golta yang ternyata adalah pimpinan kelompok penjahat yang selama ini telah memberi racun secara sedikit demi sedikit pada Tahwan. Sehingga membuat Tahwan sering tak sadarkan diri dan bertindak diluar akal sehat. Hal ini bisa diungkap oleh Tahwan dan diapun mengeksekusi Golta dan pengikut ibu suri. Sementara ibu suri lebih memilih bunuh diri dengan meminum racun disinggasananya.

Bagaimana dengan nasib Wang Yu, dia dibunuh oleh Tahwan untuk mengubur rahasia milik Seung Nyang. Yaitu Seung Nyang pernah memiliki anak dari Wang Yu yaitu Byul atau Maha yang merupakan anak yang selama ini dirawat oleh Tanashiri dan diakuinya sebagai anaknya. Ternyata adalah putra Seung Nyang yang dulu dianggap meninggal yaitu Byul. 

Diakhir kisah, dinasti Yuan yang sudah diambang kejatuhan karena perang dan pemberontakan yang terus terjadi diambil kepemimpinannya oleh Seung Nyang yang sudah diangkat sebagai Permaisuri untuk mewakili putranya yang masih kecil. Tal Tal gugur dipertempuran, Seung Nyang pun mengungsikan putranya dan sisa-sisa dinasti Yuan kedaerah utara dan mendirikan kerajaan Yuan utara. 

Tahwan menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Seung Nyang dengan senyuman terukir karena mendengar ungkapan cinta Seung Nyang yang selalu dinantikannya.

Tamat

Empress Ki-Part 1

​Seung Nyang, putri seorang jendral dari kerajaan Goryeo sejak kecil dirinya sudah berpisah dengan sang ayah dan saudara laki-lakinya. Ketika dirinya dan ibunya dipaksa menjadi upeti untuk dikirim ke dinasti Yuan (Tiongkok masa kerajaan Mongol). Ketika itulah dia bertemu dengan Wang Yu, putra mahkota Goryeo (Korea) saat itu Goryeo adalah jajahan Yuan. Ketika malam Wang Yu datang ketempat para upeti wanita ditahan untuk membebaskan mereka. Diantara para tawanan itu ada Seung Nyang dan ibunya, mereka lari tapi pasukan Yuan berhasil mengejar mereka. Mereka membantai para wanita yang melarikan diri, ketika itu Seung Nyang dan ibunya sudah tersudut disisi jurang. Tangqishe yang saat itu memimpin pasukan pengejar, menembakan panah. Ibu Seung Nyang melindungi anaknya dengan tubuhnya sendiri dan menggulingkan tubuh mereka berdua kearah jurang. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya ibunya memberi tahu Seung Nyang tentang ayahnya yang seorang perwira Goryeo bermarga Ki. Ibunya pun memberikan cincin kawin miliknya yang bisa menjadi petunjuk bagi dirinya untuk menemukan ayahnya. Karena ayahnya memiliki pasangan cincin yang sama. 

Seung Nyang yang seorang wanita menyamar menjadi seorang pria, ketika dia berkeliling dikota mencari ayahnya dia pingsan karena hampir tertabrak oleh rombongan kuda Wang So (adik raja Goryeo). Wang so membawa Seung Nyang ke kediamannya, Seung Nyang pun meminta pada Wang So untuk memperkerjakannya. 

Sekian tahun berlalu, Seung Nyang sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang masih menyamar sebagai pria. Seung Nyang yang memiliki keahlian memanah dipercayai menjadi ketua kelompok yang mengawal pengiriman garam ilegal dari Goryeo ke Yuan. Saat itulah Seung Nyang bertemu kembali dengan Wang Yu, ketika itu Wang Yu sedang menyelidiki penyeludupan garam ilegal yang dijalankan Wang So. 

Wang Yu menangkap Seung Nyang yang saat itu mengawal penyelundupan garam. Tapi tidak disangka ternyata Seung Nyang malah membantu Wang Yu membongkar penyelundupan garam bahkan dia juga yang menemukan pengkhianat di kelompok Wang Yu. Ternyata Seung Nyang dari dulu sudah membenci Wang So karena dia adalah kaki tangan kerajaan Yuan. 
Seung Nyang pun menjadi perwira kerajaan, disanalah dia bertemu dengan sang ayah dimana dia ditugaskan untuk mengawal Pangeran Yuan, Tahwan. Akan tetapi malapetaka pun terjadi ketika Yeon Chul perdana menteri Yuan ingin melenyapkan Tahwan agar dia bisa menguasai tahta. Hal itu bisa digagalkan karena Seung Nyang yang selalu melindungi Tahwan.

 Ketika Seung Nyang dan Wang Yu ingin mengungkap pelaku pembunuhannya, Tahwan malah mengkambing hitamkan ayah Seung Nyang sebagai pelakunya. Itu membuat ayah Seung Nyang disiksa sampai meninggal dipenjara, sementara Seung Nyang beserta Wang Yu dan para pengawalnya dijadikan orang buangan dan akan dikirim keperbatasan untuk berperang dengan orang TarTar. 

Akan tetapi ditengah perjalanan identitas Seung Nyang sebagai wanita terungkap oleh Dangkise, putra Yeon Chul yang hampir memerkosanya. Beruntung Wang Yu menolongnya namun mereka gagal melarikan diri. Seung Nyang pun dikirim ke Yuan sebagai upeti wanita sementara Wang Yu dikirim keperbatasan. 

Seung Nyang sampai dikerajaan Yuan, karena perbuatan Tahwan yang menyebabkan kematian ayahnya membuat Seung Nyang membenci Tahwan. Seung Nyang membuat rencana untuk membunuh Tahwan atau Kaisar Huizhong. Akan tetapi hal itu malah membuatnya dekat dengan Tahwan dan akhirnya identitasnya sebagai Seung Nyang yang menolongnya di Goryeo pun terbongkar. 

Wang Yu yang berhasil mengalahkan pasukan Tartar pun dipanggil ke Yuan dan diberi penghargaan oleh kaisar. Terjadilah perebutan Seung Nyang diantara mereka berdua, Wang Yu ingin membawa Seung Nyang kembali ke Goryeo sementara Tahwan ingin Seung Nyang tetap bersamanya. 

Kaisar sebelumnya yaitu ayahanda Tahwan dibunuh oleh Yeon Chul dan menjadi buktinya adalah surat wasiat yang ditulis dengan darah bercap kupu-kupu. Ketika Seung Nyang membantu Tahwan mencari surat itu dia malah tertangkap dan disiksa Dangkise. Beruntung Wang Yu yang berpura-pura bersekutu dengan Yeon Chul datang dan menyelamatkannya. Seung Nyang kembali pada Wang Yu dan mereka pun jujur pada perasaan masing-masing dan kembali bersama. 

Wang Yu kembali ke Goryeo karena ada masalah di kerajaannya. Sementara Seung Nyang tetap di Yuan untuk mencari surat berdarah. Seung Nyang menyelamatkan mantan kasim kaisar terdahulu yang disiksa oleh pihak Yeon Chul akantetapi dia malah terluka dan dikejar pasukan.

 Tahwan berhasil menyelamatkannya dan menyembunyikannya diistana selir. Ketika kasim kepala memeriksa lukanya ternyata Seung Nyang sedang mengandung akibat hubungannya dengan Wang Yu. 

Setelah beberapa waktu, Seung Nyang dengan bantuan Tahwan bersembunyi di rombongan selir Park yang saat itupun sedang mengandung anak Tahwan. Ketika Seung Nyang hendak pergi meninggalkan rombongan sambil diiringi lambaian selamat jalan dari selir Park dan pelayan-pelayan Goryeo yang lain. Rombongan itu diserang oleh orang suruhan Ratu Tanashiri, istri Tahwan yang berniat melenyapkan selir Park. Seung Nyang berusaha menyelamatkan teman-temannya tapi apa daya dengan kondisinya yang hamil besar dia tidak mampu berbuat banyak. Bahkan nyawanya pun hampir melayang kalau saja dayang Noh tidak mengorbankan diri untuk melindunginya. Bersama dengan Hong Dan, dia melarikan diri kehutan sambil dikejar oleh prajurit. Tidak mau temannya tertangkap dia menyuruh Hong Dan melarikan diri lebih dulu sementara dia mengarahkan prajurit kearah lain. Berhasil bersembunyi didalam gua, Seung Nyang melahirkan putranya seorang diri. Dia memberikan nama Byul setelah melihat tanda lahir tiga bintang dikaki bayinya. Tapi tangisan putranya menarik para pengejar dengan kondisinya yang masih lemah. Seung Nyang melarikan diri sambil menggendong putranya dipunggung sampai dia terdesak disisi jurang. 

Mengambil batang ranting dia melawan penyerangnya, seorang prajurit terjatuh kesisi jurang dia meraih putra Seung Nyang dan menariknya jatuh bersamanya. Seung Nyang berusaha mempertahankan putranya tapi dia terkena panah yang ditembakkan musuhnya. Diapun terjatuh ke jurang, pengejarnya mengira dia sudah mati dan meninggalkannyameninggalkannya

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑