Border Town Prodigal

​Sinopsis dari My Dramalist

The leader of the Divine Knife sect, Bai Tian Yu, was mysteriously ambushed and killed in the border town Plum Nunnery. Twenty years later, Fu Hong Xue, leaves the western regions and returned to the central plains (China) in order to investigate his adopted father’s death. At the same time, Bai Tian Yu and Hua Bai Feng’s biological son, Ye Kai, also left for the border town. The two find that it was Bai Tian Yu’s sworn brother, Ma Kong Qun, who organized the assassination. As luck would have it, Ma Kong Qun’s beautiful daughter, Ma Fang Ling falls for Fu Hong Xue, while Ye Kai falls for her…together, they will face Ma Kong Qun.

Adaptasi dari seri kedua novel Pisau Terbang karya Gu Long ini memasangkan Zhu Yi Long dan Viann Zhang sebagai Fu Hong Xue dan Ma Fang Ling. Tapi yang menarik perhatian saya adalah Cui Nong yang diperankan Chai Bi Yun. Dibandingkan dengan karakter Ma Fang Ling yang kesannya kekanak-kanakan dan sok berkuasa Cui Nong memiliki sikap yang dewasa dan mandiri. Dia bisa menghadapi segala situasi dengan tenang dan berkepala dingin. 

Dengan total 50 episode membuat serial ini jadi terkesan memanjang-manjangkan cerita dengan berkutat pada misi balas dendam dan kesalahpahaman diantara Ma Fang Ling dan Fu Hong Xue. Tapi anehnya kesalahpahaman diantara mereka tidak pernah diselesaikan dan dibiarkan berlalu saja. Dan juga alur serial ini terkesan tidak adil bagi Cui Nong dia sudah banyak berkorban untuk orang-orang yang disayanginya. Tapi yang didapatnya hanya kesalahpahaman dan penolakan juga ditambah akhir hidupnya yang tragis. 

Tidak seperti Ma Fang Ling yang menyukai Fu Hong Xue karena sumpahnya, perasaan Cui Nong pada Fu Hong Xue lebih karena merasa memiliki kesamaan dan juga hanya Fu Hong Xue lah yang pernah bersikap tulus padanya. Jujur saya lebih memilih Fu Hong Xue bersama dengan Cui Nong dan diakhir cerita mereka memiliki happy ending.  

Terlepas dari kisah tragis Cui Nong, serial ini cukup layak untuk ditonton baik dari segi kostum, casting, fighting dan sinematografinya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: