Sepanjang episode 15 sampai 24 serial ini terungkap identitas sebenarnya Chu Beijie yang sebenarnya adik seayah dari Sima Hong. Ketika raja kerajaan Jin sebelumnya wafat dia berwasiat agar mengubur juga selir kesayangannya yaitu ibu Beijie, untunglah permaisuri mengetahui dirinya sedang mengandung dan lalu memulangkannya kekeluarganya. Tapi keluarganya tidak menerimanya lagi lalu dengan Beijie kecil dia kembali keistana dan meminta permaisuri atau sekarang ibu suri untuk menerima putranya diistana. Ibu suri menyanggupi dengan syarat identitas Bijie sebagai putra raja dirahasiakan dan Bijie akan diangkat anak oleh ibu suri dan memakai marganya, untuk itu ibu Bijie mengorbankan nyawanya dengan membunuh diri agar identitas putranya tidak diketahui. 

Kembali kesaat ini, Chu Bijie yang dituduh ikut bersengkongkol meracuni kedua pangeran ditahan dipenjara. Ping Ting dengan bantuan Ze Yin, jendral kerajaan Liang dan anak buahnya membuat pesawat layang yang akan digunakan untuk memasuki istana kerajaan Jin dari jalan atas. Awalnya mereka hendak masuk dengan membawa pasukan tapi penolakan Mo Ran untuk bergabung membuat Ping Ting pergi seorang diri menerobos istana kerajaan Jin dengan pesawat layang dan melandas dengan sempurna didepan pintu gerbang balai kekaisaran. Setelah memarkir pesawat layangnya dia memasuki balai istana dibawah todongan puluhan senjata prajurit meskipun mengetahui He Xia dan raja Liang dalang dibalik kematian kedua pangeran, Ping Ting malah mengaku dialah pelakunya demi melindungi ‘mantan’ tuan mudanya. Ping Ting dengan pasrah menerima cambukan demi cambukan yang dilakukan oleh kasim dengan titah Sima Hong. Sampai datanglah Chu Bijie yang telah keluar dari penjara, raja memerintahkan padanya untuk membuktikan ketidakbersalahannya dengan membunuh Ping Ting.

Dengan ekspresi dingin Bijie mengarahkan pedang kearah Ping Ting seketika itu datang Ze Yin yang menangkis pedang Bijie dan mereka pun bertarung tapi Ze Yin bukan tandingan sang dewa perang ketika Bijie melancarkan serangan mematikan kearah Ze Yin, Ping Ting menjadikan tubuhnya tameng hidup dan pedang Bijie pun tepat menusuk dada gadis tersebut. Bijie memangku tubuh lemah gadis yang dicintainya itu, kasim datang dan melihat keadaan luka Ping Ting yang dalam memberitahu Sima Hong bahwa Ping Ting telah tewas. Dengan penuh kepuasan Sima Hong masuk kedalam istana, sementara Bijie mengerahkan tubuh Ping Ting kepada Ze Yin yang membawanya keluar istana lalu diserahkan pada seorang gadis didalam kereta kuda yang langsung bergegas pergi. Kabar kematian Ping Ting sampai pada Hexia yang menanggapinya dengan terdiam sementara Dong Zhuo yang sudah menanggap Ping Ting kakaknya sendiri menangis penuh kemarahan dan bernafsu untuk membunuh Chu Bijie. 

Zui Ju (Zou Yang) gadis yang membawa Ping Ting pergi adalah gadis ahli pengobatan yang mana gurunya dulu tabib Huo Hainan pernah mengobati Bijie. Walaupun nyawanya bisa diselamatkan tapi Ping Ting jatuh koma tapi dengan teknik pengobatan dari Zui Ju gadis itu bisa sadar dan kondisinya mulai pulih. Pada awalnya Bejie menjaga jarak dari Ping Ting tapi hatinya luruh dengan aksi yang dilakukan Ping Ting. Setelah menyiapkan hadiah ulang tahun untuk istri tercintanya Bijie kembali ke istana dan menghadap Sima Hong yang sedang mengadakan upacara kematian untuk kedua putra dan permaisurinya yang juga sudah meninggal karena dibunuh oleh selir Zhang yang bersama ayahnya menteri Zhang Yuan Sheng telah menguasai pemerintahan dan juga raja yang kondisinya makin lemah karena ketergantungan pada obat yang diberikan selir Zhang. Sima Hong mencopot gelar pangeran dari Chu Bijie dan menurunkannya menjadi jendral sedangkan komando militer dialihkan pada menteri Zhang yang lamgsung memerintah Bijie memimpin 10.000 pasukan untuk membantu negara Bai Lan menghadapi serangan 100.000 pasukan negara Liang. Bijie meminta tambahan pasukan lagi tapi tidak dihiraukan karena tidak bisa menolak Bijie pergi kemedan perang dan seperti yang sudah diduga ternyata perintah itu adalah jebakan yang diatur oleh Hexia yang sekarang telah menjadi pangeran Bai Lan karena menikahi Putri Yao Tian (Gan Ting Ting), penerus satu-satunya kerajaan Bai Lan yang telah berkomplot dengan menteri Zhang dan raja Liang untuk menghabisi Chu Bijie. 

Pasukan yang dipimpin Bijie telah sangat terdesak oleh serangan pasukan Liang, dia mengirim kurir untuk meminta pasukan bantuan. Hal yang aneh adalah tidak terlihat sama sekali pasukan negara Bai Lan itu membuat Bijie sadar bahwa pertempuran ini adalah jebakan untuk melenyapkannya. Sementara rumah persembunyian Ping Ting, Zui Ju dan Mo Ran mendapat serangan dari para pembunuh kiriman menteri Zhang meski diawal Mo Ran kesulitan menghadapi para penyerang seorang diri beruntung para prajurit yang setia pada Chu Bejie datang dan langsung membasmi penyerang mereka sampai menyisakan satu orang yang lalu dipaksa membeberkan siapa dalang penyerangan ini dan juga membocorkan kondisi Chu Bejie saat ini yang sedang dalam kondisi bahaya. Ping Ting pun memimpin Mo Ran beserta prajurit lainnya untuk menyelamatkan suaminya. Dengan siasat Ping Ting dia bisa memaksa mundur pasukan Liang sesegera mungkin dia menemui suaminya dan dengan sedih melihat keadaan Bijie yang penuh luka diseluruh badannya dan dengan haru mereka melepas kerinduan. 

Keesokan harinya datang undangan dari Bai Lan untuk Beijie yang sepertinya sudah diperkirakan keduanya. Diaula istana Bai Lan, Beijie menolak mentah-mentah pemberian Yao Tian dan membeberkan fakta tentang kelakuan dan sifat putri dan pangeran Bai Lan yang karena mereka ribuan prajurit Jin yang tidak bersalah menjadi korban dari pertempuran yang tidak berarti setelah itu dia pun pergi. Perkataan Beijie membuat para menteri Bai Lan membuat petisi agar putri Yao Tian menghukum Hexia karena telah membuat Bai Lan mendapatkan aib tapi Yao Tian tidak menghiraukannya dan tetap mendukung suaminya. 

Beijie dan Ping Ting berkuda berdua dalam perjalanan pulang mereka diserang oleh sekelompok pembunuh kiriman menteri Zhang yang dengan mudah diatasi Beijie. Melanjutkan perjalanan dengan jalur laut mereka menyiapkan jebakan untuk menghadapi serangan berikutnya dan seperti yang sudah diperkirakan ketika hari sudah malam kapal mereka kedatangan ‘tamu’ dan dengan rencana yang sudah disiapkan mereka bisa mengecoh dan meledakkan kapal beserta para penyerangnya juga Ping Ting dan Beijie telah menyiapkan dua tubuh pengganti untuk menyamarkan kematian keduanya. Berpindah ke sebuah gua Ping Ting sibuk mengubah penampilan Beijie dan itulah adegan terakhir dari episode 24.

Hexia semakin menunjukkan keculasan dan kelicikannya semua orang dianggapnya hanya sebagai pion saja yang hanya dimanfaatkan. Terbutakan oleh dendamnya pada Chu Beijie membuatnya tak segan untuk mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa orang yang tidak berdosa untuk memuaskan hasrat balas dendamnya. Demikian pula dengan cinta kasih yang dicurahkan putri Yao Tian yang terus disia-siakannya semoga Hexia tidak terlambat untuk menghargai cinta Yao Tian dan kepercayaannya. Dan apakah keinginan Chu Beijie dan Bai Ping Ting untuk hidup menyepi dan bebas dari segala intrik peperangan dapat terwujud?  

Advertisements