Review Movie Life Risking Romance

Tidak sesuai dengan ekspetasi ketika menonton film ini saya mengira akan disuguhkan drama thriller romantis dengan disuguhi adegan yang memacu adrenalin karena melihat dari judulnya Life Risking Romance tapi sebaliknya film ini menyodorkan genre komedi romantis dengan ditambah misteri pembunuhan. Je In (Ha Ji Won) seorang penulis yang belum pernah menulis satu novel pun dan baru menulis buku tentang pisikologi pembunuhan sejak kecil dia berteman dengan Rok Hwan (Chun Jung Myung) yang sekarang telah menjadi polisi patroli. Rok Hwan sedang berupaya mengungkapkan perasaannya pada Je In tapi tidak kunjung terlaksana lalu muncul Jason (Chen Bolin) seorang profiler FBI yang datang ke Korea untuk seminar dan kebetulan menyewa apartemen yang letaknya diatas apartemen Je In. 

Terjadi serangkaian pembunuhan yang menimpa beberapa wanita dimana mayat mereka disimpan didalam koper dalam keadaan telanjang di bangunan kosong. Je In dalam rangka mencari inspirasi untuk novelnya ikut menyelidiki pembunuhan tersebut dan memaksa Rok Hwan untuk membantunya dan kecurigaan mereka pun mengarah pada Jason. Pada awalnya Je In mendekati Jason untuk mencari petunjuk tapi pesona dan ketampanan Jason mulai memikatnya. Apakah Jason sang profiler FBI yang memesona adalah pelaku pembunuhan berantai ini ataukah ada pelaku lain yang tidak terduga sama sekali?? 

Misteri pembunuhan yg dikemas sederhana dan ringan tapi tetap menarik dan seru untuk ditonton itulah kesan sy ketika menonton film ini. Ha Ji Won memerankan Je In seorang penulis berkarakter konyol dan ceroboh tapi memiliki intuisi dan daya ingat yang baik sampai2 bisa mengingat poster buronan polisi dan selalu tanpa sengaja bertemu dengan buronan tersebut. Untuk dalam hal akting aktris senior yang satu ini sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Berbagai karakter bisa dia mainkan dan hidupkan dg sempurna. Di film ini Ha Ji Won memiliki banyak dialog berbahasa inggris yang dipakai ketika beradegan dengan Chen Bolin mungkin ini ada kaitannya dengan rumor yang beredar bahwa Ha Ji Won sedang berusaha menembus pasar Hollywood dan film ini sebagai ‘iklan’ untuk mempromosikannya di sineas internasional. 

Untuk dua aktor utama pria Chun Jung Myung dan Chen Bolin meskipun dirinya kalah ganteng dengan rivalnya, Chun Jung Myung aktor yang pernah menjadi lawan main Kim So Hyun di serial reset ini tampil cukup menghibur dengan gayanya yang kocak ketika menghadapi tingkah Je In. Sempat terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Je In tapi akhirnya Sher Rok Hwan berhasil mendapatkan pujaan hatinya. 

Chen Bolin tampil memesona dan memikat sebagai Jason dia terlihat tampan dan berkarisma. Berperan sebagai seorang profiler FBI yang misterius dengan gaya ‘James Bond’nya dia memikat banyak wanita tapi justru hal itulah yang membuat Je In mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan. Sempat beredar gosip terjadi cinta lokasi antara dirinya dan Ha Ji Won ketika syuting film ini tapi hal itu dibantah oleh keduanya. Berharap nantinya mereka akan bermain serial ataupun film bersama lagi tentunya dengan cerita yang lebih baik lagi karena saya suka melihat chemistry mereka baik itu serial Taiwan atau Korea saya berharap bisa melihat kerja sama mereka lagi. 

Advertisements

Review Serial General and I Episode 15-24

Sepanjang episode 15 sampai 24 serial ini terungkap identitas sebenarnya Chu Beijie yang sebenarnya adik seayah dari Sima Hong. Ketika raja kerajaan Jin sebelumnya wafat dia berwasiat agar mengubur juga selir kesayangannya yaitu ibu Beijie, untunglah permaisuri mengetahui dirinya sedang mengandung dan lalu memulangkannya kekeluarganya. Tapi keluarganya tidak menerimanya lagi lalu dengan Beijie kecil dia kembali keistana dan meminta permaisuri atau sekarang ibu suri untuk menerima putranya diistana. Ibu suri menyanggupi dengan syarat identitas Bijie sebagai putra raja dirahasiakan dan Bijie akan diangkat anak oleh ibu suri dan memakai marganya, untuk itu ibu Bijie mengorbankan nyawanya dengan membunuh diri agar identitas putranya tidak diketahui. 

Kembali kesaat ini, Chu Bijie yang dituduh ikut bersengkongkol meracuni kedua pangeran ditahan dipenjara. Ping Ting dengan bantuan Ze Yin, jendral kerajaan Liang dan anak buahnya membuat pesawat layang yang akan digunakan untuk memasuki istana kerajaan Jin dari jalan atas. Awalnya mereka hendak masuk dengan membawa pasukan tapi penolakan Mo Ran untuk bergabung membuat Ping Ting pergi seorang diri menerobos istana kerajaan Jin dengan pesawat layang dan melandas dengan sempurna didepan pintu gerbang balai kekaisaran. Setelah memarkir pesawat layangnya dia memasuki balai istana dibawah todongan puluhan senjata prajurit meskipun mengetahui He Xia dan raja Liang dalang dibalik kematian kedua pangeran, Ping Ting malah mengaku dialah pelakunya demi melindungi ‘mantan’ tuan mudanya. Ping Ting dengan pasrah menerima cambukan demi cambukan yang dilakukan oleh kasim dengan titah Sima Hong. Sampai datanglah Chu Bijie yang telah keluar dari penjara, raja memerintahkan padanya untuk membuktikan ketidakbersalahannya dengan membunuh Ping Ting.

Dengan ekspresi dingin Bijie mengarahkan pedang kearah Ping Ting seketika itu datang Ze Yin yang menangkis pedang Bijie dan mereka pun bertarung tapi Ze Yin bukan tandingan sang dewa perang ketika Bijie melancarkan serangan mematikan kearah Ze Yin, Ping Ting menjadikan tubuhnya tameng hidup dan pedang Bijie pun tepat menusuk dada gadis tersebut. Bijie memangku tubuh lemah gadis yang dicintainya itu, kasim datang dan melihat keadaan luka Ping Ting yang dalam memberitahu Sima Hong bahwa Ping Ting telah tewas. Dengan penuh kepuasan Sima Hong masuk kedalam istana, sementara Bijie mengerahkan tubuh Ping Ting kepada Ze Yin yang membawanya keluar istana lalu diserahkan pada seorang gadis didalam kereta kuda yang langsung bergegas pergi. Kabar kematian Ping Ting sampai pada Hexia yang menanggapinya dengan terdiam sementara Dong Zhuo yang sudah menanggap Ping Ting kakaknya sendiri menangis penuh kemarahan dan bernafsu untuk membunuh Chu Bijie. 

Zui Ju (Zou Yang) gadis yang membawa Ping Ting pergi adalah gadis ahli pengobatan yang mana gurunya dulu tabib Huo Hainan pernah mengobati Bijie. Walaupun nyawanya bisa diselamatkan tapi Ping Ting jatuh koma tapi dengan teknik pengobatan dari Zui Ju gadis itu bisa sadar dan kondisinya mulai pulih. Pada awalnya Bejie menjaga jarak dari Ping Ting tapi hatinya luruh dengan aksi yang dilakukan Ping Ting. Setelah menyiapkan hadiah ulang tahun untuk istri tercintanya Bijie kembali ke istana dan menghadap Sima Hong yang sedang mengadakan upacara kematian untuk kedua putra dan permaisurinya yang juga sudah meninggal karena dibunuh oleh selir Zhang yang bersama ayahnya menteri Zhang Yuan Sheng telah menguasai pemerintahan dan juga raja yang kondisinya makin lemah karena ketergantungan pada obat yang diberikan selir Zhang. Sima Hong mencopot gelar pangeran dari Chu Bijie dan menurunkannya menjadi jendral sedangkan komando militer dialihkan pada menteri Zhang yang lamgsung memerintah Bijie memimpin 10.000 pasukan untuk membantu negara Bai Lan menghadapi serangan 100.000 pasukan negara Liang. Bijie meminta tambahan pasukan lagi tapi tidak dihiraukan karena tidak bisa menolak Bijie pergi kemedan perang dan seperti yang sudah diduga ternyata perintah itu adalah jebakan yang diatur oleh Hexia yang sekarang telah menjadi pangeran Bai Lan karena menikahi Putri Yao Tian (Gan Ting Ting), penerus satu-satunya kerajaan Bai Lan yang telah berkomplot dengan menteri Zhang dan raja Liang untuk menghabisi Chu Bijie. 

Pasukan yang dipimpin Bijie telah sangat terdesak oleh serangan pasukan Liang, dia mengirim kurir untuk meminta pasukan bantuan. Hal yang aneh adalah tidak terlihat sama sekali pasukan negara Bai Lan itu membuat Bijie sadar bahwa pertempuran ini adalah jebakan untuk melenyapkannya. Sementara rumah persembunyian Ping Ting, Zui Ju dan Mo Ran mendapat serangan dari para pembunuh kiriman menteri Zhang meski diawal Mo Ran kesulitan menghadapi para penyerang seorang diri beruntung para prajurit yang setia pada Chu Bejie datang dan langsung membasmi penyerang mereka sampai menyisakan satu orang yang lalu dipaksa membeberkan siapa dalang penyerangan ini dan juga membocorkan kondisi Chu Bejie saat ini yang sedang dalam kondisi bahaya. Ping Ting pun memimpin Mo Ran beserta prajurit lainnya untuk menyelamatkan suaminya. Dengan siasat Ping Ting dia bisa memaksa mundur pasukan Liang sesegera mungkin dia menemui suaminya dan dengan sedih melihat keadaan Bijie yang penuh luka diseluruh badannya dan dengan haru mereka melepas kerinduan. 

Keesokan harinya datang undangan dari Bai Lan untuk Beijie yang sepertinya sudah diperkirakan keduanya. Diaula istana Bai Lan, Beijie menolak mentah-mentah pemberian Yao Tian dan membeberkan fakta tentang kelakuan dan sifat putri dan pangeran Bai Lan yang karena mereka ribuan prajurit Jin yang tidak bersalah menjadi korban dari pertempuran yang tidak berarti setelah itu dia pun pergi. Perkataan Beijie membuat para menteri Bai Lan membuat petisi agar putri Yao Tian menghukum Hexia karena telah membuat Bai Lan mendapatkan aib tapi Yao Tian tidak menghiraukannya dan tetap mendukung suaminya. 

Beijie dan Ping Ting berkuda berdua dalam perjalanan pulang mereka diserang oleh sekelompok pembunuh kiriman menteri Zhang yang dengan mudah diatasi Beijie. Melanjutkan perjalanan dengan jalur laut mereka menyiapkan jebakan untuk menghadapi serangan berikutnya dan seperti yang sudah diperkirakan ketika hari sudah malam kapal mereka kedatangan ‘tamu’ dan dengan rencana yang sudah disiapkan mereka bisa mengecoh dan meledakkan kapal beserta para penyerangnya juga Ping Ting dan Beijie telah menyiapkan dua tubuh pengganti untuk menyamarkan kematian keduanya. Berpindah ke sebuah gua Ping Ting sibuk mengubah penampilan Beijie dan itulah adegan terakhir dari episode 24.

Hexia semakin menunjukkan keculasan dan kelicikannya semua orang dianggapnya hanya sebagai pion saja yang hanya dimanfaatkan. Terbutakan oleh dendamnya pada Chu Beijie membuatnya tak segan untuk mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa orang yang tidak berdosa untuk memuaskan hasrat balas dendamnya. Demikian pula dengan cinta kasih yang dicurahkan putri Yao Tian yang terus disia-siakannya semoga Hexia tidak terlambat untuk menghargai cinta Yao Tian dan kepercayaannya. Dan apakah keinginan Chu Beijie dan Bai Ping Ting untuk hidup menyepi dan bebas dari segala intrik peperangan dapat terwujud?  

Review Serial Saimdang Light’s Diary Ep 1-8

Serial comeback nya Lee Young Ae setelah vakum selama 14 tahun dari dunia akting semenjak berperan sebagai dokter wanita pertama dinasti Joseon Dae Jang Geum di serial Jewel in the Palace. Serial yang sangat sukses tidak hanya di negeri asalnya Korea Selatan tapi juga di mancanegara lainnya. Kisahnya yang mengharukan tapi tidak terkesan cengeng disertai konflik-konflik baik politik, sosial maupun persamaan gender membuat serial Jewel in the Palace begitu dikenang dan membekas di hati para penontonnya. Dan tentu sebagai pemeran utamanya Lee Young Ae lah yang menjadi sorotan utama dan menjadikannya artis terpopuler saat itu maka tidak mengherankan jika serial Saimdang ini sangat dinantikan. 

Saimdang the light’s diary menampilkan dua kisah wanita dengan setting waktu masa kini dan masa lampau yaitu Seo Ji Yoon dan Shin Saimdang yang keduanya diperankan oleh Lee Young Ae. Seo Ji Yoon dengan keadaan finansial keluarganya yang sangat buruk karena bisnis suaminya, Jung Min-Seok (Lee Hae Young) mengalami kegagalan dengan kondisi dicari-cari oleh para penagih hutang dia berusaha menjaga ibu mertua dan anaknya hingga akhirnya mereka berakhir hidup mengontrak di daerah pinggiran Seoul. Keadaan semakin buruk ketika Ji Yoon dipecat dari pekerjaannya sebagai staf pengajar di universitas karena memiliki konflik dengan profesor pembimbingnya Min Jung Hak (Choi Jung Han). Konflik itu dimulai ketika Ji Yoon menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Han Sang Hyun (Yang Se Jong) mengenai keaslian lukisan Keumkangsando karya pelukis legendaris Ahnkyun dimana prof Min adalah pembicaranya. Tanpa disengaja Ji Yoon menungkapkan keraguannya mengenai keaslian lukisan tersebut. Hal itu membuat prof Min murka dan membuatnya dipecat sampai dirinya terlunta-lunta di Italia dan disanalah dia menemukan diary tua milik Saimdang yang didalamnya memuat kebenaran tentang lukisan Ankhyung. Dimulailah kisah Saimdang dengan gaya flashback ketika Ji Yoon bersama Sang Hyun dan sahabat Ji Yoon, Ko Hye Jung (Park Jun Myun) meneliti dan menerjemahkan diary Saimdang. 

Shin Saimdang adalah putri Shin Myung Hwa (Choi Il Hwa) seorang bangsawan yang dulunya bekerja di kerajaan pada masa Raja Joongjong tapi dirinya memilih mengundurkan diri dan menyepi di daerah pedesaan dan mendirikan sekolah untuk para gadis bangsawan. Saimdang muda (Park Hye Soo) memiliki bakat seni yang sangat potensial terutama dibidang melukis karena penasaran ingin melihat lukisan Keumkangsando dia memasuki rumah keluarga yang memilikinya hingga dia dipergoki oleh sang tuan muda keluarga tersebut yaitu Lee Gyeom (Yang Se Jong). Benih-benih cintapun tumbuh dikedua hati muda-mudi tersebut sampai mereka sepakat untuk menikah tapi tragedi pun terjadi ketika Raja Joongjong (Choi Jung Han) bersama ajudannya sedang berkeliling negara dengan pakaian sipil singgah dirumah keluarga Shin dan meninggalkan puisi untuk bangsawan Shin yang isinya mengenai pembantaian pemberontakan dimasa lalu. Tanpa disengaja Saimdang melihat puisi tersebut dan menuliskannya di lukisan karyanya yang menuangkan keprihatinan Saimdang atas kesengsaraan warga desa yang kelaparan sangat kontras dibanding kehidupan para bangsawan yang berpesta pora. 

Nyawa Saimdang pun dalam bahaya ketika dirinya menjadi saksi pembantaian warga desa tersebut atas perintah walikota Min Chi Yung (Choi Cheol Ho). Diketahuinya ada saksi yang menyaksikan pembantaian tersebut oleh Min Chi Yung ketika dia mendapat kiriman berupa pita rambut bercorak bunga dan buku berisi lukisan2 Saimdang yang menggambarkan kebobrokan tingkah laku para bangsawan. Dia pun memerintahkan untuk mencari dan membunuh saksi tersebut yaitu Saimdang. Disisi lain nyawa ayah Saimdang pun dalam bahaya ketika raja Joongjong memerintahkan untuk membunuh para bangsawan yang menerima puisinya. Ayah Saimdang pasrah dengan perintah raja tersebut tapi ibu Saimdang memohon pada pengawal raja yang akan membunuh suaminya untuk memberi mereka satu hari agar bisa menyelamatkan nyawa putrinya. Pengawal itu memberikan syarat jika ingin nyawa putri mereka dan Lee Gyeom yang adalah sepupu raja selamat maka rencana pernikahan Saimdang dan Lee Gyeom harus dibatalkan. Saimdang mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dan diapun merelakan dirinya menikah dengan orang lain demi keselamatan orang yang dicintainya walaupun pada akhirnya ayah Saimdang harus meregang nyawa dibawah pedang sang pengawal raja. 

Hidup Lee Gyeom menjadi tidak karu-karuan semenjak pernikahannya dengan Saimdang gagal. Lee Gyeom dewasa (Song Seung Hoon) hanya minum2 dan keluar masuk rumah bordir sampai dirinya mendengar tentang perpindahan Saimdang dan anak2nya ke kota lain lalu melihat kehidupan Saimdang yang sulit karena kebodohan suaminya. Lee Gyeom menemui Saimdang awalnya dia marah melihat kehidupan Saimdang berubah menjadi sengsara tapi Saimdang membalas perkataan Lee Gyeom dengan berkata bahwa pemuda yang dua puluh tahun lalu dia cintai sudah tidak ada lagi, pemuda dengan bakat seni luar biasa dan sangat bersemangat. Perkataan Saimdang menohok dan menyadarkan Lee Gyeom yang melihat Saimdang walaupun kehidupannya sangat sulit tapi dia terlihat bahagia bersama keempat anaknya. Bayangan masa lalu pun hadir kembali ketika Saimdang bertemu kembali dengan Min Chi Yung, pelaku pembantaian yang dia saksikan dulu selain itu Min Chi Yung juga adalah rival politik dari Lee Gyeom yang sudah kembali berkiprah dikerajaan. Babak baru dimulai ketika tragedi dan kenangan masa lalu kembali bangkit dan menampakkan terornya kembali. 

Ji Yoon dan kedua rekannya mulai menemukan petunjuk2 lain tentang keberadaan lukisan Ankhyung yang asli dari diary milik Saimdang dan ternyata penyebab kebangkrutan perusahaan Min Seok, suami Saimdang juga berhubungan dengan lukisan tersebut sehingga dia pun mulai menyelidiki hal yang sama. 

Dengan gaya flashback dan peran ganda yang dimainkan oleh beberapa pemeran meningatkan saya pada serial Legend of Blue Sea yang juga memiliki gaya yang sama tapi serial Saimdang ini lebih halus dan terasa lebih mengalir ketika berpindah dari masa kini ke masa lampau. Flashback yang ditampilkan kadang dimunculkan saat Ji Yoon dan Sang Yun menerjemahkan diary Saimdang tapi kadang pula ketika Ji Yoon mengalami penglihatan kehidupan Saimdang yang membuat saya menerka apakah nantinya akan dibuat jika Ji Yoon adalah renkarnasi Saimdang hingga dia bisa mengalami penglihatan tersebut. Lalu apakah nantinya Sang Hyun akan mengalami penglihatan yang sama karena dulunya dia adalah Lee Gyeom (muda) berarti apakah nanti akan menjurus ke kisah cinta ‘senior yang sudah menikah dan junior muda’ diantara keduanya? Lalu bagaimana ceritanya Lee Gyeom bisa berada di Italia dan menyembunyikan diary Saimdang dan lukisannya disana? Semuanya masih misteri dan membuat saya penasaran dengan serial ini walaupun di Korea sana katanya ratingnya turun tapi menurut saya serial ini lumayan menarik untuk diikuti. Mungkin beberapa mengharapkan serial ini menjadi Jewel in the palace ‘kedua’ tapi pihak SBS memutuskan menampilkan sesuatu yang lain.

Blog at WordPress.com.

Up ↑