​Serial yang diadaptasi dari novel karya Feng Nong, A Lonesome Fragrance Waiting to be Appreciated dengan latar waktu saat Tiongkok masih terpecah dengan beberapa kerajaan yang berdiri masing-masing diantaranya kerajaan Jin, Yan, Liang dan Bai Lan. Jenderal besar kerajaan Jin, Chu Beijie (Wallace Chung) dikarenakan kekalahan yang diterimanya saat menggempur benteng kerajaan Yan mengancam raja Yan Murong Su untuk menghabisi keluarga Pangeran Jing’an dengan tujuan menghentikan peperangan diantara dua negara. Keluarga pangeran Jing’an yang selamat hanya He Xia (Sun Yizhou) putra pangeran Jing’an, Dong Zhuo (Hu Wentao) dan Bai Pingting (Angelababy) keduanya teman masa kecil He Xia dan juga pelayannya. 

Saat dikejar prajurit kerajaan Bai Pingting memisahkan diri dari Hexia dan Dong Zhou untuk mengalihkan perhatian sampai dirinya terkena panah dan terjatuh ke sungai. Tak disangka Ping Ting ditolong oleh Chu Bijie yang langsung bersikap posesif terhadapnya. Bijie berkata pada Ping Ting karena dia yang menyelamatkan nyawanya maka Ping Ting adalah miliknya. Ping Ting melarikan diri dari penjagaan Chu Moran (Wei Binghua) letnan kepercayaan dari Chu Bijie tapi selanjutnya dia menampakkan dirinya sendiri dihadapan Chu Bijie. Tujuannya untuk memaksa Jendral Yan itu berjanji agar tidak lagi memburu He Xia. Tiba-tiba He Xia muncul entah darimana dan bertarung dengan Chu Bijie tapi akhirnya dia kalah dan entah kenapa Bijie menuruti perkataan Ping Ting untuk melepaskan He Xia. 

Diselimuti dengan intrik antar kerajaan hubungan Bai Ping Ting dan Chu Bijie yang menjadi fokus serial ini. Chu Bijie begitu melihat tusuk rambut milik Bai Ping Ting langsung mengenali kalau gadis yang berada dipelukannya adalah gadis kecil yang dulu menolong ibu dan dirinya. Ketika itu ibu Chu Bijie terkena wabah penyakit, Bijie kecil memohon pertolongan pada orang2 disekitarnya tapi tidak ada yang peduli sampai dia bertemu dengan Bai Ping Ting kecil dan ayahnya yang menolong mereka. Tapi naas amukan orang2 yang menyalahkan ibu Bijie sebagai pembawa wabah penyakit menyerang dan membakar tenda mereka dan akhirnya membuat ayah Ping Ting meninggal dunia. Sebelum berpisah ibu Bijie memberikan tusuk rambut miliknya kepada Ping Ting dan karena itulah Bijie bisa mengenali Ping Ting sebagai gadis yang selama 20 tahun ini selalu dia kenang dan cintai. 

Sebelum meninggal dunia ayah Ping Ting menyuruh putrinya menghafal buku siasat perang yang merupakan warisan turun temurun keluarga mereka, setelah Ping Ting benar2 menghafalnya dia membakar buku tersebut. Dengan nafas terakhirnya ayahnya meminta Ping Ting menjaga dirinya baik2 dan menyuruhnya pergi ke kediaman Putri Murong Heren yang adalah ibu He Xia. Ping Ting kecil pun tinggal di kediaman sang Putri dan menjadi pelayan pribadi He Xia, meskipun berstatus pelayan tapi Ping Ting diperlakukan sangat baik. 

Ping Ting sangat peduli pada tuan mudanya tapi perubahan sikap dan tindakan He Xia membuatnya tidak lagi bisa mendampingi tuan mudanya tersebut. Dirinya pun membuka hatinya untuk Chu Bijie yang memiliki pemikiran yang sama dengannya yaitu menghentikan peperangan antar kerajaan. Tapi dipenghujung episode 14 Ping Ting dengan rencananya untuk menghentikan serangan kerajaan Jin kepada kerajaan Liang telah mengirim racun untuk digunakan pada raja kerajaan Jin agar jatuh koma tapi racun itu malah digunakan pada kedua pangeran kecil hingga mereka tewas dan kerajaan Jin pun tidak punya pewarisnya. Dan ternyata orang yang mengubah rencananya adalah He Xia, Ping Ting pun memutuskan segala hubungannya dengan He Xia dan bergegas pergi ke kerajaan Jin untuk menyelamatkan Chu Bijie. 

Entah sudah berapa kali Chu Bijie terpojok dalam situasi sulit karena tindakan Ping Ting tapi rasa cintanya pada Ping Ting tidak tergoyahkan. Meski beberapa kali nyawanya dalam bahaya karena Ping Ting tapi dia selalu berusaha melindungi gadis tersebut. 

Cerita romance nya yang kental kadang membuat saya risih melihat seringnya adegan kissing diserial ini. Tapi ceritanya sampai episode 14 cukup menarik diikuti dengan adegan laga dan pertempurannya yang cukup terlihat heroik. 

Advertisements