Serial yang sudah dinantikan oleh para penggemar karya Jin Yong ini termasuk juga saya akhirnya tayang dan sudah memasuki episode ke 24 di negeri asalnya bila ada yang ingin menonton bisa dilihat di youtube walaupun belum ada subtitle nya tapi jika yang sudah nonton adaptasi sebelumnya dan baca novelnya pasti sudah hafal jalan ceritanya jadi bisa menebak-nebak adegannya. Saya sendiri belum menonton serial ini dari awal hanya beberapa episode saja dan saya lumayan menikmati alur ceritanya yang hampir sesuai dengan alur novelnya. 

Sinematografinya pun juga bagus terutama setting pulau Tho Hoa Tho atau pulau bunga persik dengan latar bunga persik yang indah sangat memanjakan mata. Berbicara tentang pulau Tho hoa tho tentu tidak lepas dari sang empunya datuk dunia persilatan yang berjuluk ‘Sesat Timur’, Huang Yaoshi dan juga putrinya Huang Rong. 

Pemeran Huang Yaoshi kali ini bisa dibilang spesial karena diperankan oleh bintang TVB tahun 80 dan 90an, pemeran Yang Kang paling memorable di Loch 1983 Michael Miu. Seperti yang diharapkan dari aktor senior om Miu, panggilan saya untuk sang aktor, mampu menampilkan sosok Huang Yaoshi dengan gayanya sendiri sangat berbeda dengan sosok Huang Yaoshi yang ditampilkan seniornya Kenneth Tsang di Loch 83. Jika Kenneth Tsang menampilkan sosok Huang Yaoshi yang galak, bertemperamen tinggi dan keras berbeda dengan om Miu dia menampilkan sosok Huang Yaoshi yang elegan, terpelajar dan agak misterius. 

Sisi elegannya terlihat ketika Huang Yaoshi melangkah diatas dedaunan bunga persik, aura pendekar yang berilmu tinggi begitu terasa. Lalu posenya memegang seruling memperlihatkan sisi terpelajarnya dimana tidak hanya memiliki ilmu silat yang tinggi tapi juga menguasai ilmu sastra dan musik. 

Sorot mata dan mimik wajahnya menyiratkan keangkuhan khas Huang Yaoshi apalagi ketika melihat Guo Jing, calon pilihan putrinya. Pandangannya begitu acuh dan menanggap remeh kepada sang calon mantu tapi berbanding terbalik ketika berhadapan dengan putri kesayangannya. Sorot matanya begitu sarat dengan kasih sayang dan juga ketika berbicara pun menjadi lembut. Saya suka sekali melihat interaksi ayah dan anaknya ini, Huang Rong pun terlihat begitu nyaman bermanja-manjaan dengan sang ayah. Jadi bisa dikata chemistry antara ayah dan putrinya ini sudah bagus. 

Sekarang berbicara tentang putri Majikan pulau persik, Huang Rong. Jika berbicara tentang Huang Rong maka yang terbayang adalah seorang gadis remaja cantik, manja dan cerdas tapi memiliki adat yang keras dan semaunya sendiri. Tampilan Li Yitong memang cantik dengan kostumnya yang indah tapi juga ringkas dipakai.

Ketika bermanja-manjaan dengan ayahnya pun dapat chemistry nya lalu kecerdasannya pun terlihat dari alur cerita yang menunjukkan bagaimana Huang Rong mengelabui lawannya. Tapi dari mimik wajah dan bahasa tubuhnya tidak nampak kecerdasan dan keceriaan Huang Rong dari ekspresinya pun biasa saja ketika adegan Rong’er mengelabui seseorang. Tidak ada raut wajah liciknya seorang gadis yang banyak akal bulusnya maupun sorot mata cerdasnya. 

Ditambah adegan tangis2an Huang Rong yang tidak sesuai dengan adatnya yang keras mungkin disesuaikan dengan raut wajah Li Yitong yang terlihat sendu dan mudah menangis hingga diubahlah karakter Huang Rong yang kuat jadi mudah menangis dan jadilah Huang Rong digambarkan lebih feminim dan lembut. 

Lalu bagaimana dengan Guo Jing, William Yang Xuwen yang menjadi sang tokoh utama diserial ini memiliki tampilan yang bisa dibilang ala-ala ‘boyband’ dengan poni selempang dan rambut pendek dikucir, Guo Jing memiliki tampilan ala anak muda masa kini. Yang Xuwen terlihat cukup tampan dengan tampilan seperti itu tapi aura kependekaran ala Guo Jing kurang terlihat dengan tampilannya yang seperti ini. 

Memang Guo Jing itu digambarkan sebagai remaja yang telat mikir, lamban dan polos tapi dia memiliki jiwa kependekaran yang tinggi dan hal itu kurang nampak pada Yang Xuwen. Untunglah menjelang akhir episode nanti tampilan Guo Jing diubah menjadi lebih dewasa dengan rambut diikat kebelakang. 

Mungkin untuk menunjukkan chemistry antara Huang Rong dan Guo Jing sering sekali adegan mereka berpelukan. Tapi ketika melihatnya kurang terasa chemistrynya layaknya hanya melihat dua orang teman saja. Tatapan Yang Xuwen ketika menatap Huang Rong rasanya datar saja bila dibandingkan dengan pasangan Guo Jing dan Huang Rong sebelumnya di Loch 2008 yaitu Hu Ge dan Ariel Lin. Chemistrynya bisa terlihat dari cara mereka saling memandang maupun interaksi diantara mereka berdua dan hal itu belum dimiliki oleh Yang Xuwen dan Li Yitong. 

Dengan keberadaan Michael Miu yang pernah tampil cemerlang sebagai Yang Kang di Loch 83 tentu menjadi cambuk tersendiri bagi Chen Xingxu untuk menunjukkan kualitas aktingnya sebagai Yang Kang. Yang Kang ditampilkan dengan menarik oleh Cheng Xinxu, sang antagonis yang bermuka dua disatu sisi Yang Kang yang culas dan licik disisi lain ada Yang Kang yang benar-benar mencintai ibu dan kekasihnya Mu Nianci.

Sorot mata Yang Kang ketika berbicara dengan Mu Nian Chi terasa penuh cinta meski diselimuti dengan kebohongan berbanding terbalik saat adegan antagonis raut mukanya licik dan culas juga memiliki wibawanya sendiri ketika menghadapi anak buahnya. Dari keempat tokoh utama hanya Cheng Xinxu saja yang menampilkan akting cukup memuaskan. 

Tidak disangka saya akan menyukai karakter Ouyang Ke tapi Liu Zhiyang bisa membuat saya menyukainya. Karakter Ouyang Ke digambarkan sebagai pria playboy yang senang mempermainkan wanita. Tampil dengan gaya lain daripada para pendahulunya Ouyang Ke memiliki tampilan yang agak necis dan lebih bergaya. 

Gayanya ketika menggoda wanita disertai senyum khasnya terlihat begitu menarik. Tapi disisi lain dia juga bisa menampilkan sisi Ouyang Ke yang cerdas dan licik. Adegan adu silat antara Ouyang Ke dan Huang Rong diatas bejana oke sekali. 

Mu Nian Chi yang sangat cantik diperankan oleh Meng Zi Yi. Raut wajahnya yang tegas jauh dari istilah sendu yang biasanya dimiliki para pendahulunya. Jadilah disini karakter Mu Nian Chi terasa lebih kuat dan tegar dibanding karakter Huang Rong yang jadi terasa cengeng. 

Didukung oleh para aktor senior sebagai peran pendukung macam Michael Miu dan Ray Lui tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keempat tokoh utamanya yang merupakan aktor dan aktris pendatang baru untuk lebih menunjukkan kemajuan kualitas akting mereka. Semoga disisa episode selanjutnya mereka lebih menunjukkan performa lebih baik lagi. Karena baik adegan laga maupun suara dubber nya sudah oke sekali. 

Advertisements