Kutipan novel :
“Saudara-saudara, dengarlah!” Huang Rong berteriak pula. “Tongkat Kay Pang ada di tanganku, akulah pangcu dari Kay Pang kamu!”

Semua pengemis itu melengak, tindakan kaki mereka berhenti sendirinya. Memang belum pernah mereka mengalami peristiwa tongkat suci mereka kena dirampas orang.

Kutipan diatas diambil saat Huang Rong merampas tongkat pemukul anjing dari tangan Yang Kang yang mengaku sebagai ketua Kaypang. Untuk membuktikan dirinya ketua yang tulen Huang Rong bertarung dengan Yang Kang dan dua tetua Kaypang dengan menggunakan 36 jurus memukul anjing. Jurus itu hanya diturunkan turun temurun kepada ketua Kaypang walaupun semua anggota kaypang sudah mengakui Huang Rong sebagai ketua mereka, masih ada seorang tetua yang berusaha menghipnotisnya untuk diperalat beruntung Huang Rong sudah mempelajari ilmu tersebut dari kitab 9 yin yang dihafal Guo Jing. Diapun membalikkan hipnotis kembali pada pengirimnnya sehingga membuat tetua itu tertawa tiada henti. 

Huang Rong terluka sangat parah akibat pukulan Tapak besi saat mencari buku siasat perang. Atas petunjuk yang diberikan oleh seorang wanita misterius bernama Yinggu. Guo Jing membawa kekasihnya berobat ke biksu Yideng, tapi sebelum itu mereka harus melewati keempat murid biksu tersebut yang tidak ingin guru mereka mengobati Huang Rong tapi diakhir Huang Rong bisa diobati oleh sang biksu. 

Tragedi lain pun terjadi dan meretakan hubungan Guo Jing dan Huang Rong. Seketiba dipulau persik mereka menemukan mayat kelima guru Guo Jing didalam makam ibunda Huang Rong. Guo Jing yakin jika ayah Huang Rong lah yang membunuh mereka, Guo Jing memutuskan hubungan mereka. Dia meninggalkan Huang Rong sendirian dan pergi untuk membalas dendam pada Huang Yaoshi. 

Huang Rong kembali kedalam makam ibunya disana dia menemukan bukti yang menunjukkan siapa pembunuh sebenarnya. Kembali bertemu dengan Guo Jing, Huang Rong mencoba menjelaskan padanya kebenarannya tapi Guo Jing sama sekali tidak mau mendengarkan dan terus mencoba menyerang ayahnya. Serangan yang dilancarkan oleh pasukan yang dipimpin Wanyen Honglieh dan Auwyang Hong membuatnya terpisah dari ayahnya. Ketika melihat guru pertama Guo Jing dalam bahaya Huang Rong menolongnya dan membawanya ke kuil jenderal Yue Fei dan merawat lukanya. Ketika malam hari ditengah mereka beristirahat tak terduga datang rombongan Yang Kang, Auwyang Hong, Wanyan Honglieh beserta prajurit Jin lainnya. 

Huang Rong menyuruh guru pertama Guo Jing bersembunyi dibalik patung sementara dia menghadapi Auwyang Hong. Dia menungkapkan pelaku sebenarnya yang ternyata Auwyang Hong dan Yang Kang dengan bukti yang dimilikinya yaitu sepatu giok milik Yang Kang dan kesaksian dari Shagu. Huang Rong membeberkan kejadian yang sebenarnya disaat itu Yang Kang yang tidak mau kejahatannya dibeberkan yaitu dialah juga yang membunuh Auwyang Ke keponakan Auwyang Hong, menyerang Huang Rong dengan jurus cakar putih tapi naas telapak tangannya terluka dan dia terkena racun hingga tewas. 

Tinggal mereka berdua Auwyang Hong memaksa Huang Rong menjelaskan isi kitab 9 yin dengan tipuannya dia mengecoh racun tua itu tapi ternyata Auwyang Hong sudah mengetahui kalau ada yang bersembunyi dibalik patung yaitu guru pertama Guo Jing. Dengan menjadikan Ke Zhen’e sebagai sandera dia membuat Huang Rong menyerah dan terpaksa pergi dengannya. 

Guo Jing mengetahui kebenaran dari gurunya langsung berusaha mencari keberadaan Huang Rong tapi tidak berhasil. Hampir setahun dia berusaha mencari sampai tidak sadar sudah sampai ke Mongolia. Disana dia bergabung dengan pasukan Mongol untuk memerangi pasukan bangsa Jin. Dengan berbekalkan kitab perang milik Jendral Yue Fei, Guo Jing berusaha memimpin pasukannya. Tapi dasarnya memang Guo Jing bebal dalam hal belajar dia kesulitan memahami kitab itu. Ditengah kesulitannya Guo Jing kedatangan rombongan Kaypang yang datang ke Mongolia. Guo Jing langsung menanyakan keberadaan Huang Rong yang adalah ketua Kaypang tapi mereka mengaku tidak mengetahuinya.

Hal yang membuat Guo Jing curiga jika Huang Rong berada dirombongan Kaypang adalah tetua Lou yang bisa menjelaskan isi kitab perang Yue Fei tapi sebelum memberikan jawaban atas pertanyaannya tetua Lou pergi lalu setelah beberapa saat dia kembali dan memberikan jawabannya. Itu berarti tetua Lou menanyakan dulu jawabannya pada seseorang dan Guo Jing merasa yakin kalau orang itu adalah Huang Rong. 

Kemunculan Auwyang Hong yang mencari-cari Huang Rong di Mongolia semakin memperkuat dugaannya. Akhirnya Guo Jing mengancam tetua Lou kalau dia tidak dipertemukan dengan Huang Rong, maka dia akan memenggal kepala tetua Lou. Guo Jing bisa bertemu dengan Huang Rong tapi dia terlebih dahulu harus memanjat tebing terjal. Ketika sampai diatas dia bertemu dengan sang kekasih yang dirindukannya, Guo Jing meminta maaf pada Huang Rong karena tidak mempercayainya.

Peperangan telah usai dengan akal cerdik Huang Rong, Guo Jing mampu menaklukan benteng milik bangsa Jin dan mengeksekusi Wanyan Honglieh orang yang telah membunuh ayahnya. Melihat Guo Jing telah berjasa besar, Huang Rong menyuruh Guo Jing untuk berbicara pada Genghis Khan agar membatalkan pertunangannya dengan putrinya Huazheng. Tapi ketika hendak menemui sang Khan, Guo Jing melihat rakyat bangsa Jin yang sedang ditindas oleh tentara Mongolia. Karena itu Guo Jing pun mengubah permintaannya untuk membebaskan rakyat bangsa Jin dari penjajahan bangsa Mongol. 
Huang Rong sudah menanti kabar gembira tapi sekembalinya Guo Jing, dia mengatakan kalau dia tidak jadi memutuskan pertunangannya. Ketika Guo Jing hendak mengatakan alasannya datang Huazheng, kesalahpahaman terjadi Huang Rong mengira Guo Jing tidak jadi membatalkan pertunangannya karena dia berat meninggalkan Huazheng. Tanpa menunggu penjelasan lagi Huang Rong pergi, Guo Jing mengejarnya tapi yang dia temukan hanyalah baju bulu yang dia hadiahkan dulu. Dia menemukan Auwyang Hong yang badannya terendam sebagian di lumpur hisap, dia memberi tahu kalau Huang Rong telah tenggelam di lumpur hisap. 

Setelah ibunya meninggal secara tragis, Guo Jing berjalan tanpa tujuan. Beruntung dia bertemu dengan pendeta Qiu Chuji yang memberinya pelajaran tentang bagaimana seharusnya seorang pendekar. Setelah berpisah dengan pendeta Qiu, Guo Jing pergi menuju gunung Hoashan guna mencari bocah tua nakal Zhou bothong untuk menanyakan bagaimana cara menghilangkan ilmu silat yang dimilikinya. Tapi tak disangka dia bertemu Auwyang Hong yang sedang memaksa Huang Rong untuk mengajarinya isi kitab 9 yin. Setelah mengusir pergi si racun tua Guo Jing menghampiri kekasihnya tapi Huang Rong yang masih sakit hati menghindari Guo Jing. Ketika sampai disisi jurang Huang Rong mengeluarkan semua hal yang membuatnya menderita. Tapi akhirnya mereka pun berbaikan, setelah itu cerita berlanjut ke pertandingan Hoasan dan pertempuran di benteng Xiangyang melawan tentara Mongolia pimpinan Genghis Khan tapi diakhiri dengan wafatnya sang Khan. Guo Jing dan Huang Rong dengan berkuda bersama pulang menuju pulau persik tempat dimana mereka akan membangun kehidupan yang bahagia. 

Tamat

Advertisements