Review Karakter-Huang Rong Part 1


Tokoh utama wanita di novel Pendekar Pemanah Rajawali, kekasih dan calon istri dari Guo Jing tokoh utama dari novel ini. Sudah beberapa kali novel ini telah dibuat adaptasinya baik berupa serial, film, komik bahkan video game. 

Kutipan novel :

Pemuda itu berumur lima atau enambelas tahun, kepalanya ditutup dengan kopiah kulit yang sudah pecah dan hitam dekil, mukanya pun hitam mehongan, hingga tidak terlihat tegas wajahnya. Di utara, sekalipun di musim semi, hawa udara dingin, dan pemuda ini tidak memakai sepatu. Teranglah ia seorang melarat. Di tangannya ia mencekal sepotong bakpauw. Ia mengawasi kedua jongos dengan tertawa, hingga terlihat dua baris giginya yang putih, rata, hingga gigi bagus itu tak sembabat sama dandannya yang compang-camping itu.

Bertemu pertama kali dengan seorang pemuda lusuh berpakaian compang-camping layaknya seorang pengemis, Guo Jing tidak menyangka bahwa pemuda yg dia panggil ‘adik Huang’ adalah seorang gadis cantik. Pada mulanya Huang Rong yg melihat kepolosan dan kebodohan Guo Jing bermaksud untuk menipu dan mempermainkannya. Tapi justru kepolosan dan sifat baik hati Guo Jing lah yang meluluhkan hati Huang Rong dan membuatnya jatuh cinta seutuhnya. 

Kutipan novel :

Belum terlalu lama atau dari tengah telaga terdengar suara tertawa halus, kapan Guo Jing menoleh, ia lihat sebuah perahu muncul dari bagian telaga yang lebat dengan pepohonan. Itulah sebuah perahu kecil dengan penumpangnya, yang duduk di belakang perahu, ada satu nona, yang rambutnya panjang meroyot melewati pundak, bajunya putih mulus, rambutnya di bagian atas ada pitanya dari emas, hingga emas itu bercahaya di antara sinar putih dari salju.

Guo Jing mengawasi dengan menjublak. Ia dapatkan si nona bagaikan bidadari. Orang berumur belum lima atau enambelas tahun, kulitnya putih halus, romannya cantik sekali dan manis, mukanya dadu segar. Ia lantas berpaling ke lain jurusan, tidak berani ia mengawasi terus-terusan. Ia pun bertindak dari tepian.  

Disebuah telaga, Huang Rong membuka jati dirinya yang sejatinya seorang gadis pada Guo Jing. Disana dia menceritakan riwayatnya pada sang pemuda yang masih terkejut kalau pengemis kecil yang dia anggap sahabat ternyata seorang gadis manis. Ceritanya Huang Rong minggat dari rumah karena bertengkar dengan sang ayah, diapun memberi tahu kalau ibunya sudah meninggal. Dia meminta pada Guo Jing untuk memanggilnya Rong’er karena ayahnya pun memanggilnya begitu. 

Sama-sama berguru pada pengemis bertangan sembilan Hong Qigong, pada awalnya pendekar berjuluk pengemis utara ini menolak untuk mengajari mereka berdua karena melihat ketololan Guo Jing dan juga karena Huang Rong adalah putri saingannya, Huang Yaoshi. Tapi Huang Rong memanfaatkan kelemahan Hong Qigong pada makanan lezat dengan keterampilan memasaknya yang luar biasa dia menjerat sang pengemis sakti dengan masakannya yang lezat dan ucapannya yang manis. Banyak jurus yang dia pelajari dari gurunya sementara kekasihnya, Guo Jing belajar satu ilmu silat yang merupakan jurus pamungkas dari Hong Qigong yaitu 18 tapak naga. 

Hubungan Huang Rong dan Guo Jing tidak berjalan semulus jalan tol ada hambatan-hambatan yang mewarnai perjalanan mereka. Seperti ketidaksetujuan dari ayah Huang Rong, sesat timur Huang Yaoshi terhadap pilihan putrinya. Ketika melihat Guo Jing yang bebal dan lamban, pemilik pulau persik ini langsung mengatakan ketidaksukaannya. Melihat Guo Jing yang begitu jauh berbeda dibandingkan putrinya dan dirinya yang begitu terpelajar dan sangat cerdas. Sampai akhirnya Huang Yaoshi membuat semacam 3 tantangan yang harus dilewati Guo Jing dan saingannya Auwyang Ke untuk memilih diantara mereka berdua siapa yang layak menjadi suami putrinya. Dengan keberuntungan tingkat tinggi Guo Jing berhasil memenangkan tantangannya. Tapi kesalahpahaman terjadi antara Guo Jing dan calon mertuanya, yang berujung pada terdamparnya Guo Jing, Hong Qigong, Huang Rong, Auwyang Ke dan pamannya Auwyang Hong disebuah pulau terpencil. 

Dipulau terpencil inilah Huang Rong ditunjuk oleh sang guru yang saat itu terluka sangat parah akibat gigitan ular beracun milik Auwyang Hong, untuk menggantikan jabatannya sebagai ketua partai pengemis atau kaypang. Huang Rong pun dengan berat hati menerimanya karena tidak tega melihat keadaan gurunya yang sudah tidak berdaya. Tongkat pemukul anjing yang merupakan lambang ketua Kaypang pun diwariskan padanya, Huang Rong juga mempelajari 36 jurus pemukul anjing yang adalah jurus khas milik ketua Kaypang. 

Ketika berada dipulau terpencil itu Huang Rong tak hentinya diganggu oleh Auwyang Ke yang hendak memaksanya menjadi istrinya. Saat itu baik Guo Jing maupun Auwyang Hong belum terdampar dipulau itu karena mereka terpisah ketika peristiwa kapal terbakar sampai Huang Rong mengira bahwa sang kekasih sudah tewas tenggelam. Karena sudah kesal dan hilang kesabaran atas gangguan dari Auwyang Ke, Huang Rong merencanakan jebakan untuk melenyapkan Auwyang Ke. 

Ketika itu Huang Rong berusaha memancing Auwyang Ke kearah jebakannya. Dengan menggunakan batu besar yang ditahan akar pohon dia berniat membuat Auwyang Ke tertindih batu besar itu. Ketika rencananya hampir berhasil ternyata takdir berkata lain karena hanya kedua kaki Auwyang Ke yang tertindih karena badannya terburu ditarik pamannya yang tiba-tiba muncul. 

Huang Rong seperti terbangun dari mimpi melihat kekasihnya yang disangka sudah meninggal ternyata masih hidup. Mereka berpelukan erat tanpa menghiraukan yang lain. Auwyang Hong berupaya menyelamatkan keponakannya tapi tidak bisa. Diapun memaksa Huang Rong dan Guo Jing untuk membantunya menolong Auwyang Ke. Dengan akalnya Huang Rong mempunyai cara untuk menangkat batu besar yang menindih kaki Auwyang Ke. Tapi sebelumnya dia mengajukan syarat pada sang racun barat Auwyang Hong untuk tidak menganggu dia, Guo Jing dan guru mereka. Dengan kerja sama dan akal cerdik Huang Rong, mereka bertiga bisa menolong Auwyang Ke walaupun kaki Auwyang Ke tidak bisa diselamatkan karena sudah remuk sehingga dia harus rela menjadi lumpuh seumur hidup. 
Hong Qigong mulai menyembuhkan diri dengan petunjuk dari Guo Jing yang dia hafal dari kitab 9 yin. Ketika kondisi gurunya sudah lebih baik mereka bertiga membuat rakit untuk pergi dari pulau kosong ini tapi pada malam harinya rakit yang mereka buat dicuri oleh Auwyang Hong dan bersama dengan keponakannya, mereka berdua melarikan diri. Huang Rong yang tidak rela menyusul rakit mereka dan memotong tali rakit sehingga rakit yang ditumpangi oleh mereka tercerai-berai.

Setelah selamat dari pulau tak berpenghuni Huang Rong berkumpul kembali dengan sang ayah. Huang Yaoshi dalam kebahagiaannya dapat bertemu lagi dengan putrinya yang dikabarkan sudah meninggal membuatnya membuka hati untuk menerima Guo Jing sebagai menantunya. Tapi halangan kembali muncul kala tunangan Guo Jing, Huazheng seorang gadis mongol putri Genghis Khan muncul. Dan Guo Jing harus memutuskan diantara cinta sejatinya atau janji yang harus dia tepati. Guo Jing yang selalu menepati janjinya memilih untuk menepati janjinya menikahi Huazheng.

Kutipan novel :

Huang Rong sangat kaget dan berduka, hingga ia terbengong sekian lama. Ia maju beberapa tindak, untuk memandangi si putri Mongolia, tubuh siapa kekar, alisnya lancip, matanya besar dan bagus, air mukanya gagah dan agung. Tanpa merasa, ia menghela napas. Ia berkata kepada Guo Jing, “Jing gege, aku mengerti kau. Dia dan kau benarlah orang dari satu kalangan, kamu berdua ialah sepasang rajawali putih dari gurun pasir, kau sebaliknya, aku hanya seekor burung walet di bawah cabang yangliu di Kanglam….”

Guo Jing maju satu tindak, ia mencekal tangan si nona. Ia kata: “Rong’er, aku tidak tahu perkataan kau tepat atau benar, tetapi di dalam hatiku cuma ada kau satu orang! Kau mengerti aku, maka kalau aku dicincang selaksa golok, tubuhku dibakar menjadi abu, dalam hatiku tetap ada cuma kau sendiri!”

Advertisements

5 thoughts on “Review Karakter-Huang Rong Part 1

Add yours

  1. Karakter yang sangat menarik dari ceritanya. Salut keren..👍
    Saya bahkan tidak pernah bosan membaca novel aslinya. Habis tamat saya ulang lagi. Boleh dikata isi novel secara keseluruhan bahkan para karakter tiap penokohannya sudah hafal..

    Like

      1. Saking menggilainya kisah pendekar pemanah rajawali ini terutama karakter Guo Jing, sampe jurus 18 Tapak penakluk nagax, saya idam idamkan bisa menguasainya.. 😁😂 hahaha..

        Like

      2. Bagusx sih mmg sprti itu. Tapi untuk mncari Hong Qigong atau Hong Qigong yg lain dijaman sekarang hampir sm sulitnya dijaman Gou Jing dan Huang Rong 😁😂..
        Untung sy pernah nonton jurus Naga Menyesal Guo jing versi’83. Nah cara menjalankan jurus itu keren. Jadix aku meniru dijurus itu.. hhhhhahahaha..
        Akhirnya setelah berhari hari berlatih,, saya bisa mengimbnngi guo jing..
        Twengwengweng…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: