​Seung Nyang, putri seorang jendral dari kerajaan Goryeo sejak kecil dirinya sudah berpisah dengan sang ayah dan saudara laki-lakinya. Ketika dirinya dan ibunya dipaksa menjadi upeti untuk dikirim ke dinasti Yuan (Tiongkok masa kerajaan Mongol). Ketika itulah dia bertemu dengan Wang Yu, putra mahkota Goryeo (Korea) saat itu Goryeo adalah jajahan Yuan. Ketika malam Wang Yu datang ketempat para upeti wanita ditahan untuk membebaskan mereka. Diantara para tawanan itu ada Seung Nyang dan ibunya, mereka lari tapi pasukan Yuan berhasil mengejar mereka. Mereka membantai para wanita yang melarikan diri, ketika itu Seung Nyang dan ibunya sudah tersudut disisi jurang. Tangqishe yang saat itu memimpin pasukan pengejar, menembakan panah. Ibu Seung Nyang melindungi anaknya dengan tubuhnya sendiri dan menggulingkan tubuh mereka berdua kearah jurang. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya ibunya memberi tahu Seung Nyang tentang ayahnya yang seorang perwira Goryeo bermarga Ki. Ibunya pun memberikan cincin kawin miliknya yang bisa menjadi petunjuk bagi dirinya untuk menemukan ayahnya. Karena ayahnya memiliki pasangan cincin yang sama. 

Seung Nyang yang seorang wanita menyamar menjadi seorang pria, ketika dia berkeliling dikota mencari ayahnya dia pingsan karena hampir tertabrak oleh rombongan kuda Wang So (adik raja Goryeo). Wang so membawa Seung Nyang ke kediamannya, Seung Nyang pun meminta pada Wang So untuk memperkerjakannya. 

Sekian tahun berlalu, Seung Nyang sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang masih menyamar sebagai pria. Seung Nyang yang memiliki keahlian memanah dipercayai menjadi ketua kelompok yang mengawal pengiriman garam ilegal dari Goryeo ke Yuan. Saat itulah Seung Nyang bertemu kembali dengan Wang Yu, ketika itu Wang Yu sedang menyelidiki penyeludupan garam ilegal yang dijalankan Wang So. 

Wang Yu menangkap Seung Nyang yang saat itu mengawal penyelundupan garam. Tapi tidak disangka ternyata Seung Nyang malah membantu Wang Yu membongkar penyelundupan garam bahkan dia juga yang menemukan pengkhianat di kelompok Wang Yu. Ternyata Seung Nyang dari dulu sudah membenci Wang So karena dia adalah kaki tangan kerajaan Yuan. 
Seung Nyang pun menjadi perwira kerajaan, disanalah dia bertemu dengan sang ayah dimana dia ditugaskan untuk mengawal Pangeran Yuan, Tahwan. Akan tetapi malapetaka pun terjadi ketika Yeon Chul perdana menteri Yuan ingin melenyapkan Tahwan agar dia bisa menguasai tahta. Hal itu bisa digagalkan karena Seung Nyang yang selalu melindungi Tahwan.

 Ketika Seung Nyang dan Wang Yu ingin mengungkap pelaku pembunuhannya, Tahwan malah mengkambing hitamkan ayah Seung Nyang sebagai pelakunya. Itu membuat ayah Seung Nyang disiksa sampai meninggal dipenjara, sementara Seung Nyang beserta Wang Yu dan para pengawalnya dijadikan orang buangan dan akan dikirim keperbatasan untuk berperang dengan orang TarTar. 

Akan tetapi ditengah perjalanan identitas Seung Nyang sebagai wanita terungkap oleh Dangkise, putra Yeon Chul yang hampir memerkosanya. Beruntung Wang Yu menolongnya namun mereka gagal melarikan diri. Seung Nyang pun dikirim ke Yuan sebagai upeti wanita sementara Wang Yu dikirim keperbatasan. 

Seung Nyang sampai dikerajaan Yuan, karena perbuatan Tahwan yang menyebabkan kematian ayahnya membuat Seung Nyang membenci Tahwan. Seung Nyang membuat rencana untuk membunuh Tahwan atau Kaisar Huizhong. Akan tetapi hal itu malah membuatnya dekat dengan Tahwan dan akhirnya identitasnya sebagai Seung Nyang yang menolongnya di Goryeo pun terbongkar. 

Wang Yu yang berhasil mengalahkan pasukan Tartar pun dipanggil ke Yuan dan diberi penghargaan oleh kaisar. Terjadilah perebutan Seung Nyang diantara mereka berdua, Wang Yu ingin membawa Seung Nyang kembali ke Goryeo sementara Tahwan ingin Seung Nyang tetap bersamanya. 

Kaisar sebelumnya yaitu ayahanda Tahwan dibunuh oleh Yeon Chul dan menjadi buktinya adalah surat wasiat yang ditulis dengan darah bercap kupu-kupu. Ketika Seung Nyang membantu Tahwan mencari surat itu dia malah tertangkap dan disiksa Dangkise. Beruntung Wang Yu yang berpura-pura bersekutu dengan Yeon Chul datang dan menyelamatkannya. Seung Nyang kembali pada Wang Yu dan mereka pun jujur pada perasaan masing-masing dan kembali bersama. 

Wang Yu kembali ke Goryeo karena ada masalah di kerajaannya. Sementara Seung Nyang tetap di Yuan untuk mencari surat berdarah. Seung Nyang menyelamatkan mantan kasim kaisar terdahulu yang disiksa oleh pihak Yeon Chul akantetapi dia malah terluka dan dikejar pasukan.

 Tahwan berhasil menyelamatkannya dan menyembunyikannya diistana selir. Ketika kasim kepala memeriksa lukanya ternyata Seung Nyang sedang mengandung akibat hubungannya dengan Wang Yu. 

Setelah beberapa waktu, Seung Nyang dengan bantuan Tahwan bersembunyi di rombongan selir Park yang saat itupun sedang mengandung anak Tahwan. Ketika Seung Nyang hendak pergi meninggalkan rombongan sambil diiringi lambaian selamat jalan dari selir Park dan pelayan-pelayan Goryeo yang lain. Rombongan itu diserang oleh orang suruhan Ratu Tanashiri, istri Tahwan yang berniat melenyapkan selir Park. Seung Nyang berusaha menyelamatkan teman-temannya tapi apa daya dengan kondisinya yang hamil besar dia tidak mampu berbuat banyak. Bahkan nyawanya pun hampir melayang kalau saja dayang Noh tidak mengorbankan diri untuk melindunginya. Bersama dengan Hong Dan, dia melarikan diri kehutan sambil dikejar oleh prajurit. Tidak mau temannya tertangkap dia menyuruh Hong Dan melarikan diri lebih dulu sementara dia mengarahkan prajurit kearah lain. Berhasil bersembunyi didalam gua, Seung Nyang melahirkan putranya seorang diri. Dia memberikan nama Byul setelah melihat tanda lahir tiga bintang dikaki bayinya. Tapi tangisan putranya menarik para pengejar dengan kondisinya yang masih lemah. Seung Nyang melarikan diri sambil menggendong putranya dipunggung sampai dia terdesak disisi jurang. 

Mengambil batang ranting dia melawan penyerangnya, seorang prajurit terjatuh kesisi jurang dia meraih putra Seung Nyang dan menariknya jatuh bersamanya. Seung Nyang berusaha mempertahankan putranya tapi dia terkena panah yang ditembakkan musuhnya. Diapun terjatuh ke jurang, pengejarnya mengira dia sudah mati dan meninggalkannyameninggalkannya

Advertisements